Mau Nonton Grebeg Besar Keraton Solo? Simak 5 Tips Penting Ini

- Grebeg Besar Keraton Surakarta digelar pada 27–28 Mei 2026 sebagai tradisi budaya yang meramaikan perayaan Idul Adha dengan arak-arakan gunungan hasil bumi.
- Pengunjung disarankan datang lebih awal, memakai pakaian nyaman, serta menyiapkan kamera atau ponsel penuh daya untuk mengabadikan momen kirab dan prosesi sakral.
- Acara ini juga jadi kesempatan menikmati kuliner khas Solo di sekitar keraton, menambah pengalaman wisata budaya yang seru dan berkesan bagi pengunjung.
Pagi hari di Kota Solo biasanya berjalan pelan. Namun, saat Grebeg Besar digelar, suasananya berubah ramai sejak matahari belum benar-benar tinggi. Jalanan di sekitar keraton dipenuhi warga, wisatawan, hingga pemburu foto budaya. Bagi sebagian orang, Grebeg Besar bukan sekadar tontonan budaya, melainkan pengalaman yang membawa suasana Jawa tempo dulu terasa hidup kembali.
Tradisi Grebeg Besar sendiri merupakan bagian dari perayaan Idul Adha di lingkungan Keraton Surakarta Hadiningrat. Prosesi ini identik dengan arak-arakan gunungan hasil bumi yang diperebutkan karena dipercaya membawa berkah. Jika kamu ingin melihat Grebeg Solo yang diselenggarakan pada 27 dan 28 Mei 2026 ini secara langsung, berikut lima tips yang bisa dilakukan agar nyaman dan gak kehabisan strategis untuk nonton Grebeg Besar Keraton Surakarta secara langsung.
Table of Content
1. Datang lebih awal untuk mendapatkan spot terbaik

Grebeg Besar selalu menarik banyak pengunjung, terutama di area depan keraton dan sepanjang jalur kirab atau arak-arakan. Jika ingin mendapatkan posisi menonton yang nyaman, sebaiknya datang sejak pagi hari jauh sebelum acara dimulai.
Biasanya, kirab Grebeg Besar akan dimulai pada pukul 09.00 atau 10.00 WIB. Para pengunjung akan mulai memadati lokasi sekitar satu hingga dua jam sebelum prosesi berlangsung. Kamu bisa mengatur waktu dengan datang lebih awal untuk mendapatkan spot. Sambil menunggu Grebeg Besar dimulai, kamu juga punya kesempatan untuk menikmati suasana Solo yang khas.
2. Gunakan pakaian yang nyaman

Cuaca di Solo saat siang bisa cukup panas, apalagi jika harus berdiri lama di tengah keramaian. Pilihlah pakaian berbahan ringan dan menyerap keringat agar tetap nyaman selama menonton.
Kamu juga bisa membawa topi, payung kecil, atau kacamata hitam untuk membantu melindungi diri dari teriknya sinar matahari. Jangan lupa memakai sunscreen serta alas kaki yang nyaman karena kamu kemungkinan perlu berjalan cukup jauh.
3. Siapkan kamera atau ponsel dengan baterai penuh

Prosesi Grebeg Besar memiliki banyak momen menarik untuk diabadikan. Mulai dari barisan prajurit keraton dengan pakaian serta senjata lengkap, hingga gunungan hasil bumi yang megah.
Pastikan kamera atau ponsel dalam kondisi penuh sebelum berangkat. Sehingga, kamu bisa mengambil foto atau video yang kamu suka tanpa mengganggu rangkaian prosesi. Jika memungkinkan, bawa power bank agar tidak kehabisan daya saat acara masih berlangsung.
4. Tetap tertib selama prosesi berlangsung

Sebagai acara budaya dan tradisi sakral, setiap pengunjung yang datang diharapkan menjaga sikap selama prosesi berlangsung. Hindari memasuki area yang sudah dibatasi petugas atau mendorong penonton lain. Di samping itu, kamu juga bisa mengikuti rute arak-arakan sejak gunungan keluar agar bisa melihat prajurit keraton dengan lebih dekat.
Saat kirab selesai dan gunungan mulai diperebutkan, suasananya bisa menjadi lebih ramai. Jika tidak ingin terjebak kerumuman, kamu bisa mundur perlahan agar dapat menontonnya dari sisi yang lebih aman.
5. Manfaatkan kesempatan untuk wisata kuliner sekaligus

Setelah acara Grebeg Besar selesai, jangan langsung pulang. Kawasan sekitar keraton memiliki banyak pilihan kuliner khas Solo yang menarik untuk dicoba seperti nasi liwet hingga tengkleng. Momen Grebeg Besar juga biasanya diramaikan pedagang makanan tradisional dan jajanan pasar yang jarang ditemui di hari biasa. Kamu bisa mencicipinya sambil menikmati suasana sekitar keraton maupun Kota Solo.
Tradisi Grebeg Besar Keraton Solo menjadi salah satu daya tarik budaya yang membuat kota ini selalu menarik untuk dikunjungi. Dengan persiapan yang tepat, pengalaman melihat langsung kirab budaya ini akan terasa lebih nyaman sekaligus berkesan. Nah, kelima tips di atas bisa langsung kamu coba, ya!
FAQ Seputar Tips Nonton Grebeg Besar Keraton Solo
| Mulai jam berapa biasanya prosesi kirab Gunungan Grebeg Besar ini keluar dari Keraton? | Prosesi utama biasanya dimulai sekitar pukul 09.30 hingga 10.00 WIB setelah upacara adat internal selesai. Namun, Abdi Dalem dan prajurit Keraton sudah mulai bersiap dan berbaris di halaman Kori Kamandungan sejak pukul 07.30 WIB. |
| Ke mana rute kirab gunungan tersebut dibawa? | Gunungan diarak keluar dari Kori Kamandungan (Keraton Solo), melewati Sasana Sewaka, berjalan melintasi Alun-Alun Utara, dan berakhir di pelataran Masjid Agung Surakarta untuk didoakan sebelum akhirnya diperebutkan oleh masyarakat. |
| Apa warna pakaian yang sebaiknya dihindari saat menonton ritual di area Keraton? | Jika Anda berada di area sakral keraton, sangat disarankan untuk menghindari pakaian berwarna hijau lumut atau hijau tua. Berdasarkan kepercayaan adat Keraton Mataram, warna ini dikhususkan bagi penguasa laut selatan (Nyai Roro Kidul). Pilih warna netral atau batik demi menghormati tradisi setempat. |
| Bolehkah mengambil foto menggunakan kamera profesional, drone, atau menyalakan lampu kilat (flash)? | Kamera HP dan DSLR/Mirrorless: Diperbolehkan dari jarak aman di luar barisan pembatas.Flash: Matikan lampu kilat (flash) saat mendekati Abdi Dalem atau keluarga Keraton yang sedang melakukan prosesi agar tidak mengganggu kekhusyukan ritual.Drone: Penggunaan drone di lingkungan dalam Keraton sangat dibatasi dan wajib mengantongi izin tertulis dari pihak otoritas Keraton Kasunanan Surakarta demi keamanan dan kesakralan acara. |




















