5 Fakta Istana Pena di Portugal, Mirip Kastil di Negeri Dongeng

- Istana Pena di Sintra, Portugal, awalnya berdiri di atas reruntuhan biara abad ke-16 yang hancur akibat gempa besar Lisbon tahun 1755 sebelum dibangun ulang oleh Raja Ferdinand II.
- Pembangunannya dimulai tahun 1842 dengan sentuhan Romantisisme, memadukan warna mencolok dan berbagai gaya arsitektur seperti Neo-Gotik, Neo-Islam, hingga Neo-Renaissance dalam satu kompleks megah.
- Kawasan Istana Pena kini menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 1995, dikelilingi taman seluas lebih dari 200 hektare berisi ribuan tanaman dari berbagai negara.
Dari kejauhan, bangunan ini terlihat bagaikan ilustrasi dalam buku cerita anak. Warnanya cerah, bentuknya dramatis, dan posisinya menjulang anggun di atas bukit berkabut. Banyak orang yang pertama kali melihatnya langsung teringat pada kastil di film fantasi. Padahal, istana ini benar-benar ada dan berdiri kokoh di Portugal.
Namanya Pena Palace, salah satu ikon arsitektur paling populer di negara tersebut. Istana ini terletak di kawasan perbukitan Sintra yang sejak lama dikenal berkat lanskapnya yang memesona. Kalau kamu penasaran dengan keunikan dan kisah Istana Pena di Portugal, simak lima fakta uniknya berikut ini!
1. Berdiri di atas biara tua yang hancur akibat gempa

Sebelum menjadi istana penuh warna, lokasi Istana Pena dulunya adalah sebuah biara. Biara bernama Nossa Senhora da Pena dibangun pada abad ke-16 dan dihuni oleh para biarawan Ordo Santo Hieronimus. Namun, gempa besar Lisbon yang mengguncang Portugal pada tahun 1755 merusak bangunan itu sampai hampir tak tersisa.
Puluhan tahun kemudian, area reruntuhannya dibeli oleh Raja Ferdinand II. Ia melihat potensi luar biasa pada lokasi tersebut dan memutuskan untuk membangun istana musim panas kerajaan di atasnya. Sisa-sisa struktur biara lama masih dipertahankan dan diintegrasikan ke dalam desain baru. Hasilnya adalah perpaduan unik antara spiritualitas masa lalu dengan romantisme abad ke-19.
2. Dibangun oleh raja yang punya jiwa seniman

Tokoh penting di balik kemegahan Istana Pena adalah Ferdinand II of Portugal. Ia bukan cuma seorang raja, melainkan juga sosok dengan minat besar pada seni, arsitektur, dan lanskap. Ketertarikannya pada gaya Romantisisme membuat istana ini dirancang dengan konsep yang tidak biasa untuk zamannya. Ia ingin menciptakan bangunan yang terasa magis sekaligus monumental.
Pembangunan pun dimulai pada tahun 1842 dan melibatkan arsitek Jerman bernama Wilhelm Ludwig von Eschwege. Ferdinand II ikut aktif memberi ide, termasuk pemilihan warna mencolok seperti kuning dan merah. Detail ornamen, menara, hingga kubah dirancang agar memancing rasa takjub. Tidak heran jika hasil akhirnya terkesan begitu teatrikal dan berbeda dari istana klasik Eropa lainnya.
3. Perpaduan beragam gaya arsitektur dalam satu bangunan

Salah satu daya tarik utama Istana Pena adalah gaya arsitekturnya yang campur aduk, tetapi tetap harmonis. Kamu bisa menemukan sentuhan Neo-Gotik, Neo-Manueline, Neo-Islam, bahkan Neo-Renaissance dalam satu kompleks. Elemen Moorish tampak pada lengkungan dan detail dekoratifnya. Sementara sentuhan Manueline terlihat pada ornamen batu yang rumit.
Perpaduan ini merupakan bagian dari semangat Romantisisme yang mengagumi masa lalu. Gaya-gaya itu memang populer di Eropa abad ke-19 sebagai bentuk nostalgia terhadap era kejayaan sebelumnya. Alih-alih mengikuti satu pakem, Istana Pena justru merayakan keberagaman gaya.
4. Dikelilingi taman luas dengan ribuan tanaman dari berbagai negara

Selain bangunan utamanya, area taman di sekitar Istana Pena juga tak kalah memikat. Taman ini dirancang menyerupai lanskap alami dengan jalur berkelok, danau kecil, serta sudut-sudut tersembunyi. Luasnya mencapai lebih dari 200 hektare dan dipenuhi ribuan spesies tanaman dari berbagai belahan dunia.
Terdapat bunga camellia yang mekar cantik saat musim dingin, magnolia, hingga rhododendron yang menyuguhkan warna dramatis saat musim semi. Ada pula pakis pohon dari Australia dan pohon sequoia raksasa asal Amerika Utara yang menjulang tinggi. Di tempat ini, para pengunjung sering betah berlama-lama menjelajahi jalur-jalurnya, sambil menikmati pemandangan alam yang memukau.
5. Bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO

Pada tahun 1995, kawasan budaya Sintra, termasuk Istana Pena, ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Penetapan ini diberikan karena nilai sejarah, arsitektur, serta lanskapnya yang luar biasa.
Status warisan dunia berarti kawasan ini dilindungi dan dirawat dengan standar internasional. Restorasi dilakukan secara hati-hati supaya kokoh mempertahankan karakter aslinya. Kini, jutaan wisatawan datang setiap tahun hanya demi menyaksikan keindahannya.
Dengan warna mencolok, arsitektur penuh imajinasi, dan sejarah yang kaya, Istana Pena di Portugal menghadirkan suasana bak negeri dongeng di dunia nyata. Kalau kamu suka destinasi wisata dengan karakter kuat plus berlatar belakang unik, tempat ini jelas layak masuk wishlist-mu!

















