Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Jalur Pendakian Gunung Fuji Jepang, Pahami sebelum Mendaki!

4 Jalur Pendakian Gunung Fuji Jepang, Pahami sebelum Mendaki!
Potret Gunung Fuji di Jepang (unsplash.com/jojophoto)
Intinya Sih
  • Gunung Fuji memiliki empat jalur pendakian resmi—Fujinomiya, Gotemba, Subashiri, dan Yoshida—dengan titik awal, karakter medan, jarak, serta durasi berbeda.
  • Fujinomiya berawal di ketinggian 2.400 meter dengan rute 4,3 kilometer yang curam dan berbatu; Gotemba terpanjang, 10,5 kilometer, berkerikil vulkanik serta ditujukan bagi pendaki berpengalaman.
  • Subashiri melewati hutan sebelum medan berpasir dan berbatu, lalu menyatu dengan Yoshida; Yoshida menjadi jalur terpopuler dengan trek berbatu, berkerikil, dan area ramai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Siapa, sih, yang tidak terpikat dengan kemegahan Gunung Fuji? Gunung tertinggi di Jepang ini selalu menjadi impian para pendaki dari berbagai belahan dunia. Mereka rela merogoh kocek dalam untuk menikmati keindahan dan mendapatkan pengalaman tak terlupakan.

Namun, sebelum kamu mengemas tas gunung dan memesan tiket penerbangan ke Negeri Sakura, ada satu hal penting yang wajib kamu pahami, yakni jaur pendakiannya. Secara umum, terdapat empat jalur resmi yang bisa dipilih untuk mencapai puncak gunung ini. Masing-masing jalur menawarkan tantangan, estimasi waktu, dan pemandangan yang berbeda.

Nah, biar gak salah pilih, simak ulasan lengkap mengenai empat jalur pendakian Gunung Fuji berikut ini, yuk!

1. Jalur Fujinomiya

Potret pendaki di salah satu pendakian Gunung Fuji
Potret pendaki di salah satu pendakian Gunung Fuji (unsplash.com/Ryan)

Jalur yang pertama adalah Fujinomiya di Perfektur Shizuoka. Rute ini dimulai dari titik tertinggi di Stasiun Fujinomiya ke-5. Titik awal pendakian jalur ini berada di ketinggian 2.400 meter di atas permukaan laut. Medan pendakiannya cukup curam dengan ciri khas jalanan berbatu.

Trek dari titik pendakian (stasiun kelima) menuju ke stasiun keenam relatif mudah dilalui. Namun, dari stasiun keenam dan seterusnya, medan mulai curam. Dari stasiun ketujuh hingga puncak, kemiringannya menjadi lebih curam, serta jalurnya kasar dan berbatu.

Total panjang rute Fujinomiya ini adalah 4,3 kilometer. Durasi rata-rata yang dibutuhkan pendaki untuk naik sekitar 5-10 menit. Sementara itu, durasi turunnya 2 jam 40 menit. Perkiraan durasi tersebut belum termasuk waktu istirahat dn kondisi cuaca saat pendakian.

2. Jalur Gotemba

Potret orang mendaki gunung
Potret orang mendaki gunung (unsplash.com/Jasmine Bartel)

Selain Jalur Fujinomiya, di Perfektur Shizuoka juga terdapat jalur lain, yakni Jalur Gotemba. Jalur ini dimulai dari Stasiun Gotemba ke-5 dan terletak di ketinggian 1.440 meter di atas permukaan laut. Medan pendakiannya berupa kerikil vulkanik dan berbatu.

Dari stasiun kelima hingga keenam, jalannya setapak dan cenderung landai. Terdapat pasir dan kerikil vulkanik dengan sedikit penanda di sana. Memasuki stasiun keenam, kemiringannya menjadi lebih curam secara bertahap. Dari stasiun ketujuh, tanjakannya menjadi lebih "serius" dengan medan berbatu dan berkerikil.

Di stasiun kedelapan, medannya menjadi lebih terjal dan medannya berbatu dari tumpukan lava. Untuk naik ke atas, total panjang Rute Gotemba ini adalah 10,5 kilometer dan durasi pendakian sekitar 8 jam 40 menit. Sedangkan, turunnya sekitar 8,4 kilometer dengan durasi 3 jam 30 menit. Rute ini cocok untuk pendaki yang sudah berpengalaman.

3. Jalur Subashiri

Subashiri dan lereng timur Gunung Fuji
Subashiri dan lereng timur Gunung Fuji (commons.wikimedia.org/Σ64)

Jalur Subashiri juga berada di Perfektur Shizuoka, tepatnya di Kota Oyama dan di sisi timur Gunung Fuji. Titik pendakiannya dimulai dari Stasiun Subashiri ke-5 dengan ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut.

Dari stasiun kelima hingga stasiun keenam, pendaki akan melintasi zona hutan yang rimbun, sehingga udara terasa sejuk dan tidak panas. Setelah stasiun keenam, jalan setapak menjadi berpasir dan kerikil vulkanik. Dari sekitar stasiun ketujuh, area berbatu dan batuan lepas semakin banyak. Jalur ini bergabung dengan rute Yoshida di stasiun kedelapan, sehingga kondisinya menjadi sangat ramai.

Dari stasiun kesembilan hingga puncak, jalan setapak makin sempit dan terdiri dari bagian-bagian berbatu yang curam. Total jarak pendakian di jalur ini adalah 6,9 kilometer dengan durasi 6 jam 29 menit. Sedangkan, jarak turunnya 6,2 kilomter dengan durasi 3 jam 20 menit.

4. Jalur Yoshida

Jalur Yoshida di Gunung Fuji Jepang
Jalur Yoshida di Gunung Fuji Jepang (commons.wikimedia.org/Katorisi)

Terakhir adalah Jalur Yoshida yang terletak di Perfektur Yamanashi. Jalur ini menjadi yang paling populer di kalangan pendaki Gunung Fuji. Titik pendakiannya dimulai dari stasiun ke-5 Jalur Fuji Subaru yag berada pada ketinggian 2.305 meter di atas permukaan laut. Medan pendakiannya berbatu dan berkerikil.

Dari stasiun kelima ke stasiun keenam masih cukup landai dan melalui hutan. Setelah itu, jalur berubah menjadi jalan berkelok-kelok, serta kondisinya berpasir dan berkerikil vulkanik. Dari stasiun ketujuh, medannya menjadi curam dan berbatu.

Kemudian, di tengah stasiun kedelapan, jalur menjadi lebih sulit didaki. Area ini juga menjadi sangat ramai karena menyatu dengan rute Subashiri. Selanjutnya, dari stasiun kesembilan hingga puncak, jalurnya sempit dan terdiri dari bagian-bagian berbatu yang curam.

Total jarak tempuh pendakian di Jalur Yoshida ini adalah 6,8 kilometer dan durasi waktunya sekitar 6 jam 10 menit. Sementara itu, jarak tempuh turunnya sekitar 7 kilometer dan durasinya 3 jam 35 menit.

Nah, itu dia empat jalur pendakian Gunung Fuji yang wajib kamu pahami. Setiap pendakian memiliki karakteristik, waktu dan jarak tempuh, serta ketinggian yang berbeda. Pilih jalur sesuai dengan kebutuhan dan kemampuanmu, ya!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More