Apakah Boleh Mengenakan Piyama saat Sarapan di Hotel?

Menginap di hotel kerap identik dengan momen santai, termasuk saat menikmati sarapan pagi yang sudah disediakan. Tak sedikit tamu yang ingin langsung menuju restoran hotel dengan pakaian paling nyaman, seperti piyama, terutama setelah bangun tidur dan belum ingin mandi maupun berdandan rapi.
Namun, kebiasaan ini sering memunculkan pertanyaan, apakah boleh mengenakan piyama saat sarapan di hotel, atau justru dianggap melanggar etika. Perlu diketahui setiap hotel memiliki aturan dan standar kenyamanan yang berbeda-beda, termasuk soal berpakaian di area publik. Oleh karena itu, penting memahami batasan yang berlaku, agar tidak salah langkah dan tetap merasa nyaman.
Lantas, bolehkah sarapan di hotel mengenakan piyama? Simak penjelasannya berikut ini, ya!
Table of Content
1. Tidak ada larangan tertulis, tapi ada etika
Pada dasarnya, sebagian besar hotel tidak memiliki larangan tertulis yang secara eksplisit melarang tamu mengenakan piyama saat sarapan. Terutama di hotel berbintang menengah hingga atas, tamu biasanya diberi keleluasaan selama berpakaian sopan dan pantas.
Namun, perlu diingat bahwa ruang sarapan, baik restoran maupun area buffet, merupakan ruang publik. Artinya, ada etika berpakaian yang sebaiknya tetap diperhatikan demi kenyamanan bersama.
2. Tergantung jenis dan konsep hotel

Boleh atau tidaknya mengenakan piyama saat sarapan juga sangat bergantung pada konsep hotel. Hotel resor, hotel keluarga, atau penginapan dengan nuansa santai cenderung lebih toleran terhadap pakaian kasual, termasuk piyama yang rapi. Di tempat seperti ini, mengenakan piyama berbahan tertutup dan bersih biasanya masih dianggap wajar.
Sebaliknya, hotel bisnis atau hotel berbintang dengan konsep formal umumnya mengharapkan tamu berpakaian lebih rapi saat berada di area publik. Meskipun tidak selalu ditegur, tamu yang datang mengenakan piyama bisa saja mendapat pandangan kurang nyaman dari tamu lain.
3. Piyama seperti apa yang masih aman dikenakan?
Jika ingin tetap mengenakan piyama, pastikan modelnya sopan dan menutup tubuh dengan baik. Piyama dua potong berbahan katun, tanpa motif berlebihan, serta tidak transparan masih tergolong aman. Hindari piyama yang terlalu tipis, terlalu pendek, atau menyerupai pakaian tidur dalam. Beberapa tamu juga menyiasatinya dengan menambahkan outer, seperti cardigan atau jaket ringan, agar terlihat lebih pantas saat berada di restoran hotel.
4. Kebijakan hotel bisa berbeda-beda

Perlu diketahui setiap hotel memiliki kebijakan internal masing-masing. Ada hotel yang secara halus menyarankan tamu untuk tidak mengenakan pakaian tidur di area makan. Informasi ini biasanya disampaikan saat check-in atau tercantum dalam panduan tamu di kamar. Jika ragu, kamu bisa bertanya langsung kepada staf hotel atau resepsionis untuk memastikan aturan yang berlaku.
5. Lebih aman ganti ke pakaian santai
Untuk menghindari rasa canggung atau teguran, pilihan paling aman adalah mengganti piyama dengan pakaian santai, seperti kaus dan celana pendek atau panjang yang nyaman. Selain lebih sopan, kamu juga bisa menikmati sarapan dengan lebih percaya diri.
Kesimpulannya, sarapan di hotel memakai piyama pada dasarnya boleh-boleh saja, selama hotel tidak melarang dan pakaian yang dikenakan tetap sopan. Namun, demi kenyamanan bersama dan menghormati etika ruang publik, berpakaian rapi tetap menjadi pilihan terbaik saat menikmati sarapan hotel.


















