Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Fakta Gunung Slamet di Jawa Tengah
Gunung Slamet (https://eventdaerah.kemenparekraf.go.id/)
  • Gunung Slamet adalah gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.428 meter, memiliki suhu sekitar 10 derajat Celcius dan curah hujan tinggi mencapai 8.134 milimeter per tahun.
  • Kawasan hutan Gunung Slamet seluas sekitar 56.000 hektar menjadi habitat beragam flora dan fauna, termasuk elang jawa yang terancam punah serta tumbuhan khas seperti edelweis dan anggrek hitam.
  • Gunung Slamet dianggap keramat karena mitos sebagai kunci Pulau Jawa, berada di lima kabupaten Jawa Tengah, masih berstatus aktif namun belum meletus lagi sejak tahun 1988.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Menjadi salah satu gunung tertinggi di Pulau Jawa, membuat Gunung Slamet tak pernah sepi oleh pendaki. Gunung Slamet menyimpan beragam keindahan baik flora dan faunanya. Salah satu keindahan dari Gunung Slamet juga terletak di jalur pendakiannya.

Ada beberapa fakta menarik yang dimiliki oleh Gunung Slamet. Bukan hanya tentang pesona alamnya saja, tapi juga cerita mistis di gunung tersebut. Jika penasaran, berikut ini fakta Gunung Slamet secara selengkapnya. Simak yuk!

1. Menjadi gunung tertinggi kedua yang ada di Pulau Jawa setelah Gunung Semeru

Gunung Slamet tampak cerah dipagi hari (dok. pribadi/Tegar Setiawan)

Sudah banyak yang tahu jika Gunung Slamet merupakan salah satu gunung tertinggi di Pulau Jawa, lho. Tepatnya adalah tertinggi kedua setelah Gunung Semeru. Gunung Slamet punya tinggi sekitar 3.428 meter di atas laut.

Menariknya lagi, Gunung Slamet memiliki suhu paling dingin di antara gunung lainnya di Pulau Jawa. Hal tersebut juga dipengaruhi oleh curah hujan tinggi yang dimilikinya.

Gunung Slamet punya suhu kisaran 10 derajat Celcius. Sedangan untuk curah hujannya sendiri setiap tahunnya mencapai 8.134 milimeter. Nah, bikin beku bukan?

2. Gunung Slamet juga memiliki kawasan hutan yang cukup lebat, lho

Kawasan hutan Gunung Slamet memiliki luas sekitar 31.200 hektar untuk vegetasinya saja. Sedangkan jika digabung dengan area gunung menjadi sekitar 56.000 hektar. Kawasan tersebut dibagi menjadi 4 zona, yaitu Hutan Dipterokarp Bukit, Hutan Dipterokarp Atas, Hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Kawasan hutan tersebut juga menjadi habitat bagi beragam flora dan fauna. Pohon pinus, edelweis, elang jawa, monyet ekor panjang, anggrek hitam, dan masih banyak yang lainnya. Elang jawa menjadi salah satu habitat yang terancam punah.

3. Menyimpan sebuah mitos dan menjadi salah satu tempat yang dikeramatkan

pendaki di Gunung Slamet (pixabay.com/fajaraddana91)

Gunung Slamet juga menyimpan sebuah mitos, lho. Salah satunya bahwa Gunung Slamet dianggap sebagai kunci dari Pulau Jawa. Hal tersebut dikarenakan letaknya yang berada di tengah-tengah pulau tersebut.

Gunung Slamet juga memiliki bentuk seperti kunci. Oleh warga sekitar, Gunung Slamet dianggap suci dan keramat. Dipercaya bahwa di Gunung Slamet juga ada sebuah gerbang gaib yang terletak di kaki gunungnya. 

4. Berada di lima kabupaten di Jawa Tengah dan statusnya masih aktif

Ilustrasi Kawah (Maxime LEVREL/pexels.com)

Gunung Slamet merupakan gunung berapi yang statusnya masih aktif, lho. Meski begitu, Gunung Slamet sama sekali belum pernah meletus kembali sejak tahun 1988.

Gunung Slamet sendiri berada di 5 kabupaten yang ada di Jawa Tengah, yaitu Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Brebes, dan Tegal. 

Bagi para pendaki, Gunung Slamet merupakan tujuan pendakian cukup menyenangkan karena memiliki pemandangan ciamik yang bisa bikin lupa daratan. Untuk jalur pendakian gunung tersebut, kamu bisa mendaki melalui jalur Guci, jalur Baturraden, jalur Kaligua, dan jalur Malangrejo dengan karakteristiknya yang berbeda-beda.

Itu dia fakta Gunung Slamet, apakah kamu tertarik mendakinya? Jika iya, persiapkan segala sesuatunya dengan maksimal ya.

FAQ Seputar Fakta Gunung Slamet

Berapa banyak kabupaten yang wilayahnya saling berbatasan langsung di Gunung Slamet?

Wilayah Gunung Slamet terbagi sangat luas dan mencakup 5 kabupaten sekaligus di Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes. Puncaknya sendiri (Puncak Surono) secara administratif berada di perbatasan Kabupaten Purbalingga, Pemalang, dan Banyumas.

Apa nama kompleks kawah aktif yang ada di puncak Gunung Slamet?

Puncak Gunung Slamet memiliki kompleks kawah yang cukup luas. Kawah utamanya yang masih aktif dikenal dengan nama Kawah Segara Wedi (Lautan Pasir) dan Kawah Widorokandang. Kawah-kawah ini sering mengeluarkan asap solfatara (belerang).

Mengapa Gunung Slamet disebut sebagai salah satu daerah dengan curah hujan tertinggi di Indonesia?

Secara meteorologis, lereng Gunung Slamet (terutama bagian selatan/Baturraden) bertindak sebagai penangkap hujan yang sangat masif. Curah hujan tahunan di wilayah ini bisa mencapai 8.134 mm per tahun, menjadikannya salah satu tempat terbasah di Indonesia. Hal ini juga yang membuat puncaknya sangat sering tertutup kabut tebal mendadak.

Apa tantangan hidrologi terbesar bagi pendaki yang mencoba menaklukkan Gunung Slamet?

Salah satu karakteristik unik sekaligus rintangan utama di jalur pendakian Gunung Slamet (seperti jalur Bambangan) adalah hampir sama sekali tidak ada sumber air alami (mata air) di sepanjang jalur pendakian utama hingga ke puncak. Pendaki wajib membawa manajemen logistik air yang matang sejak dari basecamp.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article