Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Jalur Pendakian Gunung Raung, Mana yang Menantang?

4 Jalur Pendakian Gunung Raung, Mana yang Menantang?
ilustrasi mendaki gunung (pexels.com/Eric Sanman)
Intinya Sih
  • Gunung Raung di Jawa Timur setinggi 3.344 mdpl memiliki empat jalur resmi dengan medan, pemandangan, dan tingkat kesulitan berbeda.
  • Jalur Kalibaru menuju Puncak Sejati membutuhkan 3–4 hari dengan medan ekstrem; Glenmore menuju Puncak Bayangan bert ebing terjal dan dapat memakan waktu hingga dua minggu.
  • Sumber Wringin di Bondowoso lebih bersahabat untuk tektok dengan panorama tropis, sedangkan Jambewangi yang relatif baru, sepi, dan kaya sumber air umumnya dilalui pendaki berpengalaman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Gunung Raung adalah salah satu gunung yang ada di Jawa Timur. Gunung aktif ini memiliki ketinggian 3.344 mdpl dan menjadi salah satu gunung tertinggi dalam jajaran pegunungan Ijen. Punya pemandangan indah dengan medan yang menantang, gunung ini sering jadi destinasi tujuan para pendaki.

Untuk menggapai puncak, terdapat beberapa jalur pendakian resmi di Gunung Raung. Setiap jalur menawarkan medan, pemandangan, dan tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Berikut empat jalur pendakin Gunung Raung yang perlu kamu ketahui sebelum naik Gunung Raung.

1. Gunung Raung via Kalibaru

ilustrasi jalur pendakian
ilustrasi jalur pendakian (pexels.com/ArtHouse Studio)

Kalibaru adalah rute legendaris yang berada di Banyuwangi. Jalur ini akan membawamu ke Puncak Sejati Gunung Raung. Untuk sampai ke puncak, kamu memerlukan waktu sekitar 3-4 hari dan melewati sembilan pos. Daya tarik dan tantangan terbesar dari jalur ini terletak pada medannya.

Jalur menuju 1 dan 2 terbilang mudah karena kamu akan melewati perkebunan kopi dan area hutan. Namun, kamu akan menemui medan yang lebih ekstrem, seperti tanjakan panjang, jalur sempit, dan ada bagian panjat tebing. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menggunakan guide profesional jika ingin melewati rute ini.

2. Gunung Raung via Glenmore

ilustrasi mendaki gunung
ilustrasi mendaki gunung (pexels.com/Firman Marek_Brew)

Selanjutnya, ada rute Glanmore yang biasanya digunakan untuk menuju Puncak Bayangan. Jalur ini melintasi vegetasi hutan yang terbilang masih sangat asri dan lebat. Buat kamu yang suka climbing atau panjat tebing, jalur ini bisa jadi pilihan yang tepat.

Meski begitu, kamu harus berhati-hati karena Glenmore punya tebing yang terjal. Bahkan sampai diberi julukan sebagai jalur neraka Gunung Raung. Susahnya medan di Glenmore bisa buat kamu menghabiskan waktu sampai 2 minggu untuk sampai ke puncaknya, lho.

3. Gunung Raung via Sumber Wringin

ilustrasi mendaki gunung
ilustrasi mendaki gunung (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)

Buat kamu yang ingin tektok ke Gunung Raung, ternyata bisa banget, lho! Jalur Sumber Wringin yang ada di Bondowoso ini lebih bersahabat dibanding jalur lainnya. Jalur ini umumnya mengarahkan pendaki menuju Puncak Sumber Wringin.

Kamu akan melewati beberapa pos, di antaranya Pondok Motor, Pondok Ojek, Pondok Sumur, Pondok Tonyok, Pondok Demit, Pondok Mayit dan Pondok Angin sebelum tiba di puncak. Lewat jalur ini kamu bakal disuguhi pemandangan indah, seperti hutan tropis, sungai kecil, hingga beberapa fauna dan flora endemik.

4. Gunung Raung via Jambewangi

ilustrasi mendaki gunung
ilustrasi mendaki gunung (pexels.com/Nurul Sakinah Ridwan)

Jalur Jambewangi adalah rute pendakian yang relatif baru dikembangkan. Jalur ini pertama kali dipetakan pada tahun 2004 setelah 15 kali percobaan. Untuk mencapai puncak lewat Jambewangi, kamu membutuhkan waktu sekitar 4 hari.

Karena terbilang baru daripada jalur lainnya, suasana di sini masih sepi dan alami. Makanya, jalur ini lebih sering dilalui oleh pendaki berpengalaman atau tim eksplorasi. Salah satu hal menarik dari jalur ini adalah bisa dengan mudah menemukan sumber air.

Itu dia empat jalur pendakian ke Gunung Raung yang bisa kamu pilih sesuai dengan gaya pendakianmu. Karena jalurnya ekstrem, maka perlu persiapan matang sebelum mendaki mulai dari persiapan fisik, mental, hingga logistik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More