Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa Ranu Kumbolo Lebih Dingin saat Kemarau? Ini Penjelasannya

Kenapa Ranu Kumbolo Lebih Dingin saat Kemarau? Ini Penjelasannya
Ranu Kumbolo (unsplash.com/Fajruddin Mudzakkir)
Share Article

Ranu Kumbolo menjadi salah satu destinasi favorit para pendaki, terutama saat musim kemarau ketika cuaca cenderung cerah dan jalur pendakian lebih bersahabat. Namun, di balik langit biru dan pemandangan yang memukau, kawasan ini juga dikenal memiliki suhu udara yang jauh lebih dingin, terutama pada malam hingga menjelang pagi. Tak sedikit pendaki yang terkejut karena hawa dingin yang dirasakan bisa lebih ekstrem dibandingkan saat musim hujan.

Kondisi tersebut sebenarnya bukan terjadi tanpa alasan, melainkan dipengaruhi oleh sejumlah faktor alam yang saling berkaitan. Mulai dari kondisi atmosfer hingga karakteristik wilayah pegunungan, semuanya berperan dalam membentuk suhu di sekitar Ranu Kumbolo. Lantas, kenapa Ranu Kumbolo terasa lebih dingin saat musim kemarau? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

1. Langit cerah jadi penyebab udara lebih dingin

Ranu Kumbolo
Ranu Kumbolo (unsplash.com/Gabriel Francesco)

Salah satu alasan Ranu Kumbolo terasa lebih dingin saat musim kemarau karena langit pada malam hari cenderung cerah dan minim awan. Mengutip Hong Kong Observatory, kondisi tersebut membuat panas yang tersimpan di permukaan tanah sejak siang hari lebih mudah terlepas ke atmosfer dan luar angkasa. Proses tersebut dikenal sebagai radiation cooling atau pendinginan akibat pelepasan panas.

Semakin sedikit awan di langit, semakin banyak panas yang bisa keluar sehingga suhu udara turun lebih cepat. Sebaliknya, saat musim hujan, awan membantu menahan sebagian panas sehingga malam hari tidak terasa sedingin musim kemarau. Itulah sebabnya, udara di Ranu Kumbolo bisa terasa jauh lebih menusuk saat malam dan pagi hari meski siangnya tetap cerah dan hangat.

2. Letaknya yang tinggi membuat suhu udara cepat turun

Ranu Kumbolo
Ranu Kumbolo (unsplash.com/Falaq Lazuardi)

Selain karena langit yang cerah, suhu dingin di Ranu Kumbolo juga dipengaruhi oleh letaknya yang berada di ketinggian sekitar 2.400 meter di atas permukaan laut. Dilansir Britannica, semakin tinggi suatu tempat, suhu udara umumnya memang akan semakin rendah. Hal ini terjadi karena tekanan udara di dataran tinggi lebih kecil sehingga udara mengembang dan kehilangan panas.

Akibatnya, udara di pegunungan tidak dapat menyimpan panas sebaik udara di dataran rendah. Kondisi tersebut membuat suhu di Ranu Kumbolo turun lebih cepat, terutama setelah Matahari terbenam. Tak heran jika pendaki sering merasakan udara yang sangat dingin saat bermalam di kawasan tersebut meski siang harinya terasa hangat dan terik.

3. Embun dan kabut lebih mudah terbentuk saat kemarau

Ranu Kumbolo
Ranu Kumbolo (pexels.com/Adam Fairus)

Musim kemarau tidak hanya membuat udara di Ranu Kumbolo terasa lebih dingin, tetapi juga menciptakan kondisi yang mendukung terbentuknya embun, kabut, hingga embun beku. Mengutip dari BMKG, saat malam hari, suhu permukaan tanah dapat turun hingga mendekati atau bahkan di bawah 0 derajat celsius, terutama ketika langit cerah dan angin bertiup lemah. Pada kondisi tersebut, uap air di udara mulai mengembun sehingga membentuk embun atau kabut di sekitar permukaan tanah.

Sementara itu, dilansir Britannica, jika suhu permukaan sudah berada di bawah titik beku, uap air akan langsung berubah menjadi kristal es atau embun beku (frost). Di Indonesia, fenomena ini lebih dikenal dengan sebutan embun upas dan sesekali dapat dijumpai di kawasan pegunungan saat musim kemarau. Meski terlihat indah, suhu yang sangat rendah juga menjadi pengingat bagi para pendaki untuk menyiapkan pakaian hangat dan perlengkapan yang memadai sebelum bermalam di alam terbuka.

Suhu dingin di Ranu Kumbolo saat musim kemarau merupakan fenomena alam yang wajar dan dipengaruhi oleh kondisi cuaca serta letaknya di dataran tinggi. Karena itu, para pendaki sebaiknya menyiapkan perlengkapan yang sesuai agar tetap nyaman dan aman selama bermalam di kawasan tersebut. Setelah mengetahui fakta ini, apakah kamu tertarik merasakan dinginnya malam di Ranu Kumbolo saat musim kemarau?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You

3 Fakta Rumput Manila, Andalan Lapangan Bola di Negara Tropis

09 Jul 2026, 20:04 WIBScience
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎

Related Articles

See More