Potret pameran arsip Raden Saleh & Cikini, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)
Pameran arsip ini bertujuan mengangkat sosok Raden Saleh sebagai maestro lukis Indonesia. Selain itu, menyoroti nilai sejarah kawasan Cikini. Khususnya Taman Ismail Marzuki yang dahulu menjadi bagian dari kompleks kediaman Raden Saleh. Hal ini memperkuat keterkaitan antara warisan seni sang maestro dengan perkembangan kawasan tersebut sebagai pusat kebudayaan.
Pengunjung dapat menyaksikan sejumlah sketsa dan mural yang merefleksikan perkembangan seni di kawasan tersebut. Tak hanya itu, terdapat pula foto-foto dokumentasi lama yang merekam aktivitas kesenian. Termasuk di antaranya sejarah kelompok lawak legendaris Srimulat yang pernah menjadi program kesenian di Taman Ismail Marzuki. Budaya Betawi seperti lenong juga turut diangkat sebagai bagian penting dari identitas seni yang tumbuh di kawasan ini.
Selain sisi kesenian, pameran ini juga menyoroti sejarah Kebun Binatang Cikini yang menjadi cikal bakal Taman Margasatwa Ragunan. Kebun binatang tersebut pertama kali dibuka pada 1864. Sebelumnya dikelola di kawasan Cikini, hingga akhirnya pemerintah DKI Jakarta memindahkannya ke Ragunan.
Menariknya, pameran ini tidak hanya menampilkan sisi artistik Raden Saleh. Di dalamnya juga menyoroti semangat keilmuan yang dimiliki sang maestro. Ia bukan hanya dikenal sebagai pelukis, tetapi memiliki ketertarikan besar pada ilmu pengetahuan, termasuk dalam bidang sains dan penelitian.
“Ide menghadirkan jejak seni dan sains ini berangkat dari sosok Raden Saleh di Cikini, bukan hanya sebagai seniman, tetapi juga figur dengan semangat pengetahuan yang kuat,” ujar Akbar Yuni, Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, pada Senin (20/4/2026).