Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Danau Vulkanik di Indonesia yang Bisa Dijangkau lewat Pendakian

5 Danau Vulkanik di Indonesia yang Bisa Dijangkau lewat Pendakian
Danau Kelimutu (unsplash.com/Pierre-Yves Burgi)
Intinya Sih
  • Indonesia memiliki lima danau vulkanik indah yang tersebar di berbagai gunung, seperti Rinjani, Kelimutu, Kerinci, Ijen, dan Semeru, semuanya bisa dijangkau lewat jalur pendakian.
  • Setiap danau menawarkan keunikan tersendiri, mulai dari warna air yang berubah-ubah di Kelimutu hingga fenomena blue fire di Kawah Ijen yang terkenal hingga mancanegara.
  • Pendakian menuju kelima danau ini memerlukan tenaga ekstra serta persiapan matang, namun pemandangan alamnya yang spektakuler membuat semua rasa lelah terbayar lunas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Tak hanya di luar negeri, Indonesia juga memiliki danau vulkanik yang indah. Di balik deretan gunung api yang menjulang, terdapat danau vulkanik dengan air jernih dan suasana alam yang masih asri.

Namun, untuk melihat keindahannya, kamu harus menempuh jalur pendakian dengan tingkat kesulitan yang beragam. Berikut lima danau vulkanik ikonik di Indonesia yang bisa dijangkau melalui jalur pendakian. Wah, meski melelahkan, semuanya akan terbayar lunas dengan pemandangannya, deh!

1. Danau Segara Anak

Danau Segara Anak
Danau Segara Anak (unsplash.com/Fahrul Razi)

Danau Segara Anak terletak di dalam kaldera besar Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Banyak yang menganggap danau ini sebagai permata tersembunyi karena jauh dari keramaian.

Wisatawan harus mendaki selama berjam-jam, melewati hutan dan punggung bukit. Pengunjung harus tahu bahwa medan di sana curam dan tidak rata, sehingga harus menggunakan alas kaki yang tepat untuk menghindari cedera.

2. Danau Kelimutu

Danau Kelimutu
Danau Kelimutu (commons.wikimedia.org/Dizzmania)

Gunung Kelimutu memiliki danau yang terbentuk dari gunung beberapa tahun silam, yaitu Danau Kelimutu. Dari puncak, wisatawan akan melihat keindahan alam 360 derajat yang mengelilingi Danau Kelimutu.

Pengunjung dapat melakukan trekking di pagi hari untuk menyaksikan keindahan sunrise dari puncak. Danau ini dikenal sebagai danau kawah kembar tiga yang sering berubah warna.

3. Danau Gunung Tujuh

Danau Gunung Tujuh
Danau Gunung Tujuh (commons.wikimedia.org/Asyief.khasan)

Danau Gunung Tujuh terbentuk akibat letusan Gunung Tujuh yang berada di belakang Gunung Kerinci, Jambi. Danau ini dikelilingi oleh tujuh puncak gunung di Jambi dan menjadi salah satu danau kaldera tertinggi di Asia Tenggara.

Untuk bisa menuju ke sini, kamu harus mendaki di Taman Nasional Kerinci Seblat yang memiliki medan landai, tetapi jarak tempuhnya lebih jauh dan memerlukan waktu kurang lebih 3 jam. Di sisi lain, jalur dari belakang Wisma Gunung Tujuh lebih terjal, tetapi lebih cepat.

4. Kawah Ijen

Kawah Ijen
Kawah Ijen (unsplash.com/Khamkéo)

Kawah Ijen merupakan danau asam dengan warna hijau kebiruan yang namanya sudah terkenal hingga ke mancanegara. Satu hal yang tidak boleh dilewatkan di sini adalah blue fire atau api biru yang ada di Kawah Ijen.

Pendakian menuju Kawah Ijen memakan waktu 2—2,5 jam sampai ke area puncak. Selama pendakian, pengunjung akan bertemu dengan beberapa tanjakan dengan kemiringan 45 derajat yang sangat menguras tenaga.

5. Ranu Kumbolo

Ranu Kumbolo di Gunung Semeru
Ranu Kumbolo di Gunung Semeru (unsplash.com/Nofi Sofyan Hadi)

Wisatawan harus melewati jalur pendakian yang cukup panjang untuk sampai ke Ranu Kumbolo selama kurang lebih 3-4 jam. Danau ini berada di ketinggian 2.400 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan memiliki air yang jernih.

Meskipun airnya terasa menyejukkan, pengunjung dilarang mandi di Ranu Kumbolo. Wisatawan dapat mendirikan tenda dan mendapatkan spot bagus untuk menikmati keindahan sunrise di pagi hari.

Perjalanan menuju danau vulkanik membutuhkan tenaga dan persiapan yang matang. Di balik itu semua, rasa lelah akan terbayarkan dengan panorama alam yang memukau. Gimana, kamu berminat untuk pergi ke lima danau vulkanik yang ada di Indonesia?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More