Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Islamic Center of Washington, Mercusuar Keimanan di Ibu Kota AS

Islamic Center of Washington, Mercusuar Keimanan di Ibu Kota AS
potret bagian luar Islamic Center of Washington (commons.wikimedia.org/APK)
Intinya Sih
  • Islamic Center of Washington berdiri sebagai masjid besar pertama di AS, hasil kolaborasi komunitas Muslim multinasional yang dimulai kembali pada tahun 1948 setelah tertunda akibat Perang Dunia II.
  • Tokoh penting seperti Kamil Abdel Rahim dan pengusaha Palestina-Amerika Joseph Howar berperan besar dalam pembangunan, termasuk pembentukan komite dan dukungan finansial untuk proyek tersebut.
  • Diresmikan tahun 1957 oleh Presiden Dwight D. Eisenhower, masjid ini menjadi simbol diplomasi dan persatuan dengan arsitektur bergaya Mamluk-Fatimiyah serta kontribusi seni dari berbagai negara Muslim.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Islamic Center of Washington adalah salah satu masjid jemaah besar pertama yang didirikan di Amerika Serikat. Ia memiliki signifikansi historis sebagai tempat ibadah perintis bagi umat Muslim di negara tersebut. Dikenal luas karena desain dan arsitekturnya yang mengesankan. Hingga kini, masjid ini tetap berdiri sebagai salah satu landmark Islam paling luar biasa di AS.

Sejak awal, Islamic Center of Washington merupakan proyek kolaboratif. Proyek ini melibatkan komunitas Muslim dari berbagai latar belakang kebangsaan yang tinggal di ibu kota. Bersama-sama, mereka bertujuan untuk membangun tempat ibadah dan kegiatan budaya bersama. Yuk, simak fakta unik tentang Islamic Center of Washington berikut ini!

1. Ide pembangunannya muncul pada tahun 1948

potret ruang salat di Islamic Center of Washington
potret ruang salat di Islamic Center of Washington (commons.wikimedia.org/U.S. Information Agency)

Rencana pembangunan Islamic Center of Washington tertunda selama Perang Dunia II. Proyek tersebut tidak berjalan pada saat itu. Ia dilanjutkan dengan momentum baru pada tahun 1948. Islamic Heritage menjelaskan bahwa hal ini terjadi ketika Mesir menunjuk Kamil Abdel Rahim sebagai duta besarnya untuk Amerika Serikat.

Rahim menjabat sebagai presiden yayasan masjid. Ia juga memimpin komite eksekutifnya. Dalam posisi ini, Rahim melakukan upaya besar untuk menyatukan para perwakilan. Ia bekerja untuk mempertemukan para duta besar dari negara-negara mayoritas Muslim di AS.

2. Peran seorang pengusaha Palestina-Amerika

potret kaligrafi berbahasa Arab di dinding dalam Islamic Center of Washington
potret kaligrafi berbahasa Arab di dinding dalam Islamic Center of Washington (commons.wikimedia.org/Jules9687)

Teach Mideast menyebutkan bahwa Joseph Howar adalah seorang tokoh penting yang berkontribusi dalam pembangunan Islamic Center of Washington. Ia adalah seorang pengusaha Palestina-Amerika. Sebelumnya, Howar pernah bekerja di Bombay dan New York. Kemudian ia pindah ke Washington, D.C., karena percaya bahwa tempat itu cocok untuk ditinggali.

Howar, bersama dengan para diplomat Muslim lainnya, membantu membentuk komite untuk pembangunan masjid. Mereka juga memberikan dukungan keuangan. Pada tahun 1948, pembangunan secara resmi dimulai. Howar menandainya dengan meletakkan koin perak di tanah sebagai simbol keberuntungan.

3. Diresmikan pada tahun 1957

Pidato George W. Bush di Islamic Center of Washington pada tahun 2001.
Pidato George W. Bush di Islamic Center of Washington pada tahun 2001. (commons.wikimedia.org/The U.S. National Archives)

Lokasi masjid di ibu kota AS memberikannya arti penting secara politik. Islamic Center of Washington terlibat dalam urusan publik yang signifikan. Perannya meluas melampaui agama ke bidang diplomasi dan representasi. Masjid diresmikan pada tahun 1957 oleh Dwight D. Eisenhower.

Sejak saat itu, Islamic Center of Washington terus memainkan peran penting. Ia berfungsi sebagai penghubung antara pemerintah AS dan komunitas Muslim. Mendorong komunikasi dan saling pengertian. Masjid ini pernah dikunjungi oleh George W. Bush setelah serangan 11 September.

4. Arsitektur Islamic Center of Washington

potret ubin keramik di Islamic Center of Washington
potret ubin keramik di Islamic Center of Washington (commons.wikimedia.org/Nazif İLBEK)

Islamic Center of Washington dirancang oleh arsitek Italia, Mario Rossi. Eksteriornya mencerminkan pengaruh arsitektur Mamluk dan Fatimiyah yang ia amati di Mesir. Namun, interiornya menunjukkan desain yang lebih beragam. Ia menggabungkan elemen struktural, ornamen, dan gaya lokal dan global untuk menciptakan ruang yang khas.

Sebagai contoh, Mahmut Akok menciptakan ubin dinding keramik yang disumbangkan oleh pemerintah Turki. Warna ubin mencerminkan warna yang umum ditemukan di masjid-masjid Ottoman klasik. Karpet yang digunakan di masjid berasal dari Iran. Kaligrafi juga menunjukkan variasi, menampilkan gaya Thuluth dan Kufi.

Pusat Islam Washington tetap menjadi simbol kuat iman dan persatuan di ibu kota AS. Sejarahnya menunjukkan kolaborasi di antara beragam komunitas Muslim dan mitra global. Selain nilai arsitekturnya, ia mendukung dialog dan saling pengertian. Oleh karena itu, Islamic Center of Washington terus berfungsi sebagai mercusuar iman yang abadi di AS.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Travel

See More