Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Gunung di Indonesia yang Tutup Pendakian saat 17 Agustus 2026
ilustrasi kawah Gunung Bromo (unsplash.com/visualsofdana)
  • Gunung Semeru menutup seluruh akses pendakian pada 7–18 Agustus 2026 untuk menghormati Hari Raya Karo Suku Tengger, bukan akibat erupsi baru.
  • Jalur pendakian Gunung Arjuno dan Welirang ditutup pada 14–17 Agustus 2026, lalu dijadwalkan dibuka kembali pada 18 Agustus.
  • Pendakian Gunung Gede-Pangrango ditutup setelah kebakaran hutan di Alun-alun Suryakencana dan Kawah Wedon awal Agustus, guna mempercepat pemadaman api.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia tinggal menghitung hari. Kamu juga bisa melihat banyak bendera merah putih berkibar di mana-mana. Ngomongin soal hari kemerdekaan, orang Indonesia punya tradisi unik dalam merayakan acara 17 Agustusan. Selain upacara atau perlombaan, gak sedikit pendaki juga melaksanakan upacara 17 Agustus di gunung.

Biasanya, upacara dilaksanakan di puncak gunung-gunung tinggi seperti Rinjani atau Semeru. Sayangnya, untuk perayaan 17 Agustus tahun ini, tidak semua gunung dibuka. Berikut tiga gunung di Indonesia yang menutup jalur pendakian pada 17 Agustus 2026.

1. Gunung Semeru

ilustrasi Ranu Kumbolo di pagi hari (unsplash.com/Achmad Riyadi)

Bisa dibilang, Gunung Semeru merupakan salah satu gunung paling populer di Indonesia. Memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl), Semeru kerap dijuluki sebagai yang tertinggi di Pulau Jawa. Sayangnya, erupsi yang terjadi beberapa tahun belakangan membuat pendakian ke puncaknya ditutup total. Sebagai gantinya, pengunjung kini hanya boleh mendaki sampai ke Ranu Kumbolo.

Dijuluki sebagai surganya Gunung Semeru, danau satu ini memang punya pesona yang gak main-main. Dengan air yang jernih dan dikelilingi oleh perbukitan hijau, banyak pendaki menjadikan Ranu Kumbolo sebagai tempat bermalam setelah seharian mendaki.

Di masa lalu, Gunung Semeru memang kerap dijadikan lokasi upacara untuk memperingati kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, untuk tahun ini, akses ke Gunung Semeru akan ditutup sepenuhnya. Penutupan dimulai dari tanggal 7—18 Agustus 2026. Tenang, penutupan ini dilakukan bukan karena Gunung Semeru erupsi lagi, melainkan untuk menghormati Hari Raya Karo yang merupakan hari raya kedua terbesar bagi Suku Tengger. 

2. Gunung Arjuno-Welirang

ilustrasi gunung arjuno (wikimedia.m.commons.org/Dodik007)

Terletak di tiga kabupaten berbeda, yakni Kabupaten Batu, Kabupaten Malang, dan Pasuruan, Arjuno memang jadi salah satu gunung favorit banyak pendaki, termasuk untuk upacara kemerdekaan. Dengan tingginya yang mencapai 3.339 mdpl, Arjuno dinobatkan sebagai gunung tertinggi kedua di Jawa Timur setelah Semeru. Namun, Arjuno dipilih bukan hanya karena tingginya, melainkan juga karena pendakian yang cukup menantang dan panoramanya yang memukau.

Teduhnya hutan pinus, padang savana, hingga Lembah Kijang yang dikenal dengan hamparan rumput hijau nan luas. Sayangnya, untuk Hari Kemerdekaan Indonesia tahun 2026 ini, Arjuno menjadi salah satu gunung di Indonesia yang menutup jalur pendakiannya. Penutupan dimulai dari tanggal 14—17 Agustus 2026 dan akan dibuka lagi pada 18 Agustus 2026. Selain Gunung Arjuno, Gunung Welirang yang berlokasi bersebelahan pun ikut ditutup.

3. Gunung Gede-Pangrango

ilustrasi pemandangan di puncak Gunung Gede-Pangrango (unsplash.com/Alvian Hasby)

Di Jawa Barat, kamu akan menemukan Gunung Gede-Pangrango sebagai gunung primadona bagi para pendaki. Berada di antara perbatasan Bogor, Cianjur, dan Sukabumi, kedua gunung ini lokasinya memang persis bersebelahan. Gunung Pangrango memiliki ketinggian 3.019 mdpl, sedangkan Gunung Gede memiliki ketinggian 2.985 mdpl. Meski lokasinya bersebelahan dengan jalur pendakian yang sama, kedua gunung ini memiliki dua spot cantik yang berbeda. Gunung Gede terkenal dengan Alun-alun Suryakencana, yakni sebuah hamparan padang savana yang berada di ketinggian 2.750 mdpl.

Bukan hamparan padang rumput biasa, Alun-alun Suryakencana juga menjadi lokasi mekarnya bunga edelweis. Sementara itu, di Gunung Pangrango, kamu akan menemukan sebuah lembah hijau berlatar belakang hutan yang dikenal dengan nama Lembah Mandalawangi. Kabar buruknya, kebakaran hutan yang melanda kawasan Alun-alun Suryakencana dan Kawah Wedon pada awal Agustus ini membuat pendakian ke Gunung Gede-Pangrango jadi mustahil dilakukan. Petugas Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGGP) juga telah menutup jalur pendakian demi mempercepat proses pemadaman api.

Meski ketiga gunung ini ditutup, bukan berarti semangat merayakan hari kemerdekaan juga ikut luntur. Selain ketiga gunung ini, masih banyak kok gunung lain yang tetap membuka jalur pendakiannya. Di Jawa, kamu bisa mendaki Gunung Merbabu, Gunung Andong, dan Gunung Slamet. Sedangkan jika ingin pengalaman yang lebih menantang, kamu bisa mencoba menaklukkan Gunung Rinjani yang berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article