Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kazakhstan Uji Coba QazETA sebagai Syarat Masuk Wisatawan Asing
Bayterek Tower, Astana, Kazakhstan (unsplash.com/Viktor Hesse)
  • Kazakhstan sedang menguji coba QazETA, platform izin perjalanan elektronik; masa transisi memungkinkan wisatawan masuk tanpa dokumen ini hingga penerapan bertahap mulai 1 November 2026.
  • Warga negara dari negara bebas visa, termasuk Indonesia, diwajibkan memiliki QazETA tanpa mengubah kebijakan bebas visa maupun batas masa tinggal; sejumlah pemegang dokumen tertentu dikecualikan.
  • Permohonan QazETA diajukan maksimal 72 jam sebelum masuk, berlaku 180 hari untuk beberapa kunjungan, dengan perkiraan biaya 3.900 tenge; pengajuan di perbatasan lebih mahal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Siap-siap, Kazakhstan akan memberlakukan kontrol yang lebih ketat terhadap prosedur masuk bagi wisatawan asing, lho. Sejak awal tahun ini, negara yang dijuluki Virgin Lands tersebut terus melakukan uji coba QazETA, platform digital resmi untuk mengelola izin masuk hingga layanan imigrasi warga negara tertentu.

Namun, karena masih dalam tahap uji coba, pemerintah Kazakhstan belum mewajibkan QazETA untuk saat ini. Selama periode terbatas, wisatawan asing dapat memasuki Kazakhstan tanpa dokumen perjalanan elektronik tersebut. Apakah warga negara Indonesia juga terdampak oleh kebijakan ini?

1. Kazakhtan uji coba QazETA sebelum dirilis pada 1 November 2026

ilustrasi dokumen perjalanan (unsplash.com/Kit)

Kazakhstan tengah bersiap meluncurkan QazETA, platform digital resmi untuk mengelola izin masuk hingga layanan imigrasi bagi warga negara tertentu. Namun, pada Selasa (1/9/2026), dilansir Qazinform, QazETA masih beroperasi dalam mode uji coba, sehingga sifatnya tidak wajib selama fase tersebut.

Panduan dari Kedutaan Besar Prancis di Kazakhstan juga menyatakan bahwa negara tersebut sedang dalam tahap memperkenalkan QazETA mulai 24 Agustus 2026, yang akan menjadi dokumen perjalanan elektronik wajib untuk memasuki wilayahnya. Persyaratan ini kemudian diharapkan dapat disosialisasikan secara bertahap.

Namun, belum diketahui kapan QazETA akan resmi dirilis. Jadwal peluncuran paling rinci yang tersedia saat ini justru diterbitkan oleh Kementerian Luar Negeri Serbia. Ketentuan ini memberikan masa transisi dari 25 Agustus hingga 1 November 2026, di mana wisatawan asing dapat memasuki Kazakhstan tanpa dokumen perjalanan elektronik tersebut.

Berdasarkan Kementerian Luar Negeri Serbia, QazETA akan diterapkan secara bertahap sebagai berikut:

  • 1 November 2026: Bandara internasional

  • 15 November 2026: Penyeberangan perbatasan jalan raya dengan negara-negara di luar Eurasian Economic Union (EAEU)

  • 30 November 2026: Penyeberangan perbatasan jalan raya antarnegara anggota Eurasian Economic Union (EAEU)

  • 15 Desember 2026: Penyeberangan perbatasan kereta api dan maritim

2. Siapa yang wajib memiliki QazETA?

ilustrasi seseorang di bandara (unsplash.com/Anete Lūsiņa)

QazETA diwajibkan bagi wisatawan asing dari negara-negara yang mendapatkan manfaat free visa, termasuk Indonesia sendiri. Namun, dokumen elektronik tersebut tidak akan menggantikan kebijakan masuk tanpa visa. QazETA hanya menambahkan persyaratan izin perjalanan sebelumnya dan masa tinggal maksimal tanpa visa yang diizinkan untuk setiap kewarganegaraan, yang tetap tidak akan berubah.

Dilansir VisasNews, beberapa orang dilaporkan akan dibebaskan dari QazETA, termasuk pemegang visa Kazakhstan yang sah, izin tinggal sementara atau izin tinggal tetap, pelancong diplomatik dan resmi tertentu, serta penumpang transit yang tidak secara resmi memasuki Kazakhstan. Selain itu, pengecualian berdasarkan usia juga sedang direncanakan, tetapi masih perlu penjelasan lebih lanjut dari pihak berwenang.

3. Berapa perkiraan biaya permohonan QazETA?

ilustrasi seseorang yang mengajukan QazETA (unsplash.com/Jonas Leupe)

Sementara itu, permohonan QazETA harus diajukan oleh wisatawan asing paling lambat 72 jam atau 3 hari sebelum memasuki Kazakhstan, baik melalui jalur darat, laut, maupun udara. Otorisasi tersebut diharapkan berlaku selama 180 hari dan dapat digunakan untuk beberapa kunjungan selama periode tersebut.

Mengenai harga, dilansir Qazinform, permohonan awal diperkirakan akan menelan biaya sekitar 3.900 tenge Kazakhstan atau Rp151 ribu. Sementara itu, jika wisatawan asing tiba tanpa QazETA di Kazakhstan, mereka dapat memperolehnya langsung di perbatasan dengan harga 7.600 tenge Kazakhstan atau Rp294 ribu.

Namun, terdapat informasi yang beredar bahwa mulai 1 November 2026, maskapai penerbangan wajib memverifikasi validitas QazETA milik penumpang sebelum naik ke pesawat. Sedangkan, sumber lain mengatakan dokumen perjalanan elektronik itu masih dapat diperoleh langsung di perbatasan dengan biaya yang lebih tinggi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article