Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cathay Pacific Tunda Penerbangan ke Timur Tengah hingga Januari 2027

3 min read
Cathay Pacific Tunda Penerbangan ke Timur Tengah hingga Januari 2027
Cathay Pacific (unsplash.com/Richard Liu)
  • Cathay Pacific membatalkan penerbangan dari dan menuju Dubai serta Riyadh hingga 31 Januari 2027, memperpanjang penghentian operasional yang dimulai pada Maret 2026.
  • Penumpang terdampak pembatalan rute Dubai dan Riyadh dapat memilih menjadwalkan ulang penerbangan, mengubah rute, atau mengajukan pengembalian dana.
  • Mulai 1 Agustus 2026, Cathay Pacific menaikkan biaya tambahan bahan bakar setelah harga minyak mentah kembali meningkat di tengah konflik Timur Tengah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Perang di Timur Tengah yang masih "memanas" membuat Cathay Pacific harus kembali mengambil keputusan yang bijaksana. Baru-baru ini, maskapai yang berbasis di Hong Kong ini mengumumkan secara resmi bahwa penundaan penerbangan mereka ke Dubai dan Riyadh diperpanjang.

Sebelumnya, penerbangan Cathay Pacific ke kota-kota tersebut telah dihentikan sejak Maret 2026, tepatnya setelah serangan bertubi-tubi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Dengan keputusan ini, maskapai menawarkan opsi alternatif kepada pelanggan mereka yang terdampak.

  1. 1. Cathay Pacific kembali tunda penerbangan ke Timur Tengah hingga Januari 2027

    Cathay Pacific
    Cathay Pacific (unsplash.com/Hieu)

    Pada Senin (28/9/2026), Cathay Pacific melalui situs web resmi mereka mengumumkan penerbangan dari dan menuju Dubai dan Riyadh kembali ditunda hingga Januari 2027. Maskapai pertama kali menghentikan operasional ke kota-kota di Timur tersebut pada Maret 2026, setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer terhadap Iran dan menewaskan pemimpin tertingginya, Ayatollah Ali Khamenei. Sejak saat itu, kawasan itu dilanda konflik yang belum mereda hingga saat ini.

    "Mengingat perkembangan terkini di Timur Tengah, penerbangan Cathay Pacific ke Dubai dan Riyadh telah dibatalkan hingga 31 Januari 2027," bunyi pernyataan Cathay Pacific.

    Tidak hanya Cathay Pacific, maskapai lainnya juga telah menunda penerbangan ke beberapa destinasi di Timur Tengah dan mengalihkan rute dari wilayah udara regional hingga tahun depan. Air Canada menangguhkan layanan ke Tel Aviv dan Dubai hingga pertengahan Januari 2027, sedangkan Turkish Airlines membatalkan penerbangan ke Iran hingga Maret 2027.

  2. 2. Cathay Pacific tawarkan opsi alternatif kepada pelanggan terdampak

    Cathay Pacific
    Cathay Pacific (unsplash.com/Sherman Kwan)

    Pada awal Juli 2026, Cathay Pacific mengatakan mereka berencana untuk melanjutkan penerbangan harian ke Dubai dan layanan 4 kali seminggu ke Riyadh mulai September tahun ini. Namun, pada pertengahan bulan tersebut, maskapai justru menarik kembali pernyataannya, mengingat perang yang masih "memanas" di Timur Tengah.

    Cathay Pacific juga menambahkan bahwa pelanggan yang terkena dampak penundaan penerbangan Dubai dan Riyadh hingga tahun depan dapat melakukan reschedule, perubahan rute, atau mengajukan pengembalian dana. Maskapai yang berbasis di Hong Kong ini memastikan akan terus memantau dengan cermat perkembangan situasi di Timur Tengah.

    "Penumpang yang terkena dampak akan diberikan pilihan untuk memesan ulang, mengubah rute, atau meminta pengembalian dana tiket mereka," jelas maskapai.

  3. 3. Cathay Pacific naikkan biaya tambahan bahan bakar per 1 Agustus 2026

    Cathay Pacific
    Cathay Pacific (unsplash.com/Hieu)

    Sementara itu, pada Juli 2026 lalu, Cathay Pacific juga resmi menaikkan biaya tambahan bahan bakar atau fuel surcharge bagi pelanggan mulai 1 Agustus 2026. Maskapai menyatakan harga minyak mentah yang sebelumnya terus menurun setelah mencapai puncaknya pada April 2026 kini kembali meningkat.

    "Ini adalah kenaikan pertama biaya tambahan bahan bakar sejak April 2026, dan biaya tambahan bahan bakar tersebut masih di bawah level puncak pada bulan yang sama," tutur perwakilan Cathay Pacific.

    Hingga saat ini, konflik di Timur Tengah terus berlanjut dan Selat Hormuz, yang merupakan jalur krusial bagi sebagian besar pasokan minyak dunia, masih terblokir. Kondisi tersebut memicu lonjakan harga minyak mentah bulan lalu. Sementara itu, presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa Washington tengah mempertimbangkan serangan baru terhadap Iran, menyusul gempuran pemberontak Houthi ke Riyadh.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More