Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Harga Tiket Kereta di Eropa Lebih Mahal Dibandingkan Pesawat?

ilustrasi bepergian dengan kereta
ilustrasi bepergian dengan kereta (freepik.con/freepik)

Buat para traveler, Eropa adalah surga perjalanan darat. Perjalanan dengan kereta menawarkan pemandangan pedesaan yang cantik, perpindahan dari satu negara ke negara lain tanpa ribet, dan cenderung lebih santai dibandingkan naik pesawat. Tapi, tahukah kamu kalau tiket kereta di Eropa bisa jauh lebih mahal dibandingkan tiket pesawat?

Fenomena ini bukan cuma terasa oleh turis, tapi juga warga lokal. Tak jarang kamu menemukan penerbangan murah antar kota, bahkan lintas negara yang harganya lebih murah. Sementara tiket kereta untuk rute yang sama bisa berkali-kali lipat lebih mahal. Supaya gak penasaran, simak lima alasan kenapa tiket kereta di Eropa lebih mahal dibanding pesawat. Keep scrolling!

1. Kebijakan pajak membuat pesawat jauh lebih murah

ilustrasi bepergian dengan kereta
ilustrasi bepergian dengan kereta (freepik.con/freepik)

Di banyak negara Eropa, bahan bakar pesawat (kerosene) tidak dikenai pajak. Selain itu, tiket penerbangan internasional sering bebas PPN. Kebijakan ini membuat maskapai bisa menekan harga secara agresif dan traveler pun dengan mudah menemukan tiket pesawat seharga belanjaan minimarket.

Sebaliknya, operator kereta harus membayar banyak biaya, mulai dari pajak energi, biaya listrik, biaya akses jalur rel, dan pungutan lain yang dibebankan langsung pada tiket. Jadi walaupun kereta adalah moda yang lebih ramah lingkungan, harga tiketnya justru lebih tinggi karena aturan pajak yang tidak berpihak.

2. Infrastruktur rel Eropa sangat mahal untuk dikelola

ilustrasi rel kereta
ilustrasi rel kereta (freepik.com/wirestock)

Eropa punya jaringan kereta yang luas dan modern, tetapi menjaga semua itu tetap aman dan andal membutuhkan biaya besar. Jalur rel, sinyal, terowongan, jembatan, dan stasiun harus terus dirawat dengan biaya yang tidak kecil. Karena operator kereta ikut menanggung sebagian biaya tersebut, harga tiket menjadi tidak bisa ditekan terlalu jauh.

Maskapai tidak memiliki beban yang sama. Bandara dikelola oleh banyak pihak dan biaya infrastrukturnya tersebar, sementara pesawat bisa beroperasi tanpa harus membiayai jalur khusus seperti rel kereta. Hasilnya, tiket pesawat bisa dijual sangat murah, bahkan untuk perjalanan antar negara yang jauh.

3. Kompetisi penerbangan murah

ilustrasi pramugari dan pramugara sedang bekerja
ilustrasi pramugari dan pramugara sedang bekerja (pexels.com/farids)

Eropa adalah rumah bagi maskapai-maskapai low cost seperti Ryanair, Wizz Air, dan easyJet. Persaingan mereka begitu ketat hingga harga tiket pesawat sering kali turun ke level yang hampir tidak masuk akal seperti €10 sampai €20 untuk penerbangan lintas negara bukan hal aneh.

Kereta tidak bisa melakukan hal yang sama. Kereta beroperasi dengan kapasitas terbatas, jadwal tetap, dan jalur yang tidak bisa diperbanyak cepat. Jadi ketika maskapai menurunkan harga untuk bersaing, kereta tidak punya cara untuk menyesuaikan harga ke level yang sama.

4. Perjalanan kereta dianggap sebagai premium experience

ilustrasi kereta cepat
ilustrasi kereta cepat (freepik.com/freepik)

Kereta di Eropa, terutama kereta cepat seperti Eurostar, TGV, ICE, atau Frecciarossa menawarkan pengalaman premium. Mulai dari tempat duduk yang nyaman, perjalanan tanpa stres di bandara, dan pemandangan indah sepanjang rute. Banyak traveler memilih kereta bukan karena cepat atau murah, tetapi karena pengalaman travel-nya.

Karena demand untuk pengalaman seperti ini cukup tinggi, terutama pada rute wisata populer, harga tiket sering tetap mahal. Bahkan meski ada pesawat super murah, banyak orang tetap memilih kereta demi kenyamanan. Hal ini membuat operator pun mempertahankan harga premium tersebut.

5. Sistem tiket antar negara tidak selalu sederhana

ilustrasi dokumen perjalanan ke luar negeri
ilustrasi dokumen perjalanan ke luar negeri (freepik.com/rawpixel)

Walaupun Eropa punya jaringan kereta lintas negara, sistem tiketnya masih belum sepenuhnya terintegrasi. Beberapa rute mengharuskan kamu membeli tiket dari operator berbeda, atau menghadapi variasi harga yang membingungkan. Sistem yang kurang efisien ini pada akhirnya membuat biaya perjalanan naik.

Di sisi lain, membeli tiket pesawat di Eropa sangat mudah. Satu aplikasi saja bisa membandingkan harga puluhan maskapai dan kamu bisa memilih rute paling murah hanya dalam beberapa detik. Kemudahan ini membuat pesawat unggul dalam daya tarik praktis, sementara kereta terlihat ribet dan mahal.

Meskipun tiket kereta di Eropa sering lebih mahal dibandingkan tiket pesawat, kereta tetap menawarkan pengalaman yang tidak tergantikan. Mulai dari perjalanan yang tenang, pemandangan indah, dan perpindahan antar kota yang mulus tanpa drama bandara. Pesawat memang unggul soal harga dan kecepatan, tapi kereta unggul soal kenyamanan dan vibe travel yang lebih manusiawi. Pada akhirnya, pilihan tergantung gaya perjalanan kamu. Mau mengejar harga termurah dan cepat sampai atau ingin menikmati perjalanan darat?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Travel

See More

5 Kota Eropa yang Paling Asyik Dinikmati Lewat Walking Tour

03 Feb 2026, 20:16 WIBTravel