Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Kota Terbaik di Eropa untuk Sleep Tourism, Suasananya Menenangkan!

4 min read
5 Kota Terbaik di Eropa untuk Sleep Tourism, Suasananya Menenangkan!
ilustrasi bersantai di kamar hotel (unsplash.com/Anna Rosar)
  • Sleep tourism adalah tren liburan untuk memperoleh tidur berkualitas agar tubuh dan pikiran beristirahat nyaman, dengan sejumlah hotel menyediakan fasilitas khusus.
  • Vilnius memimpin rekomendasi dengan skor 8,26/10 berkat ruang hijau luas, suasana tenang, suhu musim panas 12–14 derajat Celsius, serta hotel pendukung.
  • Dresden, Poznan, Warsawa, dan Riga menyusul dengan skor 7,99–8,13/10, didukung ketenangan, polusi rendah, ruang hijau, udara bersih, atau malam yang gelap.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Buat kamu yang akhir-akhir ini merasa burn out dan lelah, ada satu tren liburan yang kayaknya bakal cocok banget buatmu. Dikenal dengan istilah sleep tourism, tren liburan ini lagi ramai dibicarakan di media sosial. Sleep tourism sendiri merupakan tren di mana seseorang mengambil libur untuk tidur. 

Bukan tidur biasa, melainkan tidur berkualitas yang memungkinkan tubuh dan pikiran kita beristirahat dengan nyaman. Saat ini, ada banyak hotel yang menawarkan fasilitas sleep tourism. Namun kalau kamu mau sleep tourism yang berkualitas, beberapa kota di Eropa ini bisa jadi destinasi kamu!

  1. 1. Vilnius, Lithuania

    ilustrasi suasana Kota Vilnius menjelang senja
    ilustrasi suasana Kota Vilnius menjelang senja (unsplash.com/Dan-Marian-Stefan Doroghi)

    Vilnius mungkin terdengar asing di telinga. Dibandingkan dengan kota besar lain seperti London atau Paris, Vilnius memang kalah populer. Namun di sisi lain, popularitas yang rendah membuat ibukota Lithuania ini menjadi tempat yang sangat nyaman untuk sleep tourism. Ada beberapa alasan kenapa Vilnius cocok untuk dijadikan tempat beristirahat. Pertama, kota ini memiliki skor sleep tourism yang sangat baik yakni 8,26/10.

    Kedua, Vilnius juga memiliki ruang hijau yang sangat besar, bahkan lebih besar dari area perkotaannya. Ruang hijau yang besar ini membuat Vilnius dinobatkan sebagai Ibu Kota Hijau Eropa pada tahun 2025 lalu. Asyiknya lagi, berbeda dengan kota-kota besar yang umumnya panas dan sumpek, ibukota Lithuania ini justru memiliki atmosfer yang tenang dengan suhu musim panas antara 12-14 derajat Celcius. Terakhir dan yang terpenting, hotel-hotel mewah seperti The Grand Hotel Vilnius juga telah menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk tamu yang ingin melakukan sleep tourism.

  2. 2. Dresden, Jerman

    ilustrasi suasana Kota Dresden saat senja
    ilustrasi suasana Kota Dresden saat senja (unsplash.com/Olgi)

    Memadukan budaya dan ketenangan, Dresden menempati posisi kedua sebagai kota yang paling cocok untuk sleep tourism dengan skor keseluruhan mencapai 8,13/10. Terletak di sepanjang Sungai Elbe, Dresden terkenal dengan bangunan berarsitektur barok yang membuat kota ini terlihat begitu menakjubkan. Dresden juga merupakan kota hujan-nya Jerman. Dengan curah hujan tahunan 631 mm, membuat suasana kota ini jadi cocok banget buat destinasi sleep tourism. Ditambah lagi, polusi udara yang relatif rendah dan suasana kota yang tenang, bikin istirahat di Dresden jadi terasa sangat nyaman.

  3. 3. Poznan, Polandia

    ilustrasi Kota Poznan di Polandia
    ilustrasi Kota Poznan di Polandia (unsplash.com/Turhan Can Kargin)

    Poznan mungkin bukan kota yang akan dikunjungi para turis saat liburan ke Polandia. Namun jika tujuan liburan kamu adalah sleep tourism, maka Poznan-lah yang seharusnya kamu kunjungi. Poznan dikenal karena polusi cahayanya yang rendah sehingga malam di sini terlihat lebih gelap. Bagi mereka yang sensitif terhadap cahaya, kota ini akan terasa nyaman untuk dijadikan tempat beristirahat.

    Gak hanya polusi cahaya yang rendah, Poznan juga memiliki 41% ruang hijau dengan lingkungan yang tenang. Suhu rata-rata Poznan saat malam sekitar 6,5 derajat Celcius. Agak dingin sih, tapi masih tetap nyaman kok buat istirahat. Dengan lingkungan yang nyaman, pohon-pohon rindang yang masih ditemukan di mana-mana, polusi cahaya rendah, gak heran kalau Poznan memiliki skor sleep tourism sebesar 8,10/10.

  4. 4. Warsawa, Polandia

    ilustrasi suasana Kota Warsawa di malam hari
    ilustrasi suasana Kota Warsawa di malam hari (unsplash.com/Jacek Kadaj)

    Selain Poznan, Warsawa juga dinobatkan sebagai kota terbaik untuk sleep tourism dengan skor keseluruhan 8,01/10. Ya, sebagai ibukota Polandia, Warsawa memang sedikit ramai di siang hari. Namun saat malam tiba, suasana kotanya gak akan seramai seperti kebanyakan ibukota lain. Selain itu, Warsawa juga memiliki 62% ruang hijau. Jauh lebih banyak dibandingkan dengan kota-kota lainnya di daftar ini. Polusi cahayanya yang rendah juga memungkinkan kita menikmati malam dengan langit berbintang.

  5. 5. Riga, Latvia

    ilustrasi Kota Riga di Latvia
    ilustrasi Kota Riga di Latvia (unsplash.com/Raimond Klavins)

    Menempati posisi kelima sebagai kota terbaik untuk sleep tourism, Riga memiliki skor 7,99/10. Riga sendiri merupakan kota terbesar sekaligus ibukota negara Latvia. Menariknya meski merupakan kota besar, Riga justru memiliki kualitas udara terbaik di antara kota-kota sebelumnya dengan ruang hijau melimpah.

    Dibandingkan dengan ibukota lain yang memiliki kehidupan malam semarak, malam di Riga justru lebih tenang. Gak ada tuh cerita kamu bakal kebangun tengah malam karena suara berisik dari luar. Sedangkan di siang hari, kamu bisa menjelajahi taman-taman dan bersantai menikmati bangunan berarsitektur Art Nouveau yang indah dan kota tua yang bersejarah.

    Sleep tourism memang belum begitu populer di Indonesia. Namun tren satu ini bisa banget kamu coba saat liburan nanti. Selain bisa jalan-jalan menikmati suasana baru, kamu juga bisa beristirahat dengan tenang sekaligus juga memperbaiki pola tidur yang sebelumnya berantakan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More