Pendakian Gunung Bugaksan Kembali Dibuka Sepenuhnya usai 59 Tahun

- Gunung Bugaksan di Seoul dibuka sepenuhnya untuk umum pada 17 Oktober 2026, setelah sekitar 59 tahun pembatasan akses akibat alasan keamanan.
- Pembukaan terakhir mencakup jalur barat daya sepanjang 1,32 kilometer menuju Cheongun-dong, melengkapi pencabutan pembatasan bertahap yang dimulai sejak 2004.
- Kunjungan Bugaksan mencapai 66.720 orang pada April–Mei 2026, naik 62,6 persen dibanding periode sama 2023; pengamanan jalur didukung patroli, CCTV, dan latihan kebakaran.
Ada kabar bahagia bagi yang suka mendaki dan berencana liburan ke Korea Selatan dalam waktu dekat, nih. Setelah sekitar 59 tahun ditutup, Gunung Bugaksan yang terletak di sebelah utara Kota Seoul akhirnya kembali dibuka sepenuhnya untuk umum pada 17 Oktober 2026 pukul 9 pagi waktu setempat.
Dilansir dari Seoul Economic Daily, Dinas Keamanan Kepresidenan Negeri Ginseng mengumumkan resmi membuka jalur terakhir menuju Cheongun-dong di sisi barat daya Gunung Bugaksan. Kawasan ini dulunya adalah area terlarang, sebelum dibuka secara bertahap sejak masa jabatan mantan Presiden Roh Moo Hyun.
1. Gunung Bugaksan kembali dibuka sepenuhnya untuk umum setelah 59 tahun

Gunung Bugaksan, Seoul, Korea Selatan (Wikimedia Commons/Republic of Korea) Gunung Bugaksan kembali dibuka untuk umum setelah sekitar 59 tahun ditutup. Dinas Keamanan Kepresidenan Korea Selatan menyatakan, mereka akan sepenuhnya membuka jalur terakhir berupa ruas jalan setapak sepanjang 1,32 kilometer di sisi barat daya Bugaksan, menuju Cheongun-dong, mulai Sabtu (17/10/2026) pukul 9 pagi waktu setempat. Jalur yang baru dibuka ini akan dapat diakses 24 jam, seperti halnya jalan setapak yang sudah ada.
Bugaksan adalah salah satu dari empat gunung bagian dalam atau Naesasan, yaitu Bugaksan, Namsan, Naksan, dan Inwangsan yang mengelilingi Tembok Kota Hanyang dari Dinasti Joseon, dan menyimpan sejarah serta lanskap alam ibu kota, Seoul. Namun, etelah 31 komando bersenjata Korea Utara mencoba menyerbu Cheong Wa Dae, kompleks kepresidenan pada 21 Januari 1968, akses publik dibatasi secara ketat karena alasan keamanan dan perlindungan presiden.
2. Pembatasan ke Gunung Bugaksan dicabut secara bertahap

Gunung Bugaksan, Seoul, Korea Selatan (Wikimedia Commons/Ian Armstrong) Meski terletak di jantung kota Seoul, Gununung Bugaksan tetap terlarang hingga mantan Presiden Roh Moo Hyun memerintahkan pembukaan tembok kota Seoul pada 2004, yang memulai pencabutan pembatasan secara bertahap. Pada Januari 2006, Yoo Hong June yang saat itu menjabat sebagai kepala Administrasi Warisan Budaya, mengumumkan rencana untuk mengembangkan Seoul sebagai kota bersejarah, yang berpusat pada pembukaan Bugaksan dan pembuatan plaza di sekitar Gwanghwamun.
Pada April 2026, area di sekitar gerbang Sukjeongmun pun dibuka sebagian dan setahun kemudian di tahun yang sama, jalur Tembok Kota Hanyang sepanjang 4,3 kilometer yang membentang dari gerbang Changuimun melalui puncak Baegangmaru dan Sukjeongmun hingga Taman Waryong bisa diakses oleh publik. Namun, pembukaan tersebut hanya mencakup jalur Tembok Kota Hanyang. Sementara, area yang berdekatan dengan Cheong Wa Dae tetap ditutup.
Akses publik ke area di dekat Cheong Wa Dae baru dimungkinkan setelah mantan Presiden Moon Jae In berjanji untuk mengembalikan Bugaksan dan Inwangsan kepada masyarakat. Jalur utara sepanjang 2,2 kilometer lalu dibuka pada fase pertama di 2020, diikuti oleh jalur tenggara tambahan sepanjang 3 kilometer pada fase kedua di April 2022. Pembukaan bertahap jalur Bugaksan selesai seiring dibukanya bagian barat daya.
3. Kunjungan ke Gunung Bugaksan meningkat lebih dari 60 persen

Gunung Bugaksan, Seoul, Korea Selatan (Wikimedia Commons/Ian Armstrong) Kebijakan untuk tetap membuka Gunung Bugaksan dipertahankan bahkan setelah kantor kepresidenan kembali ke Cheong Wa Dae akhir tahun lalu. Bahkan, menurut Layanan Warisan Korea dan Yayasan Warisan Budaya Korea, 66.720 orang mengunjungi Bugaksan pada April dan Mei tahun ini. Jumlah tersebut meningkat 62,6 persen dari 41.035 pada periode yang sama di 2023, saat Cheong Wa Dae resmi dibuka untuk umum. Pusat informasi di enam zona, termasuk Changuimun, Cheongundae, dan Sukjeongmun, juga telah beroperasi kembali dari beberapa bulan sebelumnya.
Dinas Keamanan Kepresidenan telah bekerja sama dengan berbagai instansi terkait sejak Juli 2025 untuk memperbaiki jalur tersebut dan menerapkan langkah-langkah keamanan untuk pembukaan bagian terakhirnya. Dinas Warisan Korea dan Kantor Distrik Jongno masing-masing mendukung perbaikan dan pembangunan jalur. Sistem manajemen keselamatan juga telah dibentuk, termasuk patroli di pusat informasi jalur dan pengoperasian kamera pengawasan CCTV.
Pada Rabu (7/10/2026), instansi tersebut menggelar latihan pemadam kebakaran gabungan di area yang akan dibuka, melibatkan Stasiun Damkar Jongno, Dinas Kehutanan Korea, serta Kantor Distrik dan Kepolisian Jongno. Dinas Keamanan Kepresidenan menjelaskan, jalur ini dibangun ramah lingkungan dengan memanfaatkan rute patroli bekas militer.
"Sekarang kami dapat mengembalikan Bugaksan sepenuhnya kepada masyarakat. Kami akan menjadi badan keamanan yang menghormati kehidupan dan ruang sehari-hari masyarakat dan hidup berdampingan dengan mereka," tutur Kepala Layanan Keamanan Kepresidenan, Hwang In Kwon, dilansir dari Seoul Economic Daily.



![[QUIZ] Dari Olahan Babi Khas Korea Favoritmu, Ini Wisata Korea Selatan untukmu!](https://image.idntimes.com/post/20241220/negara-di-asia-yang-sering-jadi-destinasi-liburan-akhir-tahun-negara-asia-yang-jadi-destinasi-akhir-tahun-korea-selatan-9cde86371d7fc78c91ae80a6ffab250e-e874b6f67a4a116a83dc593570d4d230.jpg)


















