5 Kota di Jepang yang Terkenal sebagai Pusat Kerajinan Tradisional

- Kyoto mempertahankan beragam kerajinan tekstil dan tembikar, termasuk Nishijin-ori, Kyo-yuzen, kyo-yaki, serta kiyomizu-yaki yang berkembang bersama budaya istana dan masyarakat.
- Kanazawa, Takaoka, Takasaki, dan Seto menonjol lewat daun emas, kerajinan logam, boneka daruma, serta keramik bersejarah yang ditopang tradisi pengrajin lokal.
- Pusat kerajinan tradisional Jepang menjaga keterampilan turun-temurun sambil membuka ruang bagi desain masa kini, memperlihatkan jejak sejarah daerah dalam benda-benda sehari-hari.
Jepang gak cuma dikenal lewat kuil, bunga sakura, atau kulinernya. Di berbagai daerah di Jepang, keterampilan membuat kain, keramik, logam, hingga kerajinan dekoratif masih menjadi bagian dari budaya setempat dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Menariknya, beberapa kota memang tumbuh sebagai pusat kerajinan karena punya sejarah panjang dengan para pengrajin dan industri lokal. Berkunjung ke kota-kota seperti ini jadi kesempatan untuk melihat bahwa benda tradisional Jepang bukan sekadar oleh-oleh, tetapi punya cerita panjang di balik proses pembuatannya.
1. Kyoto

ilustrasi alat tenun kayu tradisional di Nishijin Textile Center, Kyoto (commons.wikimedia.org/ POHAN CHEN) Kyoto menjadi salah satu kota yang sangat kuat kaitannya dengan kerajinan tradisional Jepang. Kota ini memiliki berbagai kerajinan seperti Nishijin-ori, Kyo-yuzen, serta tembikar khas Kyoto yang berkembang bersama kebutuhan masyarakat dan budaya istana selama berabad-abad.
Nishijin-ori dikenal sebagai kain tenun berpola yang menggunakan benang berwarna, sedangkan kyo-yuzen merupakan teknik pewarnaan kain yang banyak digunakan pada kimono. Kyoto juga memiliki tradisi tembikar kyo-yaki dan kiyomizu-yaki, sehingga pilihan kerajinannya gak berhenti pada tekstil saja.
2. Kanazawa

ilustrasi tekstil sutra kimono bordir (commons.wikimedia.org/ Ineffablebookkeeper) Kanazawa di Prefektur Ishikawa punya reputasi kuat sebagai kota kerajinan dan bahkan dikenal sebagai salah satu pusat kogei atau kerajinan di Jepang. Perkembangan seni dan kerajinan di kota ini mendapat dukungan besar pada masa kekuasaan klan Maeda, ketika banyak pengrajin didatangkan dan keterampilan mereka berkembang di wilayah tersebut.
Salah satu yang paling terkenal adalah Kanazawa haku atau daun emas, tetapi kerajinan kota ini jauh lebih beragam. Ada kaga yuzen untuk kain sutra, kaga-nui atau bordir, kaga maki-e, kerajinan logam, serta kutani-yaki yang terkenal dengan dekorasi keramiknya.
3. Takaoka

ilustrasi Nousaku Eiheiji Store (commons.wikimedia.org/ 掬茶) Takaoka di Prefektur Toyama dikenal sebagai kota yang punya tradisi monozukuri atau pembuatan kerajinan yang sudah berkembang selama sekitar 400 tahun. Sejarahnya berkaitan dengan kebijakan Maeda Toshinaga yang mengundang tujuh pengrajin pengecoran logam ke Takaoka pada awal abad ke-17, sehingga industri pengecoran kemudian berkembang kuat di kota tersebut.
Takaoka copperware atau Takaoka Doki menjadi salah satu kerajinan yang paling identik dengan kota ini. Selain pengecoran tembaga, Takaoka juga memiliki tradisi pernis dan kerajinan berbahan timah, sementara kawasan Kanaya-cho masih memperlihatkan jejak sejarah sebagai pusat awal industri pengecoran Takaoka.
4. Takasaki

ilustrasi boneka tradisional daruma (commons.wikimedia.org/ puffyjet) Kalau membicarakan kerajinan tradisional Jepang yang punya bentuk sangat ikonik, Takasaki di Prefektur Gunma gak bisa dilewatkan. Kota ini terkenal sebagai pusat produksi Takasaki Daruma, boneka tradisional Jepang berbahan papier-mâché yang sering dikaitkan dengan keberuntungan dan pemenuhan harapan.
Takasaki daruma punya ciri khas berupa alis dan kumis yang menggambarkan burung bangau dan kura-kura, dua simbol yang berkaitan dengan umur panjang dalam budaya Jepang. Produksinya dilakukan oleh berbagai perajin lokal, dan wisatawan juga dapat mengikuti kegiatan mengecat daruma sendiri di sejumlah tempat di kota ini.
5. Seto

ilustrasi Seto Gura Museum (commons.wikimedia.org/ B.Wisp) Seto di Prefektur Aichi merupakan salah satu kota yang sangat lekat dengan tradisi keramik Jepang. Sejarah produksi keramiknya sudah berlangsung lebih dari seribu tahun, dan kota ini termasuk salah satu dari Enam Tungku Kuno Jepang atau Six Ancient Kilns, yaitu kelompok sentra keramik yang produksinya memiliki kesinambungan sejarah panjang.
Nama Seto bahkan berkaitan dengan istilah setomono, sebutan yang dalam bahasa Jepang digunakan untuk merujuk pada barang-barang keramik. Di kota ini, pengunjung dapat menemukan banyak tempat yang berkaitan dengan Seto-yaki, mulai dari museum, toko keramik, kawasan tungku tradisional, sampai tempat untuk mencoba membuat keramik sendiri.
Kerajinan tradisional di Jepang memperlihatkan bagaimana kebudayaan bisa tetap dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sebuah kain, benda keramik, atau kerajinan logam dapat membawa jejak sejarah daerah tempat benda itu dibuat, termasuk perubahan selera masyarakat dan cara para pengrajin mempertahankan keahliannya.
Hal menarik lainnya, tradisi tersebut gak selalu berhenti pada bentuk lama. Banyak pusat kerajinan tetap membuka ruang bagi desain dan kebutuhan masa kini, sehingga keterampilan yang diwariskan turun-temurun masih punya tempat dalam kehidupan modern. Buat wisatawan, mengenal kota-kota seperti ini bisa memberi sudut pandang berbeda tentang Jepang di luar destinasi yang selama ini paling sering muncul dalam panduan perjalanan.


![[QUIZ] Dari Grup A20 Entertainment Favoritmu, Destinasi Korea Ini Asyik untuk Liburan](https://image.idntimes.com/post/20261027/1000348061_41b89d38-2ccc-4434-9d54-311b76a32ff1.jpg)
![[QUIZ] Destinasi Wisata Flores yang Cocok Dikunjungi sesuai Zodiakmu](https://image.idntimes.com/post/20261020/img_5563_2cde9fc2-c2e0-4607-9461-1d78b956643b_watermarked_idntimes-1.jpg)

![[QUIZ] Intip Event Wisata yang Akan Kamu Datangi pada November 2026!](https://image.idntimes.com/post/20260625/hobby-1881_72440924-2cff-4e8f-877e-68922485c68d.jpg)
![[QUIZ] Scorpio Cocoknya Liburan ke Mana Saja selama November Ini?](https://image.idntimes.com/post/20260410/upload_a373d8b19f413be4615349eb9603efea_40b0cc95-d472-4cd0-9289-929593f20a0c_watermarked_idntimes-2.jpg)













