Penggemar yang ingin mengenal kota asal Ohyul ini bisa sekalian menjelajahi tempat-tempat yang memperlihatkan sisi lain kehidupan di Korea Selatan. Lima destinasi berikut punya karakter yang cukup berbeda dan bisa menjadi alasan untuk memasukkan Gimpo ke dalam itinerary liburan kamu di Korea Selatan.
5 Aktivitas Wisata Seru di Gimpo, Kampung Halaman Ohyul LNGSHOT

- Gimpo di Provinsi Gyeonggi, kampung halaman Ohyul LNGSHOT, menawarkan wisata beragam mulai dari observatorium perbatasan hingga peninggalan kerajaan dan kawasan pesisir.
- Aegibong Peace Ecological Park memungkinkan pengunjung mengamati wilayah Korea Utara, sekaligus mempelajari ekologi perbatasan, sejarah pemisahan Korea, dan budaya Gaeseong melalui pameran serta VR.
- Destinasi lain mencakup taman patung bertema perdamaian, makam Joseon Gimpo Jangneung, serta Daemyeonghang dan Gimpo Hamsang Park dengan festival Marinir, pasar laut, dan kapal pendarat edukatif.
Gimpo mungkin belum sepopuler Seoul, Busan, atau Incheon sebagai tujuan wisata di Korea Selatan. Padahal, kota di Provinsi Gyeonggi ini punya sejumlah tempat yang menarik untuk disambangi. Gimpo juga dikenal sebagai kampung halaman Ohyul, leader boy group LNGSHOT yang kini namanya tengah naik daun.
1. Melihat wilayah Korea Utara dari Aegibong Peace Ecological Park

Aegibong Peace Ecological Park (commons.wikimedia.org/슐라) Tidak banyak tempat wisata yang memungkinkan pengunjung melihat wilayah Korea Utara dari jarak relatif dekat. Pengalaman tersebut dapat ditemukan di Aegibong Peace Ecological Park, kawasan wisata di Haseong-myeon di tepi Sungai Imjin.
Dari observatorium, hamparan wilayah di seberang sungai dapat diamati menggunakan teropong yang disediakan. Kalau cerah, pengunjung bisa melihat bangunan dan lanskap permukiman Korea Utara, sebuah pemandangan yang terasa berbeda dari panorama kota yang biasanya dijumpai oleh wisatawan.
Aegibong bukan hanya tempat untuk melihat pemandangan dari observatorium. Di dalam kompleksnya terdapat ruang pameran yang memperkenalkan ekologi kawasan perbatasan, sejarah pemisahan Korea, serta kehidupan masyarakat di wilayah tersebut. Ada pula fasilitas pengalaman virtual reality yang menghadirkan gambaran peninggalan budaya Gaeseong. Nama Aegibong sendiri diambil dari legenda Aegi, perempuan yang konon terus menantikan kekasihnya setelah terpisah akibat invasi Qing.
Lokasinya berada di 139 Pyeonghwagongwon-ro, Haseong-myeon, Gimpo. Karena berada di kawasan perbatasan, ketentuan masuk dan jadwal kunjungan sebaiknya diperiksa terlebih dahulu melalui situs resmi mereka.
2. Berburu karya seni di Gimpo International Sculpture Park
Wisata ke Gimpo tidak harus selalu diisi dengan mengunjungi pusat perbelanjaan atau tempat makan. Di kaki Gunung Munsu, terdapat Gimpo International Sculpture Park yang menghadirkan puluhan karya patung di area terbuka.
Karya-karya tersebut ditempatkan di antara pepohonan dan jalur taman, sehingga pengunjung dapat melihat instalasi seni sambil berjalan santai. Suasananya terasa lebih dekat dengan wisata alam dibandingkan dengan kunjungan ke galeri, sebab karya seni menjadi bagian dari lingkungan taman, bukan dipajang di dalam ruangan.
Hal yang membuat taman ini menarik adalah tema perdamaian dan reunifikasi Korea yang menjadi dasar pengembangannya. Pesan tersebut diterjemahkan melalui karya para seniman Korea maupun internasional dengan pendekatan visual yang beragam. Pengunjung dapat mengamati bentuk, material, dan makna setiap patung tanpa harus mengikuti tur museum.
Taman ini berada di 38 Yonggang-ro 13beon-gil, Wolgot-myeon, Gimpo-si. Tempat ini bisa dipilih jika kamu ingin mencari suasana yang lebih tenang sekaligus menikmati karya seni dengan latar pepohonan dan kawasan pegunungan.
3. Menyusuri kompleks makam kerajaan di Gimpo Jangneung

Gimpo Jangneung (commons.wikimedia.org/Cultural Heritage Administration) Gimpo juga menyimpan peninggalan penting dari masa Dinasti Joseon melalui kompleks makam Gimpo Jangneung. Tempat ini merupakan makam Raja Wonjong dan Ratu Inheon yang memiliki hubungan langsung dengan garis keluarga kerajaan Joseon. Wonjong adalah ayah Raja Injo, penguasa Joseon yang naik takhta pada 1623. Kompleks makam tersebut termasuk dalam situs Warisan Dunia UNESCO Royal Tombs of the Joseon Dynasty, bersama sejumlah makam kerajaan lain yang tersebar di Korea Selatan.
Area makam dikelilingi pepohonan dengan jalur yang tertata, sehingga suasananya terasa teduh dan jauh dari keramaian pusat kota. Pengunjung dapat melihat tata letak makam kerajaan serta bangunan yang dahulu digunakan untuk keperluan ritual penghormatan leluhur. Detail penataan kawasan ini memperlihatkan bagaimana penghormatan terhadap keluarga kerajaan dijalankan pada masa Joseon.
Gimpo Jangneung beralamat di 79 Jangneung-ro, Gimpo-si. Destinasi ini menarik bagi penggemar sejarah Korea yang ingin melihat peninggalan kerajaan tanpa harus membatasi perjalanan hanya di istana-istana Seoul.
4. Menyaksikan Gimpo Marine Corps Culture Festival di Daemyeonghang
Daemyeonghang punya agenda tahunan yang menarik untuk dicatat, yaitu Gimpo Marine Corps Culture Festival. Festival ini mengangkat keberadaan Korps Marinir Korea Selatan yang memiliki keterkaitan dengan kawasan Gimpo. Acara tersebut bukan sekadar perayaan musik atau pasar malam, melainkan juga memperkenalkan tradisi dan aktivitas Korps Marinir kepada masyarakat. Pengunjung bisa melihat pameran perlengkapan militer, pertunjukan barisan kehormatan, serta kegiatan interaktif yang memberikan gambaran tentang kehidupan di lingkungan Korps Marinir.
Pada 2026, festival ini dijadwalkan berlangsung pada 7 November 2026 pukul 11.00–19.00 di Gimpo Hamsang Park dan area Daemyeonghang. Sejumlah kegiatan yang diumumkan meliputi pertunjukan marching band, pameran perlengkapan Korps Marinir, pengalaman mengenakan seragam, serta aktivitas membuat aksesori bertema militer.
Menjelang malam, pengunjung juga bisa mampir ke Sunset Night Market untuk mencari makanan lokal dan hasil laut. Tidak ada tiket masuk yang dikenakan untuk festival ini, tetapi susunan kegiatan dan informasi transportasi sebaiknya diperiksa kembali melalui pengumuman resmi sebelum berangkat.
5. Menikmati hasil tangkapan laut di Daemyeonghang dan melihat kapal di Gimpo Hamsang Park

Gimpo Hamsang Park (commons.wikimedia.org/ChongDae) Jika ingin melihat sisi pesisir Gimpo, Daemyeonghang bisa menjadi tujuan yang menarik. Pelabuhan di wilayah Daegot-myeon ini dikenal dengan aktivitas perikanan dan pasar hasil lautnya.
Suasana tempat pelelangan dan penjualan ikan bisa dijumpai di sekitar pelabuhan, sementara restoran setempat menawarkan aneka hidangan laut yang mengikuti hasil tangkapan musim itu. Kepiting, ikan, dan berbagai hasil laut lainnya menjadi pilihan yang bisa dicari ketika berkunjung. Waktu terbaik untuk datang bisa disesuaikan dengan musim hasil tangkapan yang ingin dicicipi.
Tidak jauh dari pelabuhan, terdapat Gimpo Hamsang Park yang juga dikenal sebagai Gimpo Marine Park. Daya tarik utamanya adalah kapal pendarat LST yang sudah tidak digunakan, lalu dialihfungsikan sebagai ruang edukasi maritim. Pengunjung bisa melihat bagian kapal sekaligus mengenal sejarah kapal tersebut dan kehidupan personel militer laut Korea Selatan.
Keberadaan kapal sungguhan membuat pengalaman berkunjung terasa lebih menarik dibandingkan dengan hanya melihat koleksi miniatur di museum. Daemyeonghang dan Gimpo Hamsang Park bisa disatukan dalam satu agenda perjalanan karena lokasinya berada di kawasan yang sama.
Gimpo punya banyak sisi yang belum tentu langsung terpikirkan ketika orang membicarakan wisata Korea Selatan. Di kota ini, kamu bisa melihat kawasan Korea Utara dari observatorium, menemukan karya seni bertema perdamaian di tengah alam, menelusuri makam kerajaan, hingga menikmati suasana pelabuhan nelayan. Bagi penggemar Ohyul LNGSHOT, perjalanan ke kampung halamannya bisa menjadi pengalaman yang lebih berkesan ketika diisi dengan mengenal tempat-tempat yang punya cerita khas Gimpo.
















![[QUIZ] Dari Lagu Galau Pilihanmu, Kamu Cocoknya Healing ke Sini!](https://image.idntimes.com/post/20251028/pexels-bimbim-sindu-96724782-9452081-1_e693edcc-34c2-4e6d-a55e-bb4267e06403.jpg)





