Wisata religi ke Madinah saat Ramadan selalu memiliki magnet tersendiri, karena banyak peziarah ingin merasakan ibadah langsung di Masjid Nabawi ketika suasana kota berada pada puncak keramaian. Pada masa high season, terutama menjelang sepuluh malam terakhir Ramadan, lonjakan jemaah terjadi dari berbagai negara, sehingga aktivitas ibadah tidak hanya dipengaruhi oleh niat pribadi, tetapi juga aturan pengelola masjid.
Kondisi tersebut membuat banyak pelancong bertanya apakah iktikaf masih bisa dilakukan ketika area masjid sudah dipadati ribuan orang yang datang dengan tujuan serupa. Selain persoalan hukum ibadah, hal yang sering menjadi pertimbangan ialah prosedur pendaftaran, peluang mendapatkan tempat, hingga kesiapan fisik selama berada di lokasi yang sangat ramai. Berikut penjelasan lengkap agar rencana wisata religi ke Madinah tetap berjalan lancar tanpa kebingungan di lapangan.
