ilustrasi dokumen perjalanan (unsplash.com/Kit)
Kazakhstan tengah bersiap meluncurkan QazETA, platform digital resmi untuk mengelola izin masuk hingga layanan imigrasi bagi warga negara tertentu. Namun, pada Selasa (1/9/2026), dilansir Qazinform, QazETA masih beroperasi dalam mode uji coba, sehingga sifatnya tidak wajib selama fase tersebut.
Panduan dari Kedutaan Besar Prancis di Kazakhstan juga menyatakan bahwa negara tersebut sedang dalam tahap memperkenalkan QazETA mulai 24 Agustus 2026, yang akan menjadi dokumen perjalanan elektronik wajib untuk memasuki wilayahnya. Persyaratan ini kemudian diharapkan dapat disosialisasikan secara bertahap.
Namun, belum diketahui kapan QazETA akan resmi dirilis. Jadwal peluncuran paling rinci yang tersedia saat ini justru diterbitkan oleh Kementerian Luar Negeri Serbia. Ketentuan ini memberikan masa transisi dari 25 Agustus hingga 1 November 2026, di mana wisatawan asing dapat memasuki Kazakhstan tanpa dokumen perjalanan elektronik tersebut.
Berdasarkan Kementerian Luar Negeri Serbia, QazETA akan diterapkan secara bertahap sebagai berikut:
1 November 2026: Bandara internasional
15 November 2026: Penyeberangan perbatasan jalan raya dengan negara-negara di luar Eurasian Economic Union (EAEU)
30 November 2026: Penyeberangan perbatasan jalan raya antarnegara anggota Eurasian Economic Union (EAEU)
15 Desember 2026: Penyeberangan perbatasan kereta api dan maritim