Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gunung Fuji (pixabay.com/ThuanJapan)
  • Nama Gunung Fuji telah dikenal sejak Jepang Kuno sebagai Puzi dan berkembang menjadi Fuji, Fuji-san, serta Fugaku dalam sastra dan puisi.
  • Asal-usul nama Fuji belum disepakati; penulisan kanji 富士 lebih mewakili bunyi nama lama, bukan penjelasan harfiah tentang asal katanya.
  • Legenda Putri Kaguya mengaitkan Fuji dengan fushi, keabadian, sementara gunung ini juga menjadi tempat sakral, ziarah, dan Warisan Dunia UNESCO sejak 2013.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setiap melihat foto Jepang, Gunung Fuji dengan puncaknya yang bersalju mungkin jadi salah satu pemandangan yang langsung dikenali. Namun, pernahkah terpikir dari mana nama Fuji berasal? Ternyata, nama gunung ikonik ini punya cerita panjang yang menarik, mulai dari berbagai teori sejarah hingga legenda yang hidup dalam budaya masyarakat Jepang.

Salah satu kisah yang kerap dikaitkan dengan penamaan gunung ini berasal dari cerita rakyat tentang Putri Kaguya. Konon, legenda tersebut memiliki hubungan dengan kata fushi yang berarti keabadian dalam bahasa Jepang, meski asal-usul nama Fuji sendiri masih memiliki beberapa teori. Penasaran bagaimana ceritanya? Yuk, kenali asal-usul nama Gunung Fuji dan legenda yang menyertainya!

1. Nama Fuji ternyata dikenal sejak zaman Jepang Kuno

Kawaguchiko Lake (commons.wikimedia.org/Midori)

Gunung Fuji ternyata sudah dikenal sejak lama, jauh sebelum menjadi ikon wisata Jepang seperti sekarang. Dalam catatan dan bahasa Jepang Kuno, gunung ini pernah disebut Puzi, yang kemudian berkembang menjadi Fuji. Sebutannya pun sudah muncul dalam berbagai karya sastra dan puisi Jepang sejak berabad-abad lalu.

Seiring waktu, penyebutannya ikut berkembang dan dikenal dalam beberapa bentuk, seperti Fuji-san dan Fugaku. Kata -san yang ditambahkan setelah Fuji berasal dari bahasa Jepang yang berarti gunung. Sementara itu, Fugaku lebih sering digunakan sebagai sebutan puitis untuk menyebut gunung ikonik tersebut.

2. Asal-usul nama Fuji masih memiliki beberapa teori

Gunung Fuji (magnific.com/jcomp)

Kalau ditelusuri lebih jauh, ternyata belum ada satu penjelasan yang benar-benar disepakati tentang asal-usul nama Fuji. Sejumlah teori mencoba menghubungkannya dengan kosakata Jepang Kuno, kondisi alam, hingga kepercayaan masyarakat pada masa lampau. Karena itu, asal-usul namanya masih menjadi pembahasan menarik bagi para peneliti.

Nama Fuji memang ditulis dengan kanji 富士, tetapi bukan berarti kedua karakter tersebut memiliki arti harfiah yang langsung menjelaskan nama gunungnya. Dalam bahasa Jepang, penulisan kanji terkadang dipilih untuk mewakili bunyi nama yang sudah digunakan sejak lama. Jadi, asal-usul nama Fuji tidak bisa diketahui hanya dengan menerjemahkan karakter kanjinya satu per satu.

3. Legenda Putri Kaguya ikut dikaitkan dengan nama Gunung Fuji

Gunung Fuji (pixabay.com/kimura2)

Salah satu cerita yang sering dikaitkan dengan asal-usul nama Fuji berasal dari kisah klasik Jepang berjudul Taketori Monogatari atau The Tale of the Bamboo Cutter. Ceritanya tentang Putri Kaguya, sosok perempuan cantik yang ditemukan di dalam batang bambu oleh seorang pencari bambu. Sebelum kembali ke bulan, Kaguya meninggalkan ramuan keabadian untuk kaisar yang pernah jatuh hati padanya.

Kaisar yang patah hati ternyata tidak ingin hidup abadi tanpa Putri Kaguya di sisinya. Ia lalu memerintahkan para pengawal untuk membakar ramuan tersebut di puncak gunung yang dianggap paling dekat dengan langit. Konon, kisah inilah yang kemudian dikaitkan dengan asal-usul nama Gunung Fuji.

4. Nama Fuji dikaitkan dengan kata fushi yang berarti keabadian

Gunung Fuji (pixabay.com/ArminEP)

Dalam legenda Putri Kaguya, nama Fuji dihubungkan dengan kata fushi (不死), yang berarti keabadian atau tidak mengalami kematian. Hubungan ini muncul karena ramuan yang dibakar di puncak gunung merupakan ramuan kehidupan abadi pemberian Putri Kaguya. Dari cerita tersebut, Gunung Fuji kemudian dikenal melalui kisah tentang keabadian.

Meski ceritanya menarik, hubungan antara kata fushi dan nama Fuji sebenarnya masih sebatas salah satu versi dalam legenda Jepang. Belum ada bukti kuat yang memastikan bahwa nama gunung tersebut memang berasal dari kata yang berarti keabadian. Namun, kisah Putri Kaguya tetap menjadi bagian menarik dari cerita rakyat yang membuat Gunung Fuji memiliki nilai budaya tersendiri.

5. Gunung Fuji juga punya banyak makna skaral bagi masyarakat Jepang

Gunung Fuji di Jepang (pixabay.com/CoupleStyle)

Bukan cuma punya cerita menarik di balik namanya, Gunung Fuji juga sudah lama dianggap istimewa oleh masyarakat Jepang. Puncaknya yang menjulang tinggi dan aktivitas vulkaniknya membuat gunung ini dihormati sebagai tempat yang memiliki kekuatan alam. Bahkan, sejak zaman dahulu, masyarakat Jepang mengaitkan Gunung Fuji dengan sosok dewa dan menjadikannya tempat untuk melakukan ritual keagamaan.

Tradisi tersebut kemudian berkembang menjadi kegiatan ziarah ke Gunung Fuji, termasuk melalui kelompok keagamaan yang dikenal sebagai Fujiko pada zaman Edo. Gunung ini juga menjadi sumber inspirasi bagi karya seni, puisi, dan sastra Jepang selama berabad-abad. Gak heran kalau pada 2013, Gunung Fuji diakui UNESCO sebagai Warisan Dunia dengan nilai budaya sebagai tempat sakral sekaligus sumber inspirasi artistik.

Nama Gunung Fuji ternyata menyimpan cerita yang lebih panjang daripada sekadar sebutan untuk gunung ikonik di Jepang. Mulai dari berbagai teori sejarah hingga legenda Putri Kaguya, semuanya ikut memperkaya makna Fuji dalam budaya masyarakat Jepang. Meski asal-usulnya belum bisa dipastikan, kisah-kisah tersebut membuat Gunung Fuji semakin menarik untuk dikenal, ya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article