Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Berapa Jam Naik Gunung Lawu via Candi Cetho?
potret Gunung Lawu (commons.m.wikimedia.org/Ahmad Makarim)

Mendaki Gunung Lawu selalu punya cerita tersendiri, apalagi kalau kamu memilih jalur Candi Cetho yang terkenal dengan pemandangan magisnya. Jalur ini sering jadi favorit pendaki yang ingin menikmati sabana luas dan suasana hutan yang masih asri, meski konsekuensinya jarak tempuhnya jadi yang paling panjang dibanding jalur lainnya. Sebelum berangkat, salah satu pertanyaan yang paling sering muncul di kepala para pendaki adalah sebenarnya berapa jam naik Gunung Lawu via Candi Cetho agar bisa mengatur logistik dan tenaga dengan pas?

Mengetahui estimasi waktu pendakian itu penting banget agar kamu gak kaget di tengah jalan atau malah kemalaman di area yang kurang ideal untuk camp. Jalur ini punya karakteristik yang unik; landai tapi panjangnya minta ampun. Jadi, buat kamu yang berencana menjajal jalur eksotis di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur ini, yuk simak rincian waktu, karakteristik medan, sampai tips penting supaya pendakian kamu berjalan lancar dan tetap asyik dinikmati bareng teman-teman.

1. Berapa jam naik Gunung Lawu via Candi Cetho?

ilustrasi Gunung Lawu (unsplash.com/Rivaldi Muhammad)

Bicara soal durasi, jawabannya sangat bergantung pada gaya pendakian kamu. Secara umum, estimasi waktu pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho berkisar antara 8 hingga 15 jam untuk perjalanan naik saja. Jarak tempuh total dari basecamp menuju Puncak Hargo Dumilah diperkirakan sekitar 9-14 kilometer.

Kalau kamu tipikal pendaki "tektok" (naik-turun langsung tanpa menginap), kamu mungkin bisa menempuhnya dalam waktu 8-10 jam dengan ritme yang stabil dan fisik yang prima. Namun, bagi kebanyakan pendaki yang ingin menikmati suasana alias pendakian santai 2 hari 1 malam, total waktu perjalanan bisa menyentuh angka 12 hingga 15 jam. Durasi ini sudah termasuk waktu istirahat sejenak di tiap pos, ambil foto di sabana, hingga masak-masak santai. Ingat ya, jalur Candi Cetho itu jalurnya para penikmat pemandangan, jadi jangan terlalu terburu-buru.

2. Rincian estimasi waktu (naik)

potret Gunung Lawu (commons.m.wikimedia.org/Chen1312)

Agar kamu punya gambaran yang lebih jelas, berikut adalah rincian estimasi waktu per pos jika kamu mendaki dengan ritme sedang dan membawa beban carrier:

  • Basecamp ke Pos 1 (Mbah Monco): 1 jam. Awal perjalanan kamu akan melewati area candi dan perkebunan penduduk. Tanjakannya masih tergolong ramah untuk pemanasan otot kaki.

  • Pos 1 ke Pos 2 (Candi Kethek): 1,5 jam. Medan mulai masuk ke area hutan. Treknya masih relatif landai tapi mulai terasa panjang. Kamu akan melewati situs sejarah Candi Kethek di sini.

  • Pos 2 ke Pos 3 (Rana Kumbolo-nya Lawu): 2 jam. Di sini kesabaran mulai diuji. Jalurnya mulai menanjak tipis-tipis di tengah hutan yang cukup lebat. Pastikan napas tetap teratur.

  • Pos 3 ke Pos 4 (Penggik): 2 jam. Ini adalah salah satu jalur terpanjang. Kamu akan menyusuri punggungan bukit dengan pemandangan yang mulai terbuka.

  • Pos 4 ke Pos 5 (Bulak Peperangan): 1 jam. Mendekati area ikonik. Jalurnya mulai didominasi oleh pemandangan pohon-pohon kering dan padang rumput yang luas.

  • Pos 5 ke Gupak Menjangan: 30 menit Jalur favorit semua orang! Di sini jalannya sangat landai. Gupak Menjangan adalah area sabana luas yang sering jadi tempat camp karena areanya datar dan pemandangannya luar biasa indah.

  • Gupak Menjangan ke Puncak (Hargo Dumilah): 1,5 jam. Dari area sabana, kamu akan menghadapi tanjakan terakhir menuju puncak. Medannya cukup menguras tenaga karena sudah berada di ketinggian yang membuat oksigen terasa lebih tipis.

3. Karakteristik jalur Candi Cetho

potret jalur pendakian Gunung Lawu (commons.m.wikimedia.org/Aji purwahusada)

Satu hal yang harus kamu tahu, jalur Candi Cetho itu punya kepribadian yang beda banget sama jalur Cemoro Sewu atau Cemoro Kandang. Jalur ini dikenal sebagai jalur terpanjang untuk mencapai puncak Lawu. Kalau di jalur lain kamu mungkin langsung "dihajar" tanjakan tangga batu, di Candi Cetho kamu akan lebih banyak berjalan di trek tanah yang landai namun memutar jauh.

Karakteristik utamanya adalah adanya sabana yang sangat luas di bagian atas (Bulak Peperangan dan Gupak Menjangan). Pemandangan ini gak akan kamu temukan di jalur lain. Hutannya juga terasa lebih "mistis" dan tenang. Namun karena jalurnya panjang, risiko kelelahan karena durasi berjalan lebih tinggi. Kamu tidak akan menemukan banyak sumber air di jalur ini, jadi manajemen logistik cair harus benar-benar diperhatikan.

4. Tips pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho

potret sabana Gunung Lawu (pexels.com/Eric Jo)

Supaya pendakian kamu tidak hanya sekadar sampai puncak tapi juga berkesan, ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan:

  • Fisik adalah kunci: Meski jalurnya landai, berjalan selama belasan jam tetap butuh stamina. Lakukan olahraga kardio seminggu sebelum berangkat agar kaki tidak mudah kram.

  • Bawa air yang cukup: Sumber air di jalur Cetho tidak sebanyak di jalur lain. Pastikan kamu membawa persediaan air yang cukup dari basecamp, minimal 3 liter per orang untuk pendakian menginap.

  • Manajemen waktu: Sangat disarankan untuk mulai mendaki pagi hari (sekitar jam 7 atau 8 pagi). Hal ini bertujuan agar kamu sampai di area camp Gupak Menjangan sebelum matahari terbenam.

  • Siapkan pakaian hangat: Suhu di Gunung Lawu bisa sangat ekstrem, apalagi saat musim kemarau. Jangan lupa bawa jaket windbreaker dan thermal layer yang mumpuni.

  • Hormati adat setempat: Mengingat Gunung Lawu dan area Candi Cetho dianggap sakral oleh warga lokal, jaga sikap, jangan berkata kasar, dan pastikan kamu tidak melanggar pantangan yang dijelaskan oleh petugas di basecamp.

  • Bawa pulang sampahmu: Ini aturan wajib. Jangan biarkan sabana yang indah itu kotor gara-gara sampah plastik yang kamu bawa.

Naik Gunung Lawu via Candi Cetho memang butuh waktu yang lama, tapi setiap menit yang kamu habiskan di jalur ini akan terbayar lunas dengan pemandangan yang gak ada duanya. Jadi, kapan kamu mau berangkat ke sini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article