Musim semi di Jepang menjadi waktu paling dinanti para pelancong mancanegara maupun domestik. Berbagai jenis bunga sedang mekar terutama sakura, cuaca lebih bersahabat, jalur pendakian mulai dibuka, dan jadwal festival yang relatif padat. Pantas saja kalau dianggap sebagai waktu terbaik untuk mengunjungi Negeri Matahari Terbit.
Namun, dikutip dari Japan Times, Jumat (27/03/2026), pemerintah Jepang menetapkan target baru untuk meningkatkan jumlah wilayah yang menerapkan langkah-langkah untuk mengatasi overtourism dari 47 wilayah tahun 2025 menjadi 100 wilayah pada 2030. Di sisi lain, beberapa tahun terakhir Kyoto, Tokyo, Osaka hingga daerah di sekitar Gunung Fuji tengah menghadapi lonjakan pengunjung. Mereka pun memberlakukan berbagai aturan, mulai dari menaikkan pajak hingga pembatasan lokasi yang boleh dikunjungi.
Ramainya wisatawan mendatangkan keuntungan dari segi ekonomi, tetapi dapat mengancam kenyamanan, kerusakan lingkungan, serta pengalaman traveling. Lantas, apakah liburan musim semi ke Jepang saat overtourism masih worth it? Yuk, kita ulik!
