Cathay Pacific Kembali Naikkan Biaya Bahan Bakar per April 2026

- Cathay Pacific menaikkan biaya tambahan bahan bakar sebesar 34 persen mulai 1 April 2026 akibat lonjakan harga minyak mentah setelah penutupan Selat Hormuz oleh Iran.
- Kenaikan ini dipicu konflik di Timur Tengah yang membuat harga bahan bakar jet global melonjak hingga 197 dolar AS per barel, mendorong maskapai menyesuaikan tarif demi menjaga operasional.
- Maskapai akan meninjau ulang kebijakan biaya bahan bakar setiap dua minggu, dengan lindung nilai hanya mencakup sekitar 30 persen dari komponen minyak mentah.
Kondisi geopolitik di Timur Tengah yang masih memanas hingga saat ini sangat berdampak terhadap industri aviasi. Maskapai asal Hong Kong, Cathay Pacific, baru-baru ini turut menaikkan biaya tambahan bahan bakar pada semua penerbangan per April 2026.
Langkah tersebut diambil oleh Catchay Pacific untuk mempertahankan operasional jaringan mereka secara efektif. Sebelumnya, maskapai ini telah menggandakan biaya tambahan bahan bakar untuk sebagian besar rutenya. Namun, kebijakan baru ini akan terus ditinjau.
1. Cathay Pacific kembali naikkan harga bahan bakar per April 2026

Pada Kamis (26/3/2026), Cathay Pacific resmi menaikkan biaya tambahan bahan bakar pada semua penerbangan sebesar 34 persen. Keputusan tersebut diambil imbas dari meroketnya harga minyak mentah setelah penutupan Selat Hormuz oleh Iran.
"Harga bahan bakar jet terdiri dari komponen minyak mentah dan komponen penyulingan, yang keduanya telah meningkat secara signifikan dalam beberapa minggu terakhir," kata Cathay Pacific.
Cathay Pacific juga membagikan daftar yang merinci kenaikan biaya tambahan bahan bakar pada penerbangan jarak pendek sebesar 34,1 persen, sementara pada penerbangan jarak menengah dan jauh sebesar 34 persen. Kenaikan tarif ini akan berlaku untuk tiket mulai 1 April 2026.
2. Kenaikan bahan bakar Cathay Pacific imbas dari perang di Timur Tengah

Harga rata-rata bahan bakar jet secara global telah mengalami peningkatan menjadi 197 dolar AS per barel pada pekan lalu. Angka tersebut naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan sebulan yang lalu sebesar 95,50 dolar AS, menurut data dari International Air Transport Association (IATA).
Sebelumnya, Cathay Pacific telah menggandakan biaya tambahan bahan bakar untuk sebagian besar rutenya. Namun, karena kondisi geopolitik yang terus memanas di Timur Tengah hingga saat ini, maskapai asal Hong Kong itu kembali menaikkan tarif untuk mempertahankan operasional jaringan mereka secara efektif.
Selain itu, per minggu ini Cathay Pacific juga memperpanjang penangguhan penerbangan ke dan dari Dubai dan Riyadh hingga 31 Mei 2026. Sebagai gantinya, Cathay Pacific berencana untuk membuka rute tambahan ke London, Paris, dan Zurich untuk memenuhi lonjakan permintaan pasar ke Eropa.
3. Cathay Pacific akan terus meninjau biaya tambahan bahan bakar

Meski begitu, Cathay Pacific mengatakan akan secara rutin meninjau kebijakan baru tersebut. Mereka berjanji akan terus melakukan revisi biaya tambahan bahan bakar setiap 2 minggu sebagai langkah sementara karena harga bahan bakar tetap berfluktuasi.
Dilansir Agence France-Presse (AFP), menurut para analis, meski semua maskapai melakukan lindung nilai sebagian dari biaya bahan bakar pada semua penerbangan, margin keuntungan mereka tetap dapat terpengaruh. Cathay Pacific mengungkapkan bahwa lindung nilai yang mereka lakukan hanya mencakup sekitar 30 persen dari komponen minyak mentah. Langkah itu tentunya belum memadai, mengingat besarnya lonjakan harga bahan bakar jet belakangan ini.
"Cathay Pacific bertekad untuk mengelola tantangan biaya yang signifikan ini sebaik mungkin, guna mempertahankan jaringan dan frekuensi penerbangan kami selama masa-masa yang tidak pernah terjadi sebelumnya," ungkap perwakilan maskapai.


















