ilustrasi gerbang torii menjelang puncak Gunung Fuji (unsplash.com/Xiong Mingiie)
Bagi banyak pendaki, terutama pendaki pemula, puncak merupakan target yang harus dicapai. Lantas bagaimana dengan Gunung Fuji? Apakah gunung ini bisa didaki sampai ke puncak? Jawabannya adalah bisa.
Gunung Fuji bisa didaki hingga ke puncak. Mengingat sebagian besar waktu pendakian sendiri berlangsung di musim panas, salju sudah sepenuhnya mencair di sepanjang jalur maupun di puncaknya sehingga bisa dilewati. Namun, satu hal yang perlu diingat adalah jarak pendakian dan waktu tempuh menuju puncak bisa berbeda tergantung pada jalur yang kamu pilih.
Pendakian melalui Jalur Yoshida dimulai dari ketinggian 2.305 mdpl dan membutuhkan waktu pendakian 5-7 jam. Jalur Fujinomiya dimulai dari ketinggian 2.380 mdpl dan hanya membutuhkan waktu antara 4-7 jam untuk pendakian.
Subashiri dan Gotemba merupakan dua jalur terpanjang di Gunung Fuji. Pendakian melalui Jalur Subashiri dimulai dari ketinggian 1.970 mdpl, dengan waktu pendakian antara 6-7 jam. Terakhir dan yang terjauh, yakni Jalur Gotemba. Untuk mencapai puncak Gunung Fuji dari jalur ini, rata-rata pendaki membutuhkan waktu 7-10 jam, dengan garis awal pada ketinggian 1.440 mdpl.
Dibandingkan dengan jalur pendakian gunung-gunung di Indonesia, jalur pendakian ke puncak Gunung Fuji memang lebih tertata. Namun, bukan berarti kita bisa menyepelekan jalurnya. Sebagai gunung tertinggi di Jepang, pendakian ke puncak Gunung Fuji bukan hal yang mudah, terutama jika kamu adalah pemula yang belum pernah naik gunung sebelumnya.
Untuk bisa mendaki ke puncaknya, setiap pengunjung wajib melakukan pendaftaran online beberapa hari sebelum keberangkatan dan membayar biaya 4.000 yen Jepang per orang. Selain itu, para pendaki juga wajib memakai sepatu trekking, pakaian untuk cuaca dingin, dan pakaian anti-hujan. Tanpa ketiganya, kamu akan ditolak masuk dan dilarang melakukan pendakian.