Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Kurobe-Unazuki Canyon Route Jepang, Jalur Wisata Bekas PLTA
Kurobe Gorge Railway (instagram.com/kurotetsu_official_en)
  • Kurobe-Unazuki Canyon Route di Toyama resmi dibuka 2 Oktober 2026, menghubungkan Tateyama Kurobe Alpine Route dan Kurobe Gorge Railway melalui bekas jalur kerja PLTA.

  • Rute bekas proyek PLTA Kurobegawa ini menawarkan moda unik, termasuk lift vertikal 200 meter, kereta baterai, terowongan bersuhu sekitar 40 derajat Celsius, serta incline bawah tanah 815 meter.

  • Perjalanan tidak bisa mandiri: wisatawan wajib mengikuti paket tur berpemandu, dengan kuota maksimal 400 orang per pekan dan harga mulai sekitar 130 ribu yen per orang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tur Kurobe-Unazuki Canyon Route di Prefektur Toyama, Jepang, resmi dibuka untuk wisatawan mulai 2 Oktober 2026. Rute ini menghubungkan Tateyama Kurobe Alpine route dan Kurobe Gorge Railway, dua jalur wisata yang sebelumnya tidak bisa digabung dalam satu perjalanan. Awalnya pembukaan direncanakan pada awal tahun 2024, tetapi harus ditunda karena gempa di Semenanjung Noto.

Rute ini berbeda dari jalur wisata pada umumnya, karena memanfaatkan jalur kerja proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Sebelum menikmati keindahan alamnya, kamu bisa naik lift vertikal di dalam gunung hingga kereta bertenaga baterai. Berikut beberapa fakta Kurobe-Unazuki Canyon Route yang perlu kamu tahu, menarik dijadikan destinasi wisata.

1. Awalnya dibangun sebagai jalur kerja PLTA

Kurobe-Unazuki Canyon Route dikembangkan oleh Nippon Electric Power dan Kansai Electric Power untuk pembangunan PLTA Kurobegawa, yang menghubungkan Kurobe Dam dengan Keyakidaira. PLTA Kurobegawa No. 4 atau yang dikenal sebagai Kuroyon, selesai sekitar 60 tahun lalu dan pembangunannya dijuluki proyek terbesar abad itu. Uniknya, seluruh fasilitas pembangkit dibangun di bawah tanah, agar keindahan alamnya tetap terjaga.

Jalur tersebut telah lama ditutup untuk umum. Beberapa tahun berselang, pada 2018, Prefektur Toyama dan Kansai Electric Power sepakat membukanya sebagai produk wisata setelah sejumlah langkah keselamatan dipenuhi. Pembukaan yang semula dijadwalkan pada 2024 baru terlaksana pada 2 Oktober 2026, karena Kurobe Gorge Railway belum bisa beroperasi penuh setelah gempa Noto.

2. Terdapat lift vertikal setinggi 200 meter yang dibangun pada 1939

Stasiun Keyakidaira (commons.wikimedia.org/PekePON)

Rute wisata ini dibagi menjadi beberapa bagian yang dapat dilalui menggunakan berbagai moda transportasi unik, termasuk lift. Kondisi medan yang curam tidak memungkinkan memperpanjang jalur kereta, sebagai gantinya dibangunlah lift vertikal setinggi 200 meter di dalam gunung. Lift tersebut selesai dibangun pada 1939 dan termasuk yang paling tinggi di antara lift sejenis di Jepang.

Lift menjadi bagian awal perjalanan dari arah Keyakidaira. Penumpang perlu naik kereta listrik pendek yang masuk ke terowongan dari Stasiun Keyakidaira, kemudian berpindah ke lift. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan dengan naik kereta baterai sekitar 30 menit.

3. Suhu di dalam terowongan sekitar 40 derajat Celsius

Terowongan di Kurobe-Unazuki Canyon Route berbeda dari biasanya, karena awalnya digunakan untuk kereta industri. Saat digali, suhu alami batuan yang ditemukan mencapai 160 derajat Celsius atau lebih, bahkan membuat dinamit yang dipakai sempat meledak sendiri dan memicu banyak kecelakaan. Namun, terowongan tetap berhasil diselesaikan.

Kini suhu batuannya masih sekitar 40 derajat Celsius, sehingga bagian dalam kereta terasa panas dan berbau belerang. Setelah melewati terowongan tersebut, kereta akan tiba di Senindani. Pengunjung dapat melihat pegunungan di belakang Bendungan Senindani dan Air Terjun Kumokiri setinggi 165 meter dari jembatan besi pada ketinggian 859 meter.

4. Incline sepanjang 815 meter dengan kemiringan 34 derajat

Stasiun di depan PLTA Kurobegawa No. 4 dengan incline di bagian belakang (commons.wikimedia.org/Spinningcat)

Pengunjung juga akan diajak naik kereta gantung bawah tanah atau incline yang selesai dibuat pada 1959. Fungsi awalnya untuk mengangkut material dan peralatan pembangunan PLTA Kurobegawa No. 4. Panjang lintasannya mencapai 815 meter dengan kemiringan 34 derajat dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.

Pada masanya, konstruksi seperti ini belum ada bandingannya di dunia. Lorong miringnya digali menembus gunung, bukan dibangun di atas lereng yang sudah ada. Setelah sampai ujung lintasan, perjalanan dilanjutkan dengan bus terowongan sekitar 40 menit menuju ke Kurobe Dam untuk melihat Alpine Tateyama Kurobe Route.

5. Akses terbatas dan wajib mendaftar paket tur

Kurobe-Unazuki Canyon Route tidak dibuka untuk perjalanan mandiri, karena pertimbangan kapasitas dan keselamatan wisatawan. Pengunjung harus mendaftar paket tur yang sudah mencakup akomodasi dan pemandu, kuota maksimal 400 orang per pekan. Kamu bisa membeli paket tersebut melalui JTB, NTA, Hankyu, dan Kintetsu dengan harga mulai sekitar 130 ribu yen (Rp14,7 juta) per orang, tidak termasuk biaya transportasi ke lokasi tujuan.

Rute wisata kurang cocok untuk sebagian orang, karena banyak berpindah moda transportasi, berjalan di terowongan gelap, dan naik tangga. Orang yang menggunakan alat bantu jalan seperti tongkat atau kursi roda, ibu hamil, takut ruang sempit atau ketinggian, tidak dianjurkan mengikuti tur ini. Pastikan usia dan kondisi kesehatanmu memenuhi persyaratan sebelum memutuskan untuk menjelajah Kurobe-Unazuki Canyon Route.

Kurobe-Unazuki Canyon Route menawarkan pengalaman yang tidak ditemukan di jalur wisata lain, karena seluruh fasilitasnya berasal dari kebutuhan pembangunan PLTA. Lift, terowongan, dan lintasan kereta miring di dalamnya merupakan hasil rekayasa konstruksi yang kini bisa dilihat langsung oleh wisatawan. Gimana, tertarik untuk menjelajahi rute ini?

Curated For You

Editorial Team

Related Article