Ini kesempatan yang jarang ada untuk merasakan euforia sepak bola sekaligus menjelajahi salah satu ibu kota paling dinamis di Amerika Latin. Jangan sampai kamu datang jauh-jauh ke Mexico City tapi pulang hanya dengan ingatan stadion saja.
Itinerary Liburan di Mexico City saat Piala Dunia 2026

- Mexico City menjadi salah satu tuan rumah utama Piala Dunia 2026 di Estadio Azteca, menawarkan pengalaman sepak bola sekaligus wisata budaya dan sejarah yang kaya.
- Pilihan kawasan menginap seperti Polanco, Roma Norte, Condesa, hingga Centro Histórico menentukan kenyamanan perjalanan dengan akses transportasi Metro yang efisien menuju stadion.
- Kuliner lokal, situs bersejarah seperti Zócalo dan Teotihuacán, serta suasana kota yang dinamis menjadikan Mexico City destinasi lengkap selama euforia Piala Dunia berlangsung.
Mexico City bukan sekadar kota transit sebelum menonton pertandingan. Kota ini punya sejarah panjang, kuliner yang kaya, dan arsitektur yang susah untuk dilupakan. Ribuan wisatawan dari seluruh dunia akan memadati kota ini selama Piala Dunia 2026 berlangsung.
Supaya perjalananmu tertata, berikut ini ada rekomendasi itinerary liburan di Mexico City saat Piala Dunia 2026. Siapa tahu cocok dan bisa memberikan perjalanan yang berkesan.
1. Tentukan jadwal pertandingan lebih dulu, lalu susun itinerary

Langkah pertama sebelum memesan apa pun adalah memastikan jadwal pertandingan yang ingin ditonton. Piala Dunia 2026 diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, dengan Mexico City sebagai salah satu kota tuan rumah utama di Estadio Azteca.
Kapasitas Estadio Azteca mencapai lebih dari 80 ribu penonton, menjadikannya salah satu stadion terbesar yang pernah menggelar laga Piala Dunia. Tiket pertandingan di Azteca biasanya ludes jauh sebelum turnamen dimulai, jadi pastikan proses pembelian tiket sudah terpesan sebelum memikirkan hotel atau penerbangan.
Setelah jadwal pertandingan sudah pasti, baru susun itinerary di sekitar tanggal yang sudah ditentukan. Pertimbangkan hari keberangkatan, hari kedatangan, dan berapa hari kamu punya waktu bebas untuk mengeksplorasi kota.
Jangan padatkan semua aktivitas di satu hari karena Mexico City butuh waktu untuk benar-benar dinikmati. Kota ini luas, macetnya nyata, dan setiap kawasan punya karakter berbeda yang sayang jika dilewatkan dengan terburu-buru.
2. Kawasan mana yang paling layak dijadikan base camp?

Pilihan kawasan menginap di Mexico City sangat menentukan pengalaman selama di sana. Kawasan Polanco adalah pilihan paling populer untuk wisatawan internasional karena dekat dengan Bosque de Chapultepec, penuh dengan restoran berkelas, dan relatif aman untuk jalan kaki malam hari.
Roma Norte dan Condesa juga tidak kalah menarik karena atmosfernya lebih lokal, penuh dengan kafe independen, taman kota, dan arsitektur art deco yang memanjakan mata. Dua kawasan ini juga dikenal sebagai pusat kehidupan malam yang hidup tapi tidak ugal-ugalan.
Kalau anggaran lebih terbatas, kawasan Centro Histórico bisa jadi pilihan alternatif karena letaknya strategis di jantung kota dan dekat dengan berbagai situs bersejarah penting. Namun, perlu diperhatikan bahwa transportasi menuju Estadio Azteca dari Centro bisa memakan waktu cukup lama tergantung kondisi lalu lintas.
Sebaiknya riset dulu rute Metro dari kawasan yang dipilih ke stadion agar hari pertandingan tidak berubah menjadi drama kehabisan waktu. Metro Mexico City termasuk murah dan cukup andal untuk mobilitas sehari-hari di dalam kota.
3. Situs bersejarah yang wajib masuk daftar

Mexico City adalah kota di atas kota. Di bawah gedung-gedung modernnya tersimpan reruntuhan peradaban Aztec yang pernah menjadi pusat kekuasaan terbesar di Mesoamerika. Zócalo, alun-alun utama kota, dikelilingi oleh Catedral Metropolitana dan Palacio Nacional yang menyimpan mural-mural monumental karya Diego Rivera. Tidak jauh dari sana, situs arkeologi Templo Mayor adalah tempat di mana para arkeolog masih terus menggali lapisan sejarah yang tertimbun selama berabad-abad.
Kalau punya waktu setengah hari lebih, pergi ke Teotihuacán yang berjarak sekitar satu jam dari pusat kota. Kompleks piramida ini termasuk salah satu yang terbesar di dunia dan pemandangannya dari puncak Piramida Matahari benar-benar sulit dijelaskan dengan kata-kata. Sebaiknya berangkat pagi sebelum matahari terlalu terik dan kerumunan terlalu padat. Ini bukan atraksi yang bisa dilewatkan hanya karena jadwal terasa penuh.
4. Kuliner Mexico City jauh lebih kompleks dari ekspektasi

Banyak orang datang ke Mexico City dengan bayangan taco dan burrito. Masakan Mexico City banyak yang masuk dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO, dan itu bukan gelar yang diberikan sembarangan.
Di pasar tradisional, seperti Mercado de la Merced atau Mercado de Jamaica, deretan makanan yang tersaji jarang ditemukan di luar Meksiko, mulai dari tlayudas, memelas, hingga berbagai mole dengan kompleksitas rasa yang membutuhkan waktu berjam-jam untuk dimasak. Harga di pasar juga jauh lebih masuk akal dibandingkan dengan restoran di kawasan turis.
Untuk pengalaman yang lebih kuratif, kawasan Roma Norte punya banyak restoran yang menggabungkan teknik modern dengan bahan-bahan tradisional Meksiko. Beberapa nama restoran di Mexico City bahkan masuk dalam daftar 50 Restoran Terbaik Dunia. Jadi, kalau memang ingin mencoba fine dining, Mexico City adalah salah satu destinasi yang tidak akan mengecewakan.
Jangan lupa coba mezcal, minuman khas Meksiko yang berbeda dari tequila dan punya karakter rasa yang lebih kompleks dan berasap. Minum satu sloki sambil duduk di bar kecil di sudut Condesa adalah salah satu pengalaman yang susah tergantikan.
5. Transportasi selama di kota dan hari pertandingan

Hari pertandingan di Estadio Azteca adalah kondisi yang paling perlu dipersiapkan secara logistik. Stadion ini terletak di selatan kota dan akses termudah adalah menggunakan Metro Line 2 turun di Tasqueña, lalu lanjut dengan tren ligero menuju stadion.
Alternatif lain adalah menggunakan Metrobús, tetapi pada hari pertandingan semua moda transportasi umum akan sangat penuh jauh sebelum kick-off. Datang minimal 2 jam sebelum pertandingan dimulai bukan berlebihan, tapi memang keharusan kalau tidak mau stres di luar stadion.
Untuk mobilitas sehari-hari di luar hari pertandingan, kombinasi Metro dan aplikasi ride-hailing, seperti Uber atau InDrive, cukup efektif. Taksi konvensional di jalanan Mexico City sebaiknya dihindari kalau tidak tahu cara membedakan mana yang resmi dan mana yang tidak. Berjalan kaki di kawasan seperti Roma, Condesa, atau Polanco juga sangat memungkinkan karena trotoarnya layak dan banyak taman yang bisa menjadi rute menyenangkan.
Satu hal yang perlu diperhatikan adalah ketinggian Mexico City yang berada di 2.240 meter di atas permukaan laut, sehingga beberapa orang butuh 1 atau 2 hari untuk menyesuaikan diri sebelum beraktivitas penuh.
Mexico City di musim Piala Dunia adalah salah satu kombinasi perjalanan paling intens yang bisa direncanakan tahun ini. Persiapkan tiket pertandingan, pilih kawasan menginap dengan cermat, dan sisakan waktu untuk menjelajahi kota di luar jadwal laga. Kamu tidak akan kembali ke tempat yang sama dua kali.


















