Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Hal yang Membuat Pariwisata di Korea Utara Sangat Menarik

interaksi penduduk lokal dengan wisatawan di Korea Utara
interaksi penduduk lokal dengan wisatawan di Korea Utara (commons.wikimedia.org/Roman Harak)
Intinya sih...
  • Korea Utara menawarkan pengalaman wisata yang unik karena aturan dan aksesnya sangat terbatas.
  • Keunikan terlihat dari sistem uang, keberadaan militer, dan minimnya interaksi dengan warga lokal.
  • Meski penuh propaganda, Korea Utara relatif aman bagi wisatawan yang patuh aturan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kamu mungkin setuju kalau Korea Utara bisa dibilang sebagai negara paling misterius bagi dunia internasional. Bagaimana tidak, akses menuju ke negara yang satu ini begitu terbatas mengingat ideologi yang dianut begitu ekstrem. Tak jarang, kita hanya mendengar hal-hal aneh sekaligus menyeramkan di sana. Akan tetapi, sebenarnya Korea Utara tidak sepenuhnya menutup diri dari dunia luar, lho.

Soalnya, wisatawan mancanegara masih berkesempatan untuk mengunjungi Korea Utara agar bisa melihat keadaan di sana. Namun, berada di negara yang sangat tertutup dan otoriter tentu menyajikan pengalaman yang sangat berbeda ketika seseorang berkunjung ke sana. Di luar masalah politik yang menegangkan, sebenarnya ada beberapa poin menarik dari wisata ke Korea Utara yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini. Siap-siap terkejut!

1. Wisatawan tidak bisa menggunakan mata uang masyarakat Korea Utara

salah satu toko bunga yang ada di Korea Utara
salah satu toko bunga yang ada di Korea Utara (commons.wikimedia.org/nikontino)

Biasanya, ketika kita berkunjung ke suatu negara, menukarkan mata uang negara kita dengan mata uang negara tujuan jadi kewajiban demi menikmati lokasi wisata ataupun berbelanja di sana. Hal ini ternyata tidak berlaku di Korea Utara. Sebab, wisatawan hanya bisa bertransaksi dengan mata uang negara sendiri, seperti dolar AS, euro Eropa, maupun yuan China, ataupun sertifikat valuta asing yang khusus dikeluarkan bank sentral Korea Utara.

Wisatawan bahkan tidak diperkenankan untuk membawa ataupun bertransaksi mata uang won Korea Utara (KPW) selama ada di sana. Andai kata seorang wisatawan berhasil memperoleh won Korea Utara, ia tidak akan diperbolehkan untuk membawa mata uang itu kembali ke negaranya. Jangan coba-coba melanggar aturan ini atau kamu akan berhadapan dengan hukuman yang cukup serius.

Oh, ya, hal yang perlu diingat lagi ialah selalu sediakan uang fisik. Soalnya, segala transaksi yang boleh dilakukan oleh wisatawan di Korea Utara selalu menggunakan uang fisik. Tidak ada ATM atau metode pembayaran dengan kartu kredit di sana. Jadi, selalu siapkan uang yang cukup, mulai dari mulai perjalanan sampai pulang nanti. Meski begitu, berbelanja dengan mata uang negara sendiri di negara lain, apalagi yang tertutup seperti Korea Utara, jelas jadi pengalaman unik tersendiri, bukan?

2. Pemandangan ibu kota Korea Utara termasuk cantik

pemandangan Kota Pyongyang
pemandangan Kota Pyongyang (commons.wikimedia.org/Christophe95)

Gambaran tentang Korea Utara yang masih tertinggal jauh dari dunia modern mungkin sering kita lihat atau dengar. Namun, kalau kita mengunjungi Pyongyang, ibu kota Korea Utara, sebenarnya negara yang satu ini sedang berkembang dan punya pemandangan yang cukup cantik dari udara. Soalnya, di Pyongyang, ada perpaduan antara kota dengan gedung-gedung tinggi dengan pemukiman warga di sekitarnya.

National Geographic bahkan menyebut kalau berbagai gedung dan bangunan dengan warna pastel menambah kesan indah dari Pyongyang, khususnya kalau dilihat dari udara. Tentunya, suasana retro dan antik tetap menonjol karena gaya arsitektur yang benar-benar berbeda dari kebanyakan negara modern saat ini. Suasana tersebut paling terlihat saat wisatawan berada di transportasi publik ataupun monumen-monumen bernilai sejarah yang ada di Pyongyang.

Sebenarnya, bukan hanya Pyongyang yang menyajikan wisata untuk wisatawan mancanegara. Kalau memperoleh izin dari pemerintah setempat, kita bisa saja mengunjungi tempat-tempat lain di Korea Utara. Sebagai contoh, kamu bisa mengunjungi kawasan pinggir kota yang masih asri dengan aktivitas pertanian, bentang alam yang cantik seperti Gunung Paektu, dan kawasan resor yang menyajikan kemewahan yang mungkin tidak kita sangka sebelumnya.

3. Tentara ada di mana-mana

parade militer di Korea Utara
parade militer di Korea Utara (commons.wikimedia.org/Uri Tours)

Oke, hal yang satu ini memang menyeramkan, tapi di satu sisi juga cukup menarik. Kalau di negara lain, tentara atau petugas keamanan hanya berada di tempat-tempat tertentu yang jadi lokasi tugas mereka. Namun, di Korea Utara, kita bisa melihat aparat di mana-mana. Definisi di mana-mana ini bukan sekadar di jalanan utama kota, tapi sampai gang-gang paling kecil di perumahan masyarakat.

David Guttenfelder, seorang fotografer dari National Geographic, menyebut kalau militer itu sudah seperti identitas bangsa dari Korea Utara. Mereka terlibat dalam berbagai proyek infrastruktur dan pengembangan negara, acara-acara yang bahkan tak berhubungan dengan militer, sampai memastikan segala aturan yang ada di Korea Utara dipatuhi siapa saja. Agak menyeramkan memang bagi wisatawan mancanegara untuk melihat kehadiran aparat negara di mana-mana. Namun, kalau kita lihat dari sisi lain, keberadaan militer Korea Utara yang sudah mencapai urat nadi masyarakatnya sendiri itu jadi keunikan sendiri. Ini membuat kita merasa seperti di dunia yang berbeda saat berkunjung ke sana.

4. Wisatawan sulit “disambut” oleh masyarakat

masyarakat Korea Utara sedang menari bersama
masyarakat Korea Utara sedang menari bersama (commons.wikimedia.org/David Clayton Ellsworth)

Berbeda dengan kebanyakan negara dengan wisatawan mancanegara yang dapat menjelajahi negara tersebut sendirian, di Korea Utara diwajibkan untuk menggunakan jasa pemandu. Secara umum, Korea Utara menyediakan jasa pemandu untuk kelompok maupun privat. Setelah memilih layanan itu, wisatawan pasti akan selalu ditemani pemandu saat menjelajahi negara tersebut.

Nah, salah satu hal yang menarik sekaligus agak menyedihkan ialah interaksi antara wisatawan mancanegara dengan masyarakat Korea Utara yang begitu terbatas. Earth Travel Unlimited melansir kalau wisatawan sangat sulit untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat setempat. Biasanya, masyarakat hanya akan menatap wisatawan tanpa berbicara apa pun karena mereka memang dilarang untuk melakukannya dengan alasan kekhawatiran terhadap adanya mata-mata. Hal tersebut jelas menciptakan situasi yang agak kikuk, apalagi kalau terjadi dalam kurun waktu yang lama.

Karena itu, interaksi dengan orang Korea Utara asli hanya dapat dilakukan dengan pemandu yang membawa kita berkeliling. Memang, pemandu tersebut sangat kompeten dalam menjawab pertanyaan ataupun menunjukkan berbagai hal menarik di Korea Utara. Namun, tanpa pengalaman interaksi secara langsung dengan masyarakat setempat rasanya cukup mengurangi esensi dalam mengetahui realitas yang mereka hadapi di sana, bukan?

5. Penuh dengan propaganda, tapi aman untuk wisatawan

potret acara United Buddy Bears di Pyongyang
potret acara United Buddy Bears di Pyongyang (commons.wikimedia.org/Martin Tutsch)

Mungkin ini sudah jadi hal umum yang dibicarakan di dunia internasional. Ya, selama berkunjung ke Korea Utara, wisatawan mancanegara pasti akan merasakan suasana penuh propaganda pemerintah dalam berbagai bentuk. Dari yang paling simpel, kita pasti akan mendengar musik-musik nasionalisme yang diputar di jalanan kota, patung atau lukisan kepala negara terdahulu dan sekarang, sampai ornamen-ornamen yang menggambarkan pemerintahan serta militer di Korea Utara.

Nah, sekalipun ada banyak propaganda di mana-mana, wisatawan mancanegara sebenarnya tak perlu khawatir jadi korban tindakan kriminal di Korea Utara. Dilansir loveEXPLORING, tingkat kriminalitas pada wisatawan di sana terbilang rendah. Selama wisatawan tidak melanggar aturan yang berlaku, kita hampir tak perlu khawatir jadi korban pencopetan atau semacamnya. Kemungkinan besar, hal ini merupakan implikasi dari penerapan aturan yang begitu ketat sehingga pelaku kriminal, khususnya kriminal jalanan, sulit beroperasi di Korea Utara.

Meski terkenal tertutup dengan dunia luar, Korea Utara jelas tidak mau melepas potensi ekonomi dari kedatangan wisatawan mancanegara. Dengan dunia yang semakin terhubung, sebenarnya ada beberapa akses yang dapat digunakan calon wisatawan untuk berkunjung ke sana. Ini tinggal bagaimana cara calon wisatawan mancanegara menyikapi soal kunjungan ke Korea Utara yang pastinya lebih butuh persiapan dari biasanya.

Pada beberapa aspek, wisata di Korea Utara terlihat sangat ketat dan penuh hal-hal yang tak wajar. Namun, kalau kita menyingkirkan masalah itu untuk sesaat, wisatawan mancanegara masih bisa, kok, untuk melihat keadaan dan budaya di Korea Utara dari perspektif yang berbeda. Nah, dari pembahasan ini, kamu jadi tertarik mengunjungi Korea Utara, gak, nih?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Travel

See More

Kapan Waktu Terbaik ke Kamakura?

25 Jan 2026, 15:45 WIBTravel