Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Cara Membawa Powerbank di Pesawat agar Tidak Disita Petugas

ilustrasi powerbank dan handphone
ilustrasi powerbank dan handphone (pexels.com/DEBRAJ ROY)
Intinya sih...
  • Simpan powerbank di bagasi kabin, bukan bagasi tercatat
  • Perhatikan kapasitas maksimal yang diizinkan
  • Prosedur khusus untuk kapasitas 100 Wh—160 Wh
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kamu sudah rapi dengan outfit liburan impian, paspor sudah di tangan, dan tinggal selangkah lagi menuju gate keberangkatan. Namun, tiba-tiba petugas keamanan bandara menghentikanmu dan meminta memeriksa tas kecil yang kamu jinjing karena ada benda mencurigakan di dalam pemindai X-ray.

Ternyata, powerbank kesayanganmu terancam ditahan, karena kamu tak memahami aturan main yang berlaku di dunia penerbangan internasional. Mengetahui cara membawa powerbank di pesawat agar tidak disita petugas adalah ilmu wajib bagi setiap traveler modern agar perjalanan tetap asyik tanpa drama penyitaan di bandara.

Kamu mungkin berpikir bahwa menaruh semua barang elektronik di koper besar adalah cara paling praktis agar tanganmu tak repot selama di bandara. Padahal, membawa powerbank ke dalam pesawat memiliki protokol keamanan yang sangat ketat demi menjaga keselamatan seluruh penumpang di udara.

Baterai lithium yang menjadi jantung dari powerbank memiliki sifat kimia yang sensitif terhadap perubahan tekanan dan suhu ekstrem. Ingat, jika kamu salah langkah, bukan hanya powerbank-mu yang hilang, tapi kamu juga bisa berurusan dengan pihak berwajib karena dianggap melanggar regulasi keselamatan penerbangan, lho. Ini beberapa cara membawa powerbank saat naik pesawat yang bisa kamu ikuti.

1. Wajib simpan di bagasi kabin, bukan bagasi tercatat

ilustrasi koper
ilustrasi koper (pixabay.com/StelaDi)

Kesalahan paling umum yang sering dilakukan penumpang adalah memasukkan powerbank ke dalam koper yang masuk ke bagasi pesawat (checked baggage). Perlu kamu ketahui, powerbank dilarang keras berada di dalam bagasi bawah, karena risiko kebakaran yang sulit dideteksi oleh kru kabin jika terjadi di ruang kargo. Jika terjadi korsleting atau ledakan kecil di bagasi kabin, kru bisa langsung mengambil tindakan darurat dengan cepat untuk memadamkannya.

Oleh karena itu, pastikan powerbank selalu ada di dalam tas jinjing atau ransel yang kamu bawa masuk ke dalam kabin pesawat. Hal ini menjadi langkah dasar paling krusial agar perangkatmu gak langsung masuk ke kotak penyitaan petugas saat pemeriksaan awal.


2. Perhatikan kapasitas maksimal yang diizinkan

ilustrasi powerbank
ilustrasi powerbank (pixabay.com/StockSnap)

Setiap maskapai memiliki standar yang merujuk pada aturan internasional mengenai kapasitas daya baterai yang boleh dibawa tanpa izin khusus. Umumnya, kamu diperbolehkan membawa powerbank dengan kapasitas di bawah 100 Wh (Watt-hour) atau setara dengan maksimal 27.000 mAh tanpa perlu melapor.

Kapasitas powerbank tersebut dianggap masih dalam batas aman, karena potensi panas yang dihasilkan gak terlalu besar jika terjadi malfungsi pada sel baterai. Pastikan kamu mengecek spesifikasi yang tertera di bodi powerbank milikmu sebelum berangkat untuk memastikan angkanya gak melebihi batas tersebut. 


3. Prosedur khusus untuk kapasitas 100 Wh—160 Wh

ilustrasi powerbank
ilustrasi powerbank (pexels.com/I'm Zion)

Jika kamu adalah seorang fotografer atau pengguna gadget berat yang memerlukan daya besar, kamu mungkin membawa powerbank dengan kapasitas antara 100 Wh—160 Wh. Untuk kategori ini, kamu wajib melapor kepada pihak maskapai saat proses check-in tiket untuk mendapatkan izin tertulis dari petugas berwenang.

Maskapai biasanya akan memberikan label khusus atau sekadar verifikasi bahwa perangkatmu layak dibawa masuk ke kabin dengan pengawasan tertentu. Namun, perlu diingat bahwa powerbank dengan kapasitas di atas 160 Wh benar-benar dilarang total untuk dibawa terbang demi alasan keamanan nasional dan internasional. Jangan mencoba menyelundupkannya karena detektor bandara saat ini sudah sangat canggih dalam mendeteksi ukuran kepadatan sel baterai, lho.


4. Pastikan label spesifikasi terbaca jelas

ilustrasi powerbank
ilustrasi powerbank (pexels.com/I'm Zion)

Salah satu alasan utama powerbank disita merupakan karena label informasi kapasitasnya sudah pudar, terkelupas, atau bahkan hilang sama sekali. Petugas bandara bekerja berdasarkan bukti tertulis yang ada pada fisik perangkat untuk menentukan apakah powerbank tersebut aman atau gak.

Jika mereka tak bisa menemukan tulisan mAh atau Wh pada bodi powerbank, mereka memiliki hak penuh untuk menyitanya karena dianggap sebagai barang dengan kapasitas gak teridentifikasi. Sebaiknya, lindungi label spesifikasi dengan selotip bening agar tak mudah terhapus akibat gesekan selama pemakaian. Jika powerbank kamu sudah polos tanpa tulisan, lebih baik tinggalkan di rumah daripada harus berpisah selamanya di bandara, ya.


5. Cek kondisi fisik powerbank sebelum berangkat

ilustrasi powerbank
ilustrasi powerbank (pexels.com/ Andrea Piacquadio)

Jangan pernah memaksakan diri membawa powerbank yang sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan fisik demi keselamatan jiwamu dan penumpang lain. Perangkat yang sudah bengkak (kembung), memiliki kabel yang terkelupas, atau ada bekas korosi pada port USB merupakan alarm bahaya bagi petugas keamanan.

Powerbank yang bengkak menandakan adanya kerusakan pada sel lithium di dalamnya yang sangat rawan memicu ledakan jika terpapar perubahan tekanan udara di ketinggian ribuan kaki. Petugas keamanan akan sangat teliti memeriksa kondisi fisik barang bawaanmu, terutama jika terlihat tak wajar atau cacat. 


6. Batasi jumlah powerbank yang kamu bawa

ilustrasi powerbank
ilustrasi powerbank (pexels.com/Lukas Blazek)

Meski kapasitas masing-masing powerbank sudah sesuai aturan, bukan berarti kamu bisa membawa satu lusin powerbank dalam satu tas. Mayoritas maskapai penerbangan membatasi setiap penumpang hanya boleh membawa maksimal dua unit powerbank ke dalam kabin. Aturan ini bertujuan untuk meminimalisir risiko penumpukan bahan kimia lithium di satu titik tempat duduk penumpang.

Kalau kamu membawa lebih dari dua buah, petugas berhak meminta kamu untuk menitipkannya kepada kerabat atau merelakannya untuk dimusnahkan. Bijaklah dalam membagi slot daya cadanganmu agar gak dianggap sedang membawa barang dagangan ilegal ke dalam pesawat.


7. Tips menyimpan powerbank aman selama di dalam pesawat

ilustrasi powerbank
ilustrasi powerbank (pexels.com/ready made)

Setelah kamu berhasil melewati pemeriksaan dan duduk manis di kursi pesawat, jangan lupakan aturan keselamatan selama penerbangan. Simpanlah powerbank di dalam tas atau pouch khusus yang menjauhkannya dari benda-benda logam, seperti kunci atau koin, yang bisa memicu hubungan arus pendek.

Paling penting, kamu dilarang keras menggunakan powerbank untuk mengisi daya ponsel selama pesawat sedang mengudara atau saat proses take-off dan landing. Penggunaan powerbank saat terbang bisa memicu panas berlebih yang sulit dipantau jika kamu tertidur selama perjalanan. Mematikan perangkat sepenuhnya menjadi langkah paling aman hingga kamu mendarat dengan selamat di destinasi tujuan.

Mematuhi regulasi penerbangan merupakan bentuk tanggung jawab penumpang yang peduli terhadap keselamatan bersama. Dengan memahami detail teknis dan batasan yang ada, kamu gak perlu lagi merasa was-was saat tas jinjingmu masuk ke dalam mesin pemindai. Pastikan kamu selalu memperbarui informasi mengenai kebijakan maskapai tertentu karena terkadang aturan di setiap negara bisa sedikit berbeda. Semoga informasi tentang cara membawa powerbank di pesawat agar tidak disita petugas ini bisa memperlancar perjalananmu, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Travel

See More

[QUIZ] Siapa Member no na yang Bakal Jadi Partner Liburanmu Tahun 2026 Ini?

04 Feb 2026, 20:10 WIBTravel