Jika bicara soal Spanyol, kebanyakan orang pasti langsung teringat Barcelona atau Madrid. Namun, pernahkah kamu mendengar tentang Málaga? Kota yang berada di pesisir selatan Spanyol ini sering dianggap hanya sebagai gerbang menuju pantai-pantai Costa del Sol. Padahal, Málaga menyimpan sejarah ribuan tahun, menjadi tempat lahirnya salah satu seniman paling berpengaruh di dunia, hingga memiliki situs prasejarah yang diakui UNESCO.
5 Fakta Málaga, Kota Tua di Spanyol Tempat Lahir Picasso

- Málaga adalah salah satu kota tertua di dunia yang masih dihuni, menampilkan peninggalan Fenisia, Romawi, Islam, hingga Renaisans dalam satu kawasan bersejarah yang hidup.
- Kota ini merupakan tempat lahir Pablo Picasso dan kini berkembang menjadi pusat seni modern dengan hadirnya Museo Picasso Málaga serta Centre Pompidou Málaga.
- Málaga memiliki situs prasejarah Antequera Dolmens Site yang diakui UNESCO, pelabuhan Mediterania aktif Muelle Uno, dan tradisi kuliner espeto yang menjadi identitas lokal.
Di balik suasananya yang santai dan hangat, Málaga ternyata menyimpan banyak cerita menarik yang jarang diketahui orang. Penasaran kenapa kota ini disebut sebagai salah satu permata tersembunyi di Eropa? Yuk, simak lima fakta unik Málaga berikut ini!
1. Kota tua yang usianya lebih senior dari Roma

Málaga bukan sekadar kota pantai cantik di selatan Spanyol. Kota ini ternyata merupakan salah satu kota tertua di dunia yang masih terus dihuni hingga sekarang. Bangsa Fenisia mendirikannya sekitar tahun 800 SM dengan nama Malaka. Usianya bahkan lebih tua dibandingkan dengan banyak kota terkenal di Eropa.
Menariknya, sejarah panjang Málaga masih bisa terlihat jelas sampai hari ini. Saat berjalan di pusat kota, kamu seperti sedang berpindah dari satu zaman ke zaman lain. Dalam area yang berdekatan, terdapat Teater Romawi dari abad ke-1, Benteng Alcazaba peninggalan Islam abad ke-11, hingga katedral bergaya Renaisans yang megah. Tak banyak kota yang mampu menyimpan lapisan sejarah selengkap dan sehidup Málaga.
2. Tanah kelahiran Pablo Picasso

Nama Pablo Picasso tentu sudah tidak asing lagi di dunia seni. Pelukis legendaris yang dikenal lewat aliran kubisme ini ternyata lahir di Málaga pada tahun 1881. Meski kemudian lebih banyak menghabiskan hidupnya di Prancis, suasana Málaga dan budaya Andalusia tetap memberi pengaruh besar pada karya-karyanya.
Hal inilah yang membuat Málaga sangat identik dengan Picasso. Kota ini bahkan memiliki Museo Picasso Málaga yang menyimpan ratusan karya sang maestro. Menariknya lagi, kehadiran museum tersebut ikut mengubah wajah Málaga menjadi kota seni modern yang mendunia. Kini, Málaga juga memiliki Centre Pompidou Málaga, cabang dari museum seni terkenal asal Paris. Dari kota pelabuhan biasa, Málaga perlahan menjelma menjadi salah satu pusat seni paling menarik di Spanyol.
3. Rumah bagi piramida prasejarah berusia ribuan tahun

Kalau Mesir punya piramida, Málaga punya dolmen raksasa peninggalan manusia purba. Menariknya, situs kuno ini menjadi satu-satunya Warisan Dunia UNESCO yang dimiliki oleh Provinsi Málaga. Namanya adalah Antequera Dolmens Site, sebuah kompleks megalitik yang berada di kawasan pedalaman Andalusia.
Sekilas, tempat ini terlihat seperti tumpukan batu biasa. Namun sebenarnya, struktur tersebut merupakan makam raksasa yang dibangun ribuan tahun lalu pada masa prasejarah. Kompleks ini terdiri dari Dolmen de Menga, Dolmen de Viera, dan Tholos de El Romeral. Batu-batu berukuran besar itu disusun tanpa teknologi modern, menunjukkan betapa majunya kemampuan arsitektur manusia purba pada zamannya. Ditambah lagi, lokasi ini dikelilingi lanskap alam yang dramatis sehingga suasananya terasa misterius sekaligus menakjubkan.
4. Kota pelabuhan yang jadi gerbang Laut Mediterania

Sejak ribuan tahun lalu, Málaga sudah dikenal sebagai kota pelabuhan penting di Laut Mediterania. Letaknya yang strategis membuat kota ini menjadi pusat perdagangan sejak era Fenisia, Romawi, hingga sekarang. Menariknya, pelabuhan tua Málaga masih tetap aktif dan menjadi salah satu yang tersibuk di Spanyol.
Namun, suasana pelabuhan di sini jauh dari kesan kumuh atau membosankan. Area pelabuhan modern bernama Muelle Uno telah diubah menjadi ruang publik yang hidup dan penuh gaya. Kamu bisa berjalan santai di tepi laut, menikmati deretan restoran dan butik modern, hingga melihat kapal pesiar mewah yang bersandar di pelabuhan. Saat matahari mulai terbenam, tempat ini berubah menjadi salah satu sudut paling romantis di Málaga dengan pemandangan Laut Mediterania yang memukau.
5. Terdapat tradisi kuliner espeto yang autentik

Kalau berkunjung ke Málaga, ada satu makanan yang hampir pasti kamu temukan di sepanjang pantai. Namanya espeto. Hidangan ini berupa ikan sarden segar yang ditusuk menggunakan batang bambu lalu dipanggang di atas bara api. Uniknya lagi, proses memanggangnya dilakukan di atas perahu kayu kecil berisi pasir yang diletakkan tepat di pinggir pantai.
Bagi warga Málaga, espeto bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari identitas kota mereka. Aroma ikan bakar yang bercampur dengan angin Laut Mediterania menciptakan suasana santai khas Andalusia yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Biasanya, espeto dinikmati bersama segelas anggur manis khas Málaga sambil duduk menikmati matahari sore.
Sekilas, kota ini mungkin hanya terlihat seperti destinasi pantai di selatan Spanyol. Namun, di balik suasananya yang santai, Málaga menyimpan sejarah ribuan tahun, warisan seni kelas dunia, hingga budaya lokal yang masih terasa begitu hidup. Dari situs prasejarah UNESCO sampai jejak Pablo Picasso, setiap sudut kota ini seolah punya cerita unik untuk dijelajahi. Málaga membuktikan bahwa kota tua tidak harus terasa membosankan, justru bisa tampil hangat, modern, dan penuh warna dalam waktu yang bersamaan.



















