Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Aturan Wisata Gion Kyoto Terbaru, Awas Denda 10.000 Yen!

Aturan Wisata Gion Kyoto Terbaru, Awas Denda 10.000 Yen!
ilustrasi Gion Kyoto (unsplash.com/Jay)

Siapa yang tidak terpesona dengan keindahan Kyoto? Sebagai pusat budaya Jepang, Kyoto punya satu distrik yang selalu jadi primadona, yaitu Gion. Gion identik dengan bangunan kayu tradisional, lentera merah yang estetik, dan tentu saja sosok Maiko atau Geiko yang berjalan anggun di antara kerumunan.

Namun, saking populernya, Gion sempat mengalami masalah overtourism. Banyak turis yang kurang memahami etika setempat sehingga mengganggu kenyamanan warga. Akhirnya, otoritas setempat menetapkan aturan wisata Gion Kyoto yang lebih ketat. Kalau kamu berencana liburan ke sana, pastikan kamu paham detailnya agar tidak kena denda atau terlibat masalah hukum. Yuk, simak panduan lengkap tentang aturan terbaru mengunjungi Gion di Kyoto.

1. Larangan masuk ke gang-gang pribadi

ilustrasi Gion Kyoto
ilustrasi Gion Kyoto (pexels.com/MacroLingo LLC)

Salah satu daya tarik Gion adalah gang-gang kecilnya yang terlihat sangat Instagrammable. Tapi kamu harus tahu, tidak semua jalan di Gion adalah jalan umum. Banyak lorong di sana yang merupakan jalan pribadi (private path) milik warga atau pemilik kedai teh (ochaya).

Saat ini, larangan akses diberlakukan dengan sangat ketat di jalan-jalan kecil, khususnya di area Minami-za. Pemerintah setempat sudah memasang papan petunjuk dengan jelas dalam berbagai bahasa. Kamu dilarang keras melintasi area yang bertanda khusus tersebut demi menjaga privasi dan ketenangan penduduk setempat. Jadi, jangan asal masuk gang hanya demi mendapatkan sudut foto yang sepi, ya. Tetaplah berada di jalur utama yang memang disediakan untuk publik.

2. Aturan fotografi dan etika bertemu maiko

ilustrasi Gion Kyoto
ilustrasi Gion Kyoto (unsplash.com/ayumi kubo)

Ini adalah poin yang paling krusial. Gion adalah tempat kerja bagi Maiko (calon Geisha) dan Geiko (Geisha profesional). Melihat mereka secara langsung memang pengalaman yang luar biasa, tapi ada batasan yang tidak boleh kamu langgar.

Memotret Maiko atau Geiko yang sedang bertugas sangat dilarang di jalan-jalan pribadi tertentu. Lebih dari itu, kamu dilarang keras mengganggu, mengikuti, apalagi menyentuh mereka. Ingat, mereka bukan objek wisata, melainkan profesional yang sedang menuju tempat kerja. Menghalangi jalan mereka hanya untuk meminta selfie dianggap sangat tidak sopan. Jika kamu ingin memotret suasana Gion, pastikan kamu tidak mengambil gambar di area yang dilarang dan tetap menjaga jarak aman.

3. Waspada denda 10.000 yen

ilustrasi Gion Kyoto
ilustrasi Gion Kyoto (pexels.com/Satoshi Hirayama)

Jangan pernah berpikir untuk melanggar aturan walau sepele. Pemerintah Kyoto tidak main-main dalam menegakkan aturan ini. Pelanggaran terhadap aturan masuk gang pribadi atau perilaku tidak sopan terhadap Maiko bisa membuat kamu dikenakan denda sebesar 10.000 yen.

Uang denda tersebut tentu lebih baik kamu gunakan untuk makan ramen enak atau membeli suvenir khas Kyoto, bukan? Jadi, daripada rugi bandar, lebih baik kamu menjadi turis yang bijak dan mengikuti instruksi papan pengumuman yang tersebar di sepanjang distrik Gion.

4. Sopan santun dan cara berpakaian

ilustrasi Gion Kyoto
ilustrasi Gion Kyoto (pexels.com/Satoshi Hirayama)

Meskipun Gion adalah tempat wisata, statusnya tetaplah sebuah kawasan bersejarah yang sangat menjunjung tinggi nilai kesopanan. Hal ini tercermin dari bagaimana cara kamu berpakaian dan berperilaku di sana.

  • Pakaian: Sangat disarankan untuk mengenakan pakaian yang sopan. Gion bukan pantai, jadi hindari memakai celana pantai atau baju yang terlalu terbuka (seperti atasan yang memperlihatkan bahu atau perut secara berlebihan). Menggunakan pakaian yang tertutup dan rapi adalah bentuk penghormatan kamu terhadap budaya Jepang.
  • Ketenangan: Jika kamu berkunjung di malam hari, yang memang merupakan waktu terbaik untuk melihat lentera menyala, kamu diharapkan tetap menjaga ketenangan. Ingat, banyak rumah di Gion yang masih dihuni oleh warga lokal. Jangan berteriak-teriak atau tertawa terlalu keras karena suara bisa sangat menggema di gang-gang kayu tersebut.

5. Tips tambahan untuk kunjunganmu

ilustrasi Gion Kyoto
ilustrasi Gion Kyoto (pexels.com/Ryutaro Tsukata)

Gion memang sangat indah. Tapi agar pengalaman wisatamu maksimal, pastikan kamu tidak hanya fokus pada kamera ponsel. Cobalah untuk benar-benar menikmati suasana magisnya dengan berjalan santai. Pastikan kamu tidak membuang sampah sembarangan dan selalu memberikan jalan bagi warga lokal yang sedang beraktivitas.

Jepang adalah negara yang sangat menghargai privasi dan keteraturan. Dengan mengikuti aturan wisata Gion Kyoto ini, kamu tidak hanya menyelamatkan dompetmu dari denda, tapi juga membantu menjaga kelestarian budaya Kyoto agar tetap bisa dinikmati oleh generasi mendatang.

Jadi, sudah siap mengepak koper ke Kyoto? Pastikan kamu ingat poin-poin di atas agar liburanmu berjalan lancar dan berkesan tanpa drama!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Travel

See More

5 Museum Sains di Indonesia, Cocok untuk Liburan sambil Belajar

07 Apr 2026, 20:15 WIBTravel