Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kawasan Paling Dingin di Dunia yang Masih Dihuni Manusia
Antarktika (unsplash.com/Cassie Matias)
  • Lima kawasan berpenghuni paling dingin di dunia menunjukkan kemampuan manusia beradaptasi dengan suhu ekstrem, mulai dari Oymyakon dan Verkhoyansk di Rusia hingga Utqiagvik di Alaska.
  • Yakutsk menjadi kota besar terdingin dengan lebih dari 350.000 penduduk yang tetap menjalankan aktivitas modern meski suhu bisa turun hingga sekitar -64 derajat Celsius.
  • Stasiun Vostok di Antarktika mencatat suhu alami terendah di Bumi, -89,2 derajat Celsius, dan menjadi pusat penelitian penting bagi ilmuwan yang hidup dalam kondisi ekstrem sepanjang tahun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ketika membayangkan tempat tinggal nyaman, kebanyakan orang mungkin memikirkan kota dengan cuaca hangat dan sinar matahari yang melimpah. Namun, di beberapa sudut dunia, ada komunitas yang justru menjalani kehidupan sehari-hari di tengah suhu yang bisa turun hingga puluhan derajat di bawah nol.

Meski kondisi alamnya ekstrem, tempat-tempat ini tetap menjadi rumah bagi ribuan orang yang telah beradaptasi dengan cuaca yang nyaris tak terbayangkan. Menariknya, kehidupan di kota-kota terdingin ini tetap berjalan seperti biasa. Sekolah tetap buka, kendaraan tetap beroperasi, dan aktivitas ekonomi terus berlangsung.

Berikut lima kawasan berpenghuni paling dingin di dunia yang membuktikan bahwa manusia mampu bertahan bahkan di lingkungan paling keras sekalipun. Tertarik buat ke sana?

1. Oymyakon, Rusia

Oymyakon, Rusia (Pexels.com/Дмитрий Зуев)

Oymyakon di wilayah Sakha, Siberia Timur Laut, sering disebut sebagai tempat berpenghuni paling dingin di dunia. Kota kecil yang dihuni sekitar 500 penduduk ini berada di dekat Sungai Indigirka dan terkenal karena suhu musim dinginnya yang ekstrem luar biasa. Pada 1933, suhu di Oymyakon pernah mencapai -67,7 derajat Celsius, menjadikannya salah satu suhu terendah yang pernah tercatat di kawasan berpenghuni.

Meski cuacanya sangat ganas, warga setempat tetap menjalani kehidupan normal. Banyak rumah memiliki sistem pemanas sederhana, tetapi sebagian besar tidak memiliki saluran air dalam ruangan karena pipa mudah membeku.

Saat musim dingin tiba, penduduk bahkan sering membiarkan mesin mobil menyala sepanjang malam agar kendaraan tetap bisa digunakan keesokan harinya. Uniknya, musim panas di Oymyakon bisa terasa cukup hangat, meskipun hanya berlangsung singkat.

2. Verkhoyansk, Rusia

Verkhoyansk, Rusia (pexels.com/Yaroslav Shuraev)

Masih berada di Republik Sakha, Verkhoyansk adalah pesaing utama Oymyakon dalam perebutan gelar kota terdingin di dunia. Kota ini pernah mencatat suhu -67,8 derajat Celsius pada 1893. Verkhoyansk semakin unik karena perbedaan suhu antara musim panas dan musim dinginnya yang sangat ekstrem, bahkan tercatat dalam Guinness World Records.

Penduduk yang jumlahnya sedikit di atas seribu orang harus beradaptasi dengan kondisi yang keras sepanjang tahun. Banyak warga memanfaatkan ruang bawah tanah yang tidak dipanaskan sebagai freezer alami untuk menyimpan makanan.

Pada hari-hari terdingin, berada di luar ruangan terlalu lama bisa sangat berbahaya karena risiko hipotermia dan radang dingin yang datang dalam hitungan menit. Namun, bagi warga lokal, kondisi tersebut sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

3. Yakutsk, Rusia

Yakutsk, Rusia (pexels.com/Daniil Kondrashin)

Jika Oymyakon dan Verkhoyansk adalah kota kecil, maka Yakutsk merupakan kota besar yang membuktikan bahwa kehidupan modern tetap bisa berjalan di tengah suhu ekstrem. Dengan populasi lebih dari 350.000 jiwa, Yakutsk sering disebut sebagai kota besar terdingin di dunia. Pada musim dingin, suhu rata-rata sering berada di bawah -40 derajat Celsius dan pernah mencapai sekitar -64 derajat Celsius pada akhir abad ke-19.

Kota ini dikenal sebagai pusat industri berlian dan batu bara Rusia. Saat musim dingin, fenomena yang disebut ice fog atau kabut es sering muncul karena uap dari kendaraan dan bangunan langsung membeku di udara. Meskipun begitu, sekolah, transportasi umum, dan berbagai aktivitas bisnis tetap beroperasi sepanjang tahun.

4. Stasiun Vostok, Antarktika

Antarktika (pexels.com/Putulik Jaaka)

Secara teknis bukan kota biasa, Stasiun Vostok adalah salah satu lokasi berpenghuni paling dingin di dunia. Fasilitas penelitian milik Rusia yang berdiri sejak 1957 ini berada jauh di pedalaman Antarktika dan menjadi tempat tinggal sementara para ilmuwan yang meneliti iklim, geofisika, dan lingkungan kutub.

Wilayah di sekitar stasiun ini mencatat suhu alami terendah yang pernah terukur di Bumi, yaitu -89,2 derajat Celsius pada 1983. Kondisi ekstrem tersebut membuat kehidupan sehari-hari sangat menantang. Logistik harus dikirim dari lokasi yang sangat jauh melalui kendaraan khusus yang melintasi ratusan kilometer es. Meski begitu, sekitar belasan peneliti tetap tinggal dan bekerja di sana sepanjang tahun demi mendukung penelitian penting.

5. Utqiagvik, Alaska, Amerika Serikat

Utqiagvik (unsplash.com/Deborah Schildt)

Utqiagvik, yang dahulu dikenal sebagai Barrow, merupakan kota paling utara di Amerika Serikat. Kota ini terletak sekitar 515 kilometer di utara Lingkar Arktik dan berbatasan langsung dengan Samudra Arktik. Kombinasi suhu rendah dan angin dingin dari laut membuat musim dingin di kota ini terasa jauh lebih menusuk dibandingkan dengan angka yang tertera pada termometer.

Wilayah ini telah dihuni oleh masyarakat adat Iñupiat selama lebih dari seribu tahun. Hingga kini, berburu paus, memancing, dan berburu hewan liar masih menjadi bagian penting dari budaya serta sumber penghidupan warga. Karena letaknya yang sangat terpencil, biaya hidup di Utqiagvik termasuk yang tertinggi di Amerika Serikat.

Kota-kota dan permukiman ini menunjukkan betapa luar biasanya kemampuan manusia untuk beradaptasi dengan lingkungan ekstrem. Dari kelima lokasi tersebut, manakah yang paling membuatmu takjub dan ingin kamu ketahui lebih jauh?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article