Menjelang pembukaannya, ARTJOG 2026 diramaikan oleh polemik terkait keterlibatan yayasan milik Didit Hediprasetyo, putra Presiden Prabowo Subianto. Kehadiran nama yayasan tersebut memicu perdebatan di kalangan seniman, pegiat budaya, hingga masyarakat umum, terutama terkait relasi antara dunia seni dan kekuasaan.
Di satu sisi, ARTJOG selama ini dikenal sebagai ruang yang menjunjung kebebasan berekspresi dan independensi seni. Namun, di sisi lain, polemik tersebut justru menunjukkan betapa besar perhatian publik terhadap festival ini sebagai sebuah peristiwa budaya.
Di tengah berbagai perdebatan yang muncul, antusiasme publik terhadap ARTJOG justru menunjukkan bahwa festival ini memiliki daya tarik yang sulit tergantikan. ARTJOG bukan hanya menjadi ruang apresiasi seni, tetapi juga wadah lahirnya gagasan, dialog, dan percakapan yang terus hidup di tengah masyarakat.
Lantas, apa sebenarnya yang membuat ARTJOG selalu ramai pengunjung dan menjadi salah satu event paling ditunggu di Jogja? Yuk, simak selengkapnya berikut ini!
