Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jepang Berencana Naikkan Pajak Wisatawan Asing Mulai Juli 2026

Jepang Berencana Naikkan Pajak Wisatawan Asing Mulai Juli 2026
ilustrasi Jepang yang dipadati wisatawan mancanegara (unsplash.com/Matt Cramblett)

Jepang terus mengambil langkah tegas untuk memerangi dampak overtourism yang puncaknya diprediksi bakal terjadi pada 2030. Mulai 1 Juli 2026, otoritas Negeri Tirai Bambu tersebut akan melipatgandakan pajak bagi wisatawan asing dari yang awalnya 1.000 yen per orang.

Kenaikan pajak ini guna mendanai pencegahaan overtourism, termasuk peningkatan infrastruktur dan pengelolaan keramaian di destinasi-destinasi populer. Apalagi, kualitas penduduk di Kyoto dan Tokyo mulai terpengaruh oleh volume pengunjung yang tinggi setiap tahun.

1. Jepang berencana naikkan pajak wisatawan asing mulai 2026

ilustrasi Jepang yang dipadati wisatawan mancanegara
ilustrasi Jepang yang dipadati wisatawan mancanegara (unsplash.com/Thomas Ribaud)

Jepang berencana menaikkan pajak keberangkatan internasional atau yang dikenal dengan istilah sayonara mulai Juli 2026. Pungutan tersebut pertama kali diperkenalkan pada 2019 senilai 1.000 yen bagi wisatawan asing yang meninggalkan Jepang melalui jalur udara.

Namun, para pejabat di Negeri Matahari Terbit tersebut berencana untuk menaikkan pajak sayonara mendekati "standar internasional." Jepang akan mengikuti jejak Jerman misalnya, yang mengenakan biaya keberangkatan bagi penumpang pesawat sebesar 70,83 euro.

Mulai musim panas mendatang, biaya keberangkatan internasional yang dikenakan kepada wisatawan asing akan naik tiga kali lipat menjadi 3.000 yen per orang. Pajak sayonara tersebut wajib dibayar oleh para pelancong yang keluar dari Jepang melalui udara maupun laut.

2. Langkah Jepang untuk perangi dampak overtourism

ilustrasi Jepang yang dipadati wisatawan mancanegara
ilustrasi Jepang yang dipadati wisatawan mancanegara (unsplash.com/Tiplada M)

Keputusan pemerintah Jepang merupakan respons langsung terhadap masalah yang ditimbulkan akibat dari overtourism yang semakin parah. Bahkan puncaknya diprediksi akan terjadi pada 2030 nanti, lho. Sejak 2025 lalu, kondisi jumlah wisatawan yang melebihi kapasitas destinasi juga memengaruhi wilayah-wilayah terpopuler di negara tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, destinasi-destinasi populer seperti Kyoto dan Tokyo telah mengalami overtourism yang berpengaruh pada kualitas hidup penduduk hingga kondisi infrastruktur. Karena itu, Jepang terus memperkuat langkah-langkah penanggulangan overtourism, salah satunya dengan menaikkan pajak sayonara bagi wisatawan asing.

Selain itu, pajak sayonara berlaku untuk semua wisatawan berusia dua tahun ke atas yang meninggalkan Jepang melalui udara maupun laut, termasuk warga negara Jepang sendiri. Sementara penumpang transit yang berangkat dalam waktu 24 jam dan awak pesawat dikecualikan dari pungutan tersebut dilansir dari Bussiness Standard.

3. Harga Japan Rail Pass juga akan naik mulai Oktober 2026

ilustrasi naik kereta saat liburan di Jepang
ilustrasi naik kereta saat liburan di Jepang (unsplash.com/Kanchan Raj Pandey)

Selain pajak sayonara, keliling Jepang dengan Japan Rail Pass atau JR Pass akan sedikit menguras kantong mulai Oktober 2026, nih. Harga tiket dipastikan bakal naik sebesar 3.000 yen menjadi 53.000 yen untuk durasi penggunaan 7 hari per orang dewasa di gerbong kereta standar.

Sementara tiket Japan Rail Pass untuk gerbong premium akan naik sebesar 4.000 yen menjadi 74.000 yen. Kemudian, Tiket 21 hari akan naik sebesar 5.000 yen menjadi 105.000 yen untuk orang dewasa di gerbong biasa dan 147.000 yen bagi yang memilih tempat duduk premium.

Japan Rail Pass tersedia bagi wisatawan asing yang memasuki Jepang dengan visa turis 14 hari atau 90 hari yang memungkinan perjalanan menggunakan kereta tanpa batas di seluruh negeri. Namun dengan kenaikan tersebut, jalan-jalan di Jepang dinilai menjadi kurang ekonomis.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Travel

See More

8 Tips Memilih Tempat Duduk di Pesawat yang Paling Nyaman

16 Apr 2026, 17:45 WIBTravel