Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Alur Mendaki Broad Peak, dari Base Camp hingga Summit
ilustrasi pegunungan di Pakistan (pexels.com/Younus Sahil Official)
  • Ekspedisi Broad Peak 8.051 mdpl dimulai dari Islamabad menuju Skardu dan Askole, lalu trekking 6–7 hari melintasi Baltoro Glacier ke base camp sekitar 4.850 mdpl untuk aklimatisasi.
  • Dari base camp, pendaki naik bertahap ke Camp 1 (6.000 mdpl), Camp 2 (6.400 mdpl), dan Camp 3 (7.100 mdpl), menghadapi jurang batu, lereng salju, risiko longsoran, angin, serta suhu dingin.
  • Pendakian puncak dari Camp 3 berlangsung sekitar 10–14 jam melalui lereng salju dan punggungan terbuka; setelah 8.000 mdpl, pendaki memasuki death zone sebelum mencapai main summit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Broad Peak selalu punya daya tarik tersendiri bagi para pendaki gunung tinggi. Berdiri megah di jajaran Pegunungan Karakoram, Pakistan, gunung dengan ketinggian 8.051 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini menawarkan kombinasi antara pendakian panjang, panorama gletser yang spektakuler, dan tantangan khas pegunungan 8.000 meter.

Meski sering dianggap memiliki rute yang lebih bersahabat dibandingkan K2 di sebelahnya, pendakian menuju puncak Broad Peak tetap membutuhkan persiapan matang. Dengan memahami alur mendaki Broad Peak, pendaki bisa mengenali setiap tahapan perjalanan, memperkirakan tantangan di lapangan, sekaligus menyusun strategi yang lebih aman selama ekspedisi.

Berikut alur mendaki Broad Peak mulai dari tahapan jalur pendakian hingga mencapai puncak utama di ketinggian 8.051 meter.

1. Dimulai dari Islamabad hingga Broad Peak Base Camp

ilustrasi suasana di Skardu, Pakistan (pexels.com/Arif Esapzai)

Pendakian Broad Peak tidak dimulai ketika kaki menginjak salju di lereng gunung, melainkan sejak perjalanan menuju kawasan Karakoram. Sebagian besar ekspedisi diawali dari Islamabad, kemudian dilanjutkan ke Kota Skardu menggunakan pesawat domestik atau jalur darat. Dari Skardu, pendaki menempuh perjalanan sekitar 6-8 jam menggunakan kendaraan 4WD menuju Desa Askole yang menjadi gerbang masuk kawasan Baltoro.

Dari Desa Askole, perjalanan berlanjut dengan trekking menuju Broad Peak Base Camp selama kurang lebih 6-7 hari. Jalur ini melewati Baltoro Glacier, salah satu gletser non kutub terpanjang di dunia dengan sejumlah titik perkemahan seperti Jhola, Paiju, Urdukas, dan Concordia. Selain menyuguhkan panorama Pegunungan Karakoram, trekking ini juga membantu tubuh beradaptasi secara bertahap terhadap peningkatan ketinggian.

Sesampainya di base camp yang berada di sekitar 4.850 mdpl, tim ekspedisi biasanya menghabiskan beberapa hari untuk beristirahat, mempersiapkan perlengkapan, sekaligus menjalani proses aklimatisasi. Pendaki akan melakukan rotasi naik turun menuju camp yang lebih tinggi agar tubuh terbiasa dengan kadar oksigen yang semakin tipis.

2. Menuju Camp 1 di ketinggian 6.000 meter

ilustrasi base camp (pexels.com/Muhammad Ayyan)

Dilansir dari www.globalsummitguide.com, perjalanan berikutnya adalah menuju Camp 1 yang terletak di ketinggian sekitar 6.000 meter di West Spur. Umumnya, pendaki gunung mendaki dari base camp melalui jurang batu terjal yang menentukan teknis pendakian awal. Jurang tersebut terdiri dari pendakian campuran batu dan salju dengan tali tetap yang dipasang di bagian yang lebih curam.

Jurang batu ini adalah salah satu bagian rute yang paling menantang. Sebab, pendaki menghadapi pendakian alpine sejati daripada berjalan di gletser. Rute dari base camp ke Camp 1 biasanya membutuhkan waktu 6-8 jam pendakian untuk pendaki dengan kondisi fisik yang bugar dan telah beradaptasi dengan ketinggian. Camp 1 sendiri berada di area yang relatif datar di atas jurang, serta memiliki tempat untuk memasang tenda dan penyimpanan peralatan.

3. Perjalanan berlanjut ke Camp 2

ilustrasi mendaki di Pakistan (pexels.com/Ameer Hamza Khan)

Camp 2 terletak di sekitar 6.400 meter di atas lereng salju besar rute ini. Pendaki mendaki dari Camp 1 melalui pendakian di lereng salju yang terbuka. Lereng salju ini membutuhkan tantangan teknis yang lebih sedikit daripada jurang batu di bawahnya, tetapi memiliki risiko longsoran salju. Sehingga, pendaki harus memantau kondisi salju di atas dan memilih waktu pendakian dengan hati-hati.

Menariknya, posisi Camp 2 menawarkan pemandangan spektakuler K2 langsung ke bagian utara dan seluruh gasherbrum massif ke timur. Pendakian ini biasanya memakan waktu empat hingga enam jam dari Camp 1.

4. Camp 3 di ketinggian 7.100 meter

ilustrasi mendaki di area bersalju (pexels.com/Saikat Ghosh)

Camp 3 terletak di ketinggian sekitar 7.100 meter di bagian atas West Spur. Untuk menuju camp ini, dari Camp 2 pendaki melalui medan yang semakin curam dan rute menjadi lebih terbuka dengan peningkatan angin serta suhu dingin selama sekitar 6-8 jam. Sebagian besar ekspedisi komersial mengaktifkan oksigen tambahan untuk pendakian antara Camp 2 dan Camp 3. Namun, banyak pendaki berpengalaman yang mencoba pendakian tanpa oksigen tambahan.

Waktu yang dihabiskan di Camp 3 sengaja diminimalkan sehingga pendaki bisa tiba sebelum siang. Kemudian, mereka beristirahat sebentar serta mempersiapkan diri untuk pendakian menuju puncak. Jika memungkinkan, mereka akan tidur beberapa jam dan berangkat menuju puncak antara tengah malam atau sekitar pukul 02.00 pagi waktu setempat.

5. Dari Camp 3 menuju puncak utama

ilustrasi mendaki puncak ketinggian 8.000 meter (pexels.com/ArtHouse Studio)

Pendakian puncak dari Camp 3 ke puncak utama di ketinggian 8.051 meter merupakan bagian yang paling menantang dan berbahaya dari seluruh ekspedisi. Umumnya, pendaki berangkat dari Camp 3 antara tengah malam dan pukul 02.00 pagi dengan tujuan mencapai foresummit di sekitar ketinggian 7.950 meter pada pertengahan pagi, kemudian main summit antara pukul 08.00 dan siang.

Lintasan puncak dari foresummit ke main summit dapat memakan waktu satu hingga tiga jam, tergantung pada kondisi medan, kualitas salju, dan kemampuan setiap individu. Sehingga, total durasi pendakian dari Camp 3 hingga puncak utama akan memakan waktu sekitar 10 hingga 14 jam.

Pendakian menuju puncak dilakukan saat suhu masih sangat rendah agar pendaki memiliki cukup waktu kembali turun sebelum cuaca berubah. Jalur menuju summit didominasi lereng salju, punggungan sempit, serta beberapa bagian yang telah dipasangi fixed rope. Setelah melewati ketinggian 8.000 meter, pendaki memasuki kawasan death zone, yaitu area dengan kadar oksigen yang sangat rendah sehingga tubuh manusia tidak lagi mampu beradaptasi secara optimal.

Bagian antara foresummit dan main summit melibatkan lintasan punggung bukit yang panjang dan terbuka. Seringkali, pendaki berbalik karena waktu, cuaca, atau kelelahan di foresummit. Namun, pendakian tidak dapat dianggap sebagai pendakian Broad Peak yang sukses tanpa mencapai main summit yang sebenarnya di ketinggian 8.051 meter.

Broad Peak menawarkan lebih dari sekadar pemandangan megah di jantung Pegunungan Karakoram. Setiap etape perjalanan, menghadirkan tantangan yang menguji kemampuan sekaligus ketahanan mental pendaki. Dengan memahami alur mendaki Broad Peak, mengenali karakter jalur, serta mempersiapkan diri secara menyeluruh, peluang menjalani ekspedisi yang aman dan berkesan akan semakin besar. Sebab pada akhirnya, pencapaian terbaik dalam pendakian bukan hanya berdiri di titik tertinggi, melainkan pulang membawa pengalaman dan seluruh anggota tim kembali dengan selamat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article