Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Dancing House di Kota Prague, Arsitekturnya Unik

5 Fakta Dancing House di Kota Prague, Arsitekturnya Unik
Potret Dancing House (pexels.com/STEVE CHAI)
Intinya Sih
  • Dancing House di Prague dirancang oleh Frank Gehry dan Vlado Milunić, melambangkan kebebasan pasca runtuhnya rezim komunis dengan gaya dekonstruktivisme yang eksperimental.
  • Bentuk dua menaranya menyerupai pasangan berdansa, membuat masyarakat menjulukinya “Fred and Ginger”, simbol harmoni antara dinamika dan stabilitas dalam arsitektur modern.
  • Dibangun di lahan bersejarah bekas reruntuhan Perang Dunia II, kini Dancing House menjadi ikon wisata populer dengan galeri seni, restoran, dan rooftop berpanorama kota Prague.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Di tengah deretan bangunan klasik di Prague, berdiri satu gedung yang tampak seolah menolak untuk diam. Bentuknya meliuk tak biasa, seakan dua sosok sedang berdansa di sudut kota. Namanya Dancing House (Tančící dům), sebuah ikon arsitektur modern yang selalu berhasil mencuri perhatian siapa pun yang melintas.

Tak cuma tampilannya yang mencolok, Dancing House di Kota Prague juga menyimpan cerita unik di balik pembuatannya. Dari kolaborasi dua arsitek ternama hingga kontroversi awal, semuanya menjadikannya menarik untuk disimak. Biar gak penasaran, yuk, intip lima faktanya berikut ini!

1. Dirancang dua arsitek dunia dengan visi berbeda

Potret ilustrasi Dancing House
Potret ilustrasi Dancing House (pixabay.com/ArtTower)

Di balik bentuknya yang tak biasa, ada dua nama besar arsitektur dunia yang terlibat. Mereka adalah Frank Gehry dan Vlado Milunić. Kolaborasi keduanya melahirkan bangunan yang unik sekaligus kontroversial saat pertama kali diperkenalkan. Perpaduan gaya dekonstruktivisme dengan sentuhan lokal membuatnya tampil berbeda dari bangunan sekitar.

Proyek ini mulai dirancang pada awal 1992 dan rampung pada 1996. Menariknya, ide awal pembangunan datang dari Milunić yang ingin menciptakan simbol kebebasan pasca runtuhnya rezim komunis di Ceko. Gehry kemudian bergabung lalu menyempurnakan konsep dengan pendekatan desain yang eksperimental.

2. Dijuluki Fred and Ginger

Ilustrasi siluet pasangan sedang berdansa
Ilustrasi siluet pasangan sedang berdansa (pexels.com/Thái Huỳnh)

Kalau kamu perhatikan, gedung ini terdiri dari dua menara utama yang terlihat seperti pasangan berdansa. Satu menara berbentuk ramping dan melengkung, sementara yang lain terkesan lebih kokoh dan statis. Karena itulah masyarakat menjulukinya Fred and Ginger. Julukan ini terinspirasi dari pasangan dansa legendaris Hollywood, Fred Astaire dan Ginger Rogers.

Menara kaca yang ramping diibaratkan sebagai Ginger yang anggun dan dinamis. Adapun menara beton yang lebih tegap dianggap mewakili Fred yang stabil dan kuat. Meski tidak pernah menjadi nama resmi, sebutan itu telanjur populer di kalangan wisatawan maupun warga lokal.

3. Mengusung gaya dekonstruktivisme yang berani

Potret Dancing House
Potret Dancing House (pexels.com/Cristian Salinas Cisternas)

Secara arsitektur, Dancing House termasuk contoh gaya dekonstruktivisme. Gaya ini berkembang pada akhir abad ke-20 serta dikenal dengan bentuk yang tidak konvensional. Alih-alih garis lurus dan simetri rapi, bangunan dekonstruktivis cenderung tampil eksperimental.

Fasadnya memadukan kaca dan beton dengan pola yang eksentrik. Panel-panel kaca tersusun melengkung mengikuti garis menara yang ramping. Sementara bagian atasnya dihiasi struktur logam yang dinamai “Medusa”, sebab bentuknya menyerupai rambut berantakan.

4. Berdiri di lahan yang penuh sejarah

Potret Dancing House
Potret Dancing House (pixabay.com/Pierre9×6)

Lahan tempat Dancing House berdiri ternyata mengandung kisah kelam. Dulu, bangunan sebelumnya adalah rumah neo-Renaissance abad ke-19 yang hancur akibat Pengeboman 14 Februari oleh Amerika Serikat di Praha pada tahun 1945 (Perang Dunia II). Setelah itu, lahan tersebut lama terbengkalai di tengah deretan bangunan klasik. Kekosongan inilah yang akhirnya memberi ruang bagi ide baru yang berani.

Kehadiran gedung Dancing House sempat menuai pro dan kontra dari warga setempat. Banyak warga menganggapnya tidak selaras dengan karakter kota tua Praha yang dipenuhi bangunan Barok dan Gotik. Warga khawatir identitas arsitektur kota akan terganggu. Namun, seiring waktu, banyak yang mulai menerima bahkan bangga karena kota mereka memiliki ikon arsitektur kontemporer kelas dunia.

5. Kini jadi ikon wisata dan spot foto favorit

Potret Dancing House
Potret Dancing House (pixabay.com/ivabalk)

Awalnya sempat dipandang aneh, kini Dancing House di Kota Prague justru jadi salah satu landmark paling populer. Para wisatawan menjadikannya latar foto wajib saat berkunjung ke ibu kota Republik Ceko. Dari pagi sampai senja, selalu ada orang yang berhenti demi mengabadikan sudut terbaiknya.

Di dalamnya terdapat kantor, galeri seni, restoran, hingga rooftop dengan pemandangan kota. Pengunjung bisa menikmati panorama Sungai Vltava juga atap-atap merah khas Prague dari ketinggian. Kombinasi fungsi serta estetika membuatnya tak sekadar cantik dipandang, tetapi benar-benar hidup dan menjadi bagian aktif dari denyut kota.

Jika suatu hari kamu berkesempatan menjejakkan kaki di kota ini, jangan cuma sibuk berburu kastil dan gereja tua. Sempatkan juga waktu untuk menyapa bangunan yang seolah sedang berdansa ini. Rasakan kontrasnya, nikmati detailnya, dan biarkan imajinasimu ikut bergerak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Travel

See More