5 Hal tentang Way Kambas, Ada Rumah Sakit Gajah Pertama di Asia

- Taman Nasional Way Kambas seluas 125.621,30 hektare menjadi habitat satwa prioritas, termasuk gajah, badak, dan harimau Sumatra, serta lebih dari 400 jenis burung.
- Kebakaran di Resor Kuala Penet menghanguskan 673,4 hektare pada 21 Agustus 2026; titik api sempat muncul kembali, tetapi habitat gajah liar di utara tidak terdampak.
- Way Kambas memiliki Pusat Latihan Gajah pertama di Indonesia dan Rumah Sakit Gajah pertama di Asia untuk perawatan satwa sakit, terluka, terdampak bencana, atau konflik.
Taman Nasional Way Kambas menjadi salah satu tujuan wisata alam yang populer di Lampung Timur, Lampung. Kawasan konservasi seluas 125.621,30 hektare ini menjadi habitat bagi berbagai satwa liar, termasuk gajah Sumatra yang berstatus terancam punah.
Baru-baru ini, Taman Nasional Way Kambas menjadi perhatian setelah kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan Resor Kuala Penet. Kebakaran tersebut menghanguskan area seluas 673,4 hektare yang terjadi pada Jumat (21/8/2026).
Area gambut di Resor Kuala Penet dilaporkan sempat berhasil dipadamkan pada Sabtu (22/8/2026) malam. Namun, titik api kembali muncul dan petugas melakukan penanganan pada Minggu (23/8/2026).
Kebakaran tersebut tidak berdampak terhadap habitat kelompok gajah liar di Taman Nasional Way Kambas. Lokasi kebakaran berada di bagian selatan kawasan. Sedangkan, kelompok gajah liar berada di bagian utara.
Di balik kabar tersebut, Taman Nasional Way Kambas memiliki sejumlah fakta unik yang menarik untuk diketahui. Simak informasi lengkapnya berikut ini, ya!
1. Habitat berbagai spesies mandat

Potret Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur (IDN Times/Dina Fadillah Salma) Melansir situs resmi ksdae.kehutanan.go.id, Taman Nasional Way Kambas menjadi rumah bagi berbagai spesies mandat, sejenis tumbuhan dan satwa liar yang menjadi prioritas pengelolaan sekaligus perlindungan. Berdasarkan tingkat ancaman, nilai konservasi, serta kebijakan nasional dan internasional.
Terdapat beberapa mamalia besar, yakni gajah Sumatra, badak Sumatra, dan harimau Sumatra. Ada pula rusa sambar, kijang, dan tapir yang hidup di kawasan konservasi tersebut.
2. Memiliki pusat latihan gajah pertama di Indonesia

Potret gajah di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur (IDN Times/Dina Fadillah Salma) Taman Nasional Way Kambas memiliki Pusat Latihan Gajah (PLG) pertama di Indonesia. Fasilitas yang berada di dalam kawasan taman nasional ini mulai dikelola sejak 1985.
Di tempat ini, gajah liar dilatih untuk beradaptasi dengan aktivitas manusia dan mengikuti berbagai kegiatan produktif tanpa menyakiti satwa. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengurangi konflik antara gajah dan manusia.
Sejumlah gajah yang sebelumnya berkonflik dengan masyarakat pun berhasil diselamatkan. Bahkan, mereka mendapatkan penanganan melalui program konservasi.
3. Tujuan favorit pengamat burung

Potret Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur (IDN Times/Dina Fadillah Salma) Daya tarik Way Kambas bukan hanya berasal dari mamalia besar. Kawasan hutan hujan tropis dataran rendah ini juga memiliki keanekaragaman jenis burung yang cukup tinggi.
Terdapat lebih dari 400 jenis burung yang dapat ditemukan di kawasan ini. Kondisi ini membuat Way Kambas menjadi salah satu tujuan bagi pengamat burung atau birdwatcher dari Indonesia maupun mancanegara. Bagi pencinta satwa, aktivitas mengamati burung bisa menjadi cara lain untuk menikmati kawasan konservasi tanpa harus berinteraksi langsung dengan satwa liar.
4. Beragam aktivitas ekowisata bisa dilakukan di sini

Potret Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur (IDN Times/Dina Fadillah Salma) Way Kambas memiliki potensi ekowisata yang bisa dinikmati wisatawan. Beberapa aktivitas yang dapat dilakukan antara lain menyusuri sungai, mengamati gajah di habitatnya, hingga mengikuti elephant safari.
Aktivitas tersebut menawarkan pengalaman melihat satwa dan alam dengan tetap memerhatikan aspek konservasi. Pengembangan ekowisata juga dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan melalui jasa wisata dan usaha pendukung.
5. Rumah sakit gajah pertama di Asia

Potret gajah di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur (IDN Times/Dina Fadillah Salma) Salah satu fasilitas yang menjadi bagian penting dari konservasi di Way Kambas adalah Rumah Sakit Gajah Prof. Dr. Ir. Rubini Atmawidjaja. Fasilitas ini dibangun melalui kerja sama Kementerian Kehutanan, Taman Safari Indonesia, dan Australia Zoo.
Bangunan rumah sakit tersebut didirikan pada 31 Januari 2012 dan dikenal sebagai rumah sakit gajah pertama di Indonesia dan Asia. Fasilitasnya digunakan untuk menangani gajah yang sakit, terluka, menjadi korban bencana, atau terdampak konflik dengan masyarakat. Rumah sakit ini juga dapat digunakan untuk menangani satwa lain yang membutuhkan perawatan.
Demikian lima fakta Taman Nasional Way Kambas yang berperan penting dalam menjaga keanekaragaman hayati Sumatra. Mari kita doakan, agar kondisi Way Kambas dapat kembali seperti sedia kala, tetap menjadi habitat gajah yang aman, serta dapat dikunjungi wisatawan kembali.















![[QUIZ] Gunung di Indonesia yang Cocok Didaki sesuai Tingginya](https://image.idntimes.com/post/20250812/upload_eaa2e2c40b879bafd94a97695485483b_267d49c7-d5a9-4f85-9396-ec20de0d0700.jpg)
![[QUIZ] Spot Sunrise Favoritmu Bisa Ungkap Kepribadianmu saat Traveling!](https://image.idntimes.com/post/20250830/upload_cb4f5214b27dbb5e8d354cfcf8f212ca_cbea0e49-292d-4108-9f06-a22d315dcd74.jpg)
![[QUIZ] Kamu Bakal Liburan ke Pantai Cantik Ini dalam Waktu Dekat!](https://image.idntimes.com/post/20250812/upload_cbfc6b9ef3c16855b49bea221c38ac02_6d2f3f91-c63e-4eba-bfa6-aae5b0e2db5d_watermarked_idntimes-2.jpeg)


![[QUIZ] Intip Kota di Korea Utara yang Cocok untuk Liburanmu!](https://image.idntimes.com/post/20250708/upload_8b232ce634bc1b2b248769e65e9872b2_cde2943b-011e-4791-9e9a-5308fed7c64d.jpg)
