Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Tidak Boleh Membawa Durian ke Dalam Kereta?

5 min read
Kenapa Tidak Boleh Membawa Durian ke Dalam Kereta?
ilustrasi durian (unsplash.com/@davidkristianto)
  • Aroma durian yang tajam dapat memicu ketidaknyamanan, seperti mual atau pusing, bagi penumpang lain di gerbong kereta yang relatif tertutup.
  • PT KAI melarang bagasi berbau busuk atau amis serta barang yang mengganggu kesehatan dan kenyamanan; durian dapat menjadi perhatian petugas meski telah dikemas.
  • Penumpang disarankan memeriksa ketentuan operator sebelum membawa durian, menghubungi layanan pelanggan, atau memakai jasa pengiriman maupun membeli buah setelah tiba.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Durian menjadi salah satu buah favorit banyak orang karena rasanya yang legit dan teksturnya yang lembut. Namun, ketika hendak bepergian naik transportasi umum, buah dengan aroma khas ini justru bisa menimbulkan masalah, terutama jika dibawa ke dalam kereta. Lantas, kenapa tidak boleh membawa durian ke dalam kereta, padahal buah ini termasuk bahan makanan yang aman dikonsumsi?

Larangan tersebut berkaitan dengan berbagai alasan dan berpotensi mengganggu kenyamanan penumpang lain. Bahkan di Indonesia, selain layanan kereta, transportasi umum lain juga menerapkan aturan mengenai barang bawaan yang berbau menyengat, termasuk durian. Berikut penjelasan mengenai alasan larangan tersebut, aturan yang perlu diketahui, serta hal-hal yang sebaiknya diperhatikan sebelum membawa durian saat bepergian yang perlu kamu tahu!

  1. 1. Aroma durian yang menyengat bisa mengganggu penumpang lain

    ilustrasi durian
    ilustrasi durian (unsplash.com/@jimteo)

    Alasan utama kenapa gak boleh membawa durian ke dalam kereta adalah aromanya yang kuat dan mudah dikenali. Bagi pencinta durian, aroma tersebut mungkin menggugah selera, tapi bagi sebagian orang justru bisa bikin tidak nyaman saat menghirupnya. Bahkan, ada orang yang bisa langsung merasa mual, pusing, atau ingin menjauh saat mencium aroma durian yang terlalu tajam.

    Kondisi ini menjadi persoalan ketika penumpang berada di gerbong yang sama selama perjalanan. Berbeda dengan kendaraan pribadi, penumpang kereta tidak selalu bisa berpindah tempat untuk menghindari aroma yang mengganggu. Oleh karena itu, pembatasan barang bawaan yang berbau menyengat menjadi salah satu upaya untuk menjaga kenyamanan bersama.

  2. 2. Aroma durian bisa bertahan di ruangan tertutup

    ilustrasi kereta api indonesia
    ilustrasi kereta api indonesia (unsplash.com/@falaqkun)

    Kereta api, khususnya layanan dengan pendingin udara, memiliki ruang penumpang yang relatif tertutup. Dalam kondisi seperti ini, aroma durian yang kuat bisa menyebar ke area sekitarnya yang akhirnya tercium oleh banyak orang. Akibatnya, bau tersebut dapat mengganggu kenyamanan penumpang meskipun buahnya sudah disimpan di dalam tas atau wadah.

    Membungkus durian menggunakan plastik sejatinya juga gak selalu efektif untuk menahan aromanya. Apalagi jika buah sudah dikupas atau kemasannya tidak tertutup rapat, aroma khasnya berpotensi keluar dan menyebar di dalam gerbong. Inilah sebabnya membawa durian dengan kemasan seadanya bukan solusi yang bisa diandalkan untuk menghindari gangguan.

    Bahkan, sudah ada aturan tersendiri mengenai barang bawaan saat naik kereta, lho. PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencantumkan barang berbau busuk atau amis, serta barang yang sifatnya dapat mengganggu kesehatan dan kenyamanan penumpang lain, sebagai kategori yang tidak diperbolehkan dibawa sebagai bagasi. Durian dapat menjadi perhatian petugas karena aromanya yang menyengat dan berpotensi mengganggu penumpang lain.

    Ketentuan tersebut berkaitan dengan upaya menjaga kenyamanan bersama selama perjalanan. Penumpang tidak hanya perlu memastikan barang bawaannya aman, tetapi juga harus memperhatikan apakah barang tersebut berpotensi menimbulkan gangguan bagi orang lain.

  3. 3. Apakah durian yang sudah dikemas rapat tetap dilarang?

    ilustrasi durian
    ilustrasi durian (pexels.com/id-id/@tomfisk)

    Kamu mungkin bisa berdalih bahwa durian tetap boleh dibawa selama dibungkus berlapis-lapis atau dimasukkan ke dalam wadah kedap udara. Cara tersebut memang dapat membantu mengurangi penyebaran aroma, tetapi tidak otomatis membuat barang tersebut diperbolehkan masuk ke dalam kereta. Keputusan tetap bergantung pada aturan operator dan penilaian petugas terhadap barang bawaan yang berpotensi mengganggu kenyamanan.

    Durian utuh dan durian yang sudah dikupas juga bisa menimbulkan persoalan berbeda dari sisi kemasan. Durian yang sudah dikupas berpotensi mengeluarkan aroma lebih mudah apabila wadahnya tidak tertutup rapat. Sementara itu, durian utuh tetap memiliki aroma khas yang dapat tercium meskipun kulitnya belum dibuka.

    Karena itu, jangan langsung menganggap bahwa durian boleh dibawa hanya karena sudah dikemas dengan baik. Jika ingin membawa buah tersebut sebagai oleh-oleh, sebaiknya tanyakan terlebih dahulu kepada petugas atau layanan pelanggan operator kereta mengenai ketentuan yang berlaku.

  4. 4. Apa yang sebaiknya dilakukan jika tetap ingin membawa durian saat bepergian?

    ilustrasi kereta api
    ilustrasi kereta api (unsplash.com/@fhry)

    Jika ingin membawa durian sebagai oleh-oleh, pilihan paling aman adalah memeriksa aturan barang bawaan sebelum membeli atau mengemasnya. Kamu bisa menghubungi layanan pelanggan operator kereta untuk memastikan apakah durian diperbolehkan pada layanan dan rute yang akan digunakan. Langkah sederhana ini dapat membantu menghindari situasi ketika barang bawaan ditolak saat pemeriksaan atau sebelum keberangkatan.

    Apabila durian tak fiizinkan masuk ke dalam kereta, pertimbangkan menggunakan jasa pengiriman yang menerima buah tersebut sesuai ketentuan pengemasan dan pengangkutan. Pastikan juga memilih layanan yang mampu menangani barang dengan karakteristik aroma kuat agar buah tetap aman selama proses pengiriman. Dengan demikian, kamu tetap bisa mengirimkan durian kepada keluarga atau teman tanpa mengganggu kenyamanan penumpang lain.

    Alternatif lainnya adalah menikmati durian sebelum berangkat atau membelinya setelah tiba di tempat tujuan. Pilihan ini terasa lebih praktis karena kamu gak perlu khawatir soal penyimpanan, aroma, maupun aturan barang bawaan. Selain memudahkan perjalanan, cara tersebut juga membantu menjaga kenyamanan bersama di dalam transportasi umum.

  5. 5. Makanan dan barang berbau menyengat selain durian

    ilustrasi nangka
    ilustrasi nangka (unsplash.com/@towfiqu999999)

    Selain durian, ada beberapa jenis makanan dan barang yang berpotensi mengganggu kenyamanan penumpang karena aromanya menyengat. Buah seperti cempedak dan nangka yang sudah matang, misalnya, dapat mengeluarkan bau kuat ketika dibawa ke dalam ruang tertutup. Kemudian, juga makanan dengan aroma tajam, seperti ikan asin, terasi, atau makanan laut tertentu, bisa menimbulkan ketidaknyamanan jika dikemas kurang tepat.

    Gak hanya makanan, barang yang mengeluarkan bau tidak sedap akibat lembap, kotor, atau tercemar juga berpotensi mengganggu penumpang lain. Aroma tersebut dapat menyebar di dalam gerbong dan sulit dihindari, terutama ketika perjalanan berlangsung selama beberapa jam. Karena itu, barang bawaan sebaiknya dikemas dengan baik dan dipastikan tidak mengeluarkan bau yang mengganggu.

    Namun, sekali lagi, gak semua makanan atau barang beraroma kuat otomatis dilarang dibawa ke transportasi umum, kok. Ketentuan mengenai barang bawaan dapat berbeda antara kereta api, bus, dan moda transportasi lainnya, sehingga kamu perlu memeriksa aturan operator yang digunakan. Dengan memperhatikan jenis barang, kondisi, dan cara pengemasannya, perjalanan bisa tetap nyaman tanpa mengganggu orang lain.

    Jadi, kenapa tidak boleh membawa durian ke dalam kereta? Alasan utamanya adalah aroma durian yang menyengat dan berpotensi mengganggu kenyamanan penumpang lain, terutama di dalam gerbong yang relatif tertutup. Nah, semoga dengan ini kita bisa lebih berhati-hati memilih barang bawaan supaya gak merugikan diri sendiri dan orang lain, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More