Salah satunya adalah Cho Oyu, gunung yang sering disebut sebagai salah satu yang paling ramah bagi pendaki yang ingin meningkatkan kemampuan sebelum menghadapi tantangan yang lebih ekstrem. Lantas, apa saja perbedaan Cho Oyu dan Everest dari sisi jalur, tingkat kesulitan, hingga persiapan sebelum mendaki yang perlu diketahui para pendaki gunung?
Cho Oyu vs Everest, Perbedaan Jalur dan Tantangan Pendakian

- Cho Oyu setinggi 8.188 meter berada di perbatasan Tibet-China-Nepal, sekitar 20 kilometer dari Everest; Everest mencapai 8.848,86 meter di perbatasan Nepal dan Tibet.
- Jalur barat laut Cho Oyu didominasi lereng salju-es dan base camp dapat dijangkau kendaraan, sedangkan Everest menghadirkan Khumbu Icefall atau Second Step serta medan lebih kompleks.
- Keduanya menuntut aklimatisasi, teknik crampon, perlengkapan khusus, dan persiapan matang; Everest memiliki risiko death zone serta kepadatan pendaki lebih tinggi, sementara Cho Oyu tetap menghadapi cuaca ekstrem dan oksigen rendah.
Bagi banyak pendaki, mendaki gunung di Nepal dan kawasan Himalaya menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam perjalanan mereka. Nama Gunung Everest mungkin lebih populer karena statusnya sebagai puncak tertinggi di dunia, tetapi Himalaya memiliki banyak gunung delapan ribu meter lain yang menawarkan pengalaman berbeda.
1. Cho Oyu dan Everest memiliki lokasi serta sejarah pendakian berbeda

Cho Oyu (commons.wikimedia.org/McKay Savage) Cho Oyu merupakan gunung dengan ketinggian 8.188 meter di atas permukaan laut yang berada di perbatasan Tibet, China, dan Nepal, tepatnya sekitar 20 kilometer di sebelah barat Gunung Everest. Gunung ini menjadi puncak tertinggi keenam di dunia dan termasuk dalam daftar 14 gunung eight-thousanders. Nama Cho Oyu berasal dari bahasa Tibet yang berarti Dewi Pirus atau Turquoise Goddess, sebuah nama yang berkaitan dengan warna kebiruan pada permukaan gunung ketika terkena cahaya matahari. Cara membaca Cho Oyu biasanya dilafalkan “cho o-yu” mengikuti pengucapan Tibet.
Pendakian pertama Cho Oyu berhasil dilakukan pada 1954 oleh ekspedisi Austria yang dipimpin Herbert Tichy melalui sisi barat laut gunung. Sementara itu, Everest memiliki ketinggian 8.848,86 meter dan berada di wilayah Mahalangur Himal yang menjadi bagian dari perbatasan Nepal serta Tibet. Everest mencatat sejarah besar setelah Edmund Hillary dan Tenzing Norgay berhasil mencapai puncak pada 1953, sehingga menjadikannya salah satu gunung paling terkenal di dunia. Perbedaan ketinggian hampir 700 meter antara kedua gunung tersebut membuat kondisi udara, lama berada di ketinggian ekstrem, dan tingkat tekanan fisik yang diterima pendaki juga berbeda.
2. Jalur Cho Oyu lebih bersahabat, Everest memiliki medan lebih sulit

Gunung Everest (commons.wikimedia.org/Nepal Trek Adventures) Cho Oyu menggunakan jalur standar sisi barat laut dari wilayah Tibet yang dikenal memiliki karakter lebih terbuka dibandingkan gunung dengan ketinggian serupa lainnya. Jalur ini sebagian besar berupa lereng salju dan es dengan kemiringan sekitar 30 sampai 40 derajat, sehingga pendaki lebih banyak menghadapi perjalanan panjang di permukaan putih daripada dinding es vertikal. Salah satu keuntungan Cho Oyu adalah akses menuju base camp yang relatif mudah karena kendaraan dapat mencapai area tersebut dari sisi Tibet. Kondisi ini membuat pendaki dapat menghemat energi sebelum memulai proses aklimatisasi menuju kamp-kamp yang lebih tinggi.
Berbeda dengan Cho Oyu, Everest memiliki jalur pendakian yang jauh lebih kompleks karena menghadirkan berbagai medan berbahaya. Jalur selatan dari Nepal mengharuskan pendaki melewati Khumbu Icefall, kawasan gletser aktif dengan celah besar dan bongkahan es yang terus berubah. Sementara jalur utara dari Tibet memiliki tantangan seperti Second Step, bagian batuan curam yang membutuhkan bantuan tangga logam. Meskipun Everest tidak selalu memiliki kemiringan lebih ekstrem di setiap titik, kombinasi medan teknis, perubahan cuaca, dan kondisi ketinggian membuat perjalanan menuju puncaknya jauh lebih rumit.
3. Risiko ketinggian dan tantangan pendaki di Cho Oyu Berbeda dengan Everest

Cho Oyu (commons.wikimedia.org/PenangLion) Cho Oyu sering disebut sebagai salah satu gunung 8.000 meter paling mudah karena jalurnya relatif tidak terlalu teknis dibandingkan puncak lain dengan tinggi serupa. Namun, sebutan tersebut bukan berarti pendakian ini aman tanpa risiko karena pendaki tetap harus menghadapi suhu ekstrem, angin kencang, serta kadar oksigen rendah di atas ketinggian tersebut. Risiko seperti longsoran salju dan runtuhan serac atau blok es besar tetap dapat terjadi, meskipun tingkat bahayanya cenderung lebih rendah dibandingkan Everest. Karena karakter jalurnya, Cho Oyu sering dipilih pendaki berpengalaman sebagai latihan sebelum mencoba gunung yang lebih menantang.
Everest memiliki tantangan tambahan berupa waktu yang lebih lama di zona kematian atau death zone, yaitu wilayah dengan ketinggian di atas 8.000 meter ketika tubuh manusia mulai mengalami kekurangan oksigen serius. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terkena radang dingin (frostbite), HAPE (High Altitude Pulmonary Edema) atau cairan di paru-paru akibat ketinggian, serta HACE (High Altitude Cerebral Edema) atau pembengkakan otak akibat kekurangan oksigen. Selain faktor alam, Everest juga terkenal dengan kepadatan pendaki terutama saat musim puncak. Antrean panjang di jalur sempit dapat membuat pendaki berhenti lama dalam suhu ekstrem dan menghabiskan cadangan oksigen tambahan.
4. Waktu terbaik dan persiapan sebelum mendaki Cho Oyu atau Everest

Cho Oyu (commons.wikimedia.org/Cooper7979) Musim terbaik untuk mendaki Cho Oyu biasanya berlangsung pada April sampai Mei atau September sampai Oktober ketika kondisi cuaca Himalaya relatif lebih stabil. Everest juga memiliki musim pendakian utama pada April sampai Mei karena periode tersebut memberikan peluang cuaca yang lebih mendukung bagi pendaki untuk mencapai puncak. Namun, kedua gunung ini tetap membutuhkan persiapan panjang karena perjalanan tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan lingkungan ekstrem. Pendaki harus memahami teknik menggunakan crampon, membawa perlengkapan khusus, serta menjalani proses aklimatisasi agar tubuh dapat menyesuaikan diri dengan kadar oksigen rendah.
Bagi pendaki yang baru mengenal dunia Himalaya, Cho Oyu sering dianggap sebagai pilihan yang lebih realistis sebelum mencoba Everest. Banyak pendaki terlebih dahulu menguji kemampuan melalui gunung seperti Island Peak atau Mera Peak di Nepal sebelum menghadapi puncak 8.000 meter. Meski demikian, Cho Oyu bukan pendakian ringan karena tetap membutuhkan pengalaman, biaya besar, dan persiapan matang. Sementara Everest menawarkan prestise sebagai titik tertinggi dunia, Cho Oyu memberikan pengalaman berbeda bagi pendaki yang ingin memahami karakter gunung raksasa Himalaya.
Cho Oyu dan Everest sama-sama menjadi simbol pencapaian besar dalam dunia pendakian, tetapi keduanya menawarkan tantangan dengan karakter yang berbeda. Memahami jalur, risiko, dan kebutuhan persiapan menjadi langkah penting sebelum menentukan gunung yang ingin ditaklukkan. Jika suatu hari berkesempatan mendaki Himalaya, apakah kamu akan memilih jalur Cho Oyu terlebih dahulu atau langsung mengejar puncak Everest?












![[QUIZ] Dari Lagu Westlife Favoritmu, Kami Tebak Wisata Impianmu](https://image.idntimes.com/post/20260512/upload_7f213d9e9f256a45bda825613221655c_863db9db-e088-4669-9f4d-9453fc526dc2.jpg)
![[QUIZ] Dari Jembatan Ikonik Ini, Bisakah Kamu Menebak Lokasinya?](https://image.idntimes.com/post/20250808/upload_be9085ca90fe53f2fe310eb3c053e9e3_ae49ba51-0e22-4651-bf7f-d99c04a8f3d3_watermarked_idntimes-1.jpg)
![[QUIZ] Menu Sarapan Favoritmu Bisa Ungkap Destinasi Liburan Favoritmu](https://image.idntimes.com/post/20250531/screenshot-2025-05-31-123005-729cf6c4f291ffce1d7960e8c2669322-7105a6567cacec7db641a7c1984dcabb.png)
![[QUIZ] Kota di Thailand Mana yang Paling Cocok untukmu?](https://image.idntimes.com/post/20250410/img-0139-159d3fc451d391961a73204b1b20b3cd-e3524e99e3e010091d016d2525cb74ef.jpeg)
![[QUIZ] Pilih Varian Cokelat Dubai Favoritmu, dan Kamu akan Liburan ke Sini!](https://image.idntimes.com/post/20260209/pexels-amine-1285347-13020806_f5462653-7b99-4543-8681-30846d55e54f.jpg)
![[QUIZ] Bisakah Kamu Menebak Nama Kota di Indonesia dari Julukannya?](https://image.idntimes.com/post/20260420/1000013159_09db39a5-f453-4d61-a231-3650cbfb851e.jpg)
![[QUIZ] Tipe Anak Pantai yang Seperti Apakah Kamu?](https://image.idntimes.com/post/20260224/kutukan-putus-cinta-di-bali_6b97deb5-6363-40e3-9f2b-6a3d5cfe2790.jpg)

