Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Kamakura Cocok untuk One Day Trip dari Tokyo?
Kuil Kencho-ji di Kamakura (pexels.com/ Anton Cherednichenko)
  • Kamakura berjarak sekitar satu jam dari Tokyo dengan pilihan kereta seperti JR Yokosuka Line dan Shonan-Shinjuku Line, sehingga praktis dikunjungi pulang-pergi tanpa pindah hotel.
  • Destinasi sejarah seperti Tsurugaoka Hachimangu, Hasedera, dan Great Buddha berada dalam area relatif ringkas, meski rute perlu disusun santai karena terdapat bukit, tangga, dan jalan menanjak.
  • Kota pesisir ini menawarkan pantai Yuigahama, suasana jalur Enoden, serta kuliner di Komachi-dori termasuk hidangan shirasu; satu hari cukup untuk menikmati beberapa tujuan utama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kalau punya waktu terbatas di Tokyo tetapi ingin merasakan suasana kota yang jauh lebih tenang, Kamakura bisa menjadi pilihan yang menarik. Kota pesisir di Prefektur Kanagawa ini punya sejarah panjang sebagai salah satu pusat politik penting di Jepang pada abad pertengahan, tetapi suasananya sekarang jauh lebih santai.

Jarak yang relatif dekat dari Tokyo juga membuat Kamakura cukup realistis untuk dikunjungi dalam satu hari. Kamu bisa berangkat pagi, menghabiskan sebagian besar hari untuk berjalan-jalan, lalu kembali ke Tokyo pada sore atau malam tanpa harus pindah hotel. Ini beberapa alasan kenapa Kamakura cocok buat one day trip.

1. Perjalanannya relatif mudah dari Tokyo

ilustrasi Stasiun Kamakura (pexels.com/ Nicola Toscan)

Kamakura berada di selatan Tokyo dan terhubung dengan jaringan kereta yang cukup baik. Dari beberapa stasiun utama di Tokyo, perjalanan menuju Kamakura umumnya membutuhkan waktu sekitar 1 jam, tergantung pada titik keberangkatan dan jenis kereta yang digunakan. Karena itu, kamu gak perlu mengalokasikan satu hari penuh hanya untuk perjalanan pergi dan pulang.

Salah satu pilihan populer adalah JR Yokosuka Line yang menghubungkan Tokyo dengan Kamakura secara langsung. Ada juga Shonan-Shinjuku Line dari area Shinjuku untuk perjalanan tertentu, sementara Enoden bisa digunakan setelah tiba di Kamakura untuk menjangkau beberapa kawasan wisata di sepanjang jalurnya. Pilihan transportasi yang cukup beragam membuat itinerary 1 hari lebih mudah disusun.

2. Banyak tempat bersejarah dalam area yang relatif ringkas

Kotoku-in (pexels.com/ Cyndi Perez)

Kamakura dikenal karena banyak kuil Buddha dan tempat suci Shinto yang tersebar di dalam dan sekitar kota. Tsurugaoka Hachimangu menjadi salah satu situs penting, sementara Kotoku-in terkenal karena patung Great Buddha atau Daibutsu Kamakura yang menjadi salah satu ikon kota. Ada juga kuil seperti Hasedera yang memiliki kompleks dengan taman dan pemandangan ke arah laut.

Kepadatan destinasi tersebut membuat kamu gak harus menghabiskan banyak waktu di kendaraan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Meski begitu, Kamakura tetap memiliki kawasan berbukit dan jalan yang menanjak, sehingga itinerary sebaiknya tidak dibuat terlalu padat. Memberi jeda untuk berjalan santai justru bisa membuat perjalanan 1 hari terasa lebih nyaman.

3. Bisa menikmati suasana kota pesisir

ilustrasi Jalur Enoden (pexels.com/ Frank Lee)

Kamakura punya karakter yang berbeda dari Tokyo karena kota ini berada di tepi Samudra Pasifik. Pantai Yuigahama menjadi salah satu kawasan pesisir yang mudah dijangkau dari pusat Kamakura, sementara jalur Enoden melewati beberapa area yang memberikan nuansa kota pantai. Perpaduan antara laut, permukiman, kuil, dan bukit membuat lanskap Kamakura terasa cukup beragam untuk kota yang bisa dikunjungi dalam sehari.

Kalau cuaca sedang cerah, berjalan sebentar di kawasan pesisir bisa menjadi selingan setelah mengunjungi tempat-tempat bersejarah. Kamu tidak harus memasukkan aktivitas pantai sebagai agenda utama karena sekadar menikmati pemandangan laut pun sudah cukup. Suasana menjelang sore juga bisa terasa berbeda ketika cahaya matahari mulai lebih rendah dan kawasan pesisir gak seterik siang hari.

4. Kuliner lokalnya mudah ditemukan

Komachi-dori (commons.wikimedia.org/ Guilhem Vellut)

Kamakura punya kawasan kuliner yang cukup populer, terutama di sekitar Komachi-dori dan area dekat stasiun. Jalan ini dipenuhi toko makanan, restoran, kafe, serta penjual camilan yang bisa disambangi sambil berjalan kaki. Buat perjalanan singkat, keberadaan kawasan seperti ini cukup membantu karena kamu gak perlu mencari tempat makan yang terlalu jauh dari rute utama.

Selain makanan ringan, Kamakura juga dikenal dengan pilihan hidangan yang berkaitan dengan karakter kota pesisir dan tradisi kuliner lokal. Salah satu yang cukup dikenal adalah shirasu, atau ikan teri putih kecil, yang sering disajikan dalam berbagai hidangan. Karena ketersediaannya bisa mengikuti musim dan kondisi tangkapan, pilihan menu yang ditemui gak selalu sama sepanjang tahun.

5. Satu hari sudah cukup untuk melihat sisi utama kota

Tsurugaoka Hachimangu (commons.wikimedia.org/ Daderot)

Kamakura memang punya banyak kuil dan kawasan yang bisa dijelajahi, tetapi beberapa tempat utama dapat disusun dalam rute satu hari dengan perencanaan yang masuk akal. Misalnya, pagi hari bisa dimulai dari kawasan Tsurugaoka Hachimangu, kemudian berjalan atau menggunakan transportasi menuju area Hasedera dan Great Buddha. Setelah itu, waktu tersisa dapat digunakan untuk menikmati Komachi-dori atau kawasan pesisir.

Kuncinya adalah tidak mencoba mengunjungi semua tempat sekaligus. Kamakura punya jalan kecil, tangga, dan jalur yang membuat perjalanan dengan berjalan kaki memerlukan waktu lebih banyak daripada yang terlihat di peta. Dengan memilih beberapa tujuan utama sejak awal, kamu tetap bisa menikmati suasana kota tanpa harus terus-menerus mengejar jadwal kereta.

One day trip ke Kamakura cocok buat kamu yang ingin keluar sebentar dari ritme Tokyo tanpa harus membuat perjalanan menjadi rumit. Karakter kotanya juga cukup berbeda sehingga satu hari di sana bisa terasa seperti perubahan suasana yang lumayan besar, meskipun jaraknya gak terlalu jauh.

Menariknya, perjalanan singkat seperti ini gak harus dipenuhi dengan target tempat wisata. Menyusuri jalan kota, berhenti ketika menemukan toko yang menarik, atau sekadar duduk sebentar di kawasan yang tenang bisa menjadi bagian yang justru paling menyenangkan dari perjalanan sehari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article