Shibuya di Tokyo, Jepang (unsplash.com/Jezael Melgoza)
Overtourism memang menjadi salah satu masalah yang dihadapi oleh Jepang. Pada 2024 lalu, negara ini menerima sekitar 36,9 juta turis internasional dari berbagai negara. Kyoto bukan satu-satunya kota di Jepang yang mengalami overtourism, karena Tokyo juga mengalami hal yang sama.
Di Tokyo, overtourism sangat terasa, terutama di area distrik populer, seperti Shibuya. Selama momen liburan atau perayaan, persimpangan jalan paling terkenal di seantero Jepang ini bakal jadi terlalu ramai, sehingga menyebabkan kemacetan, tumpukan sampah, hingga suasana bising.
Gak hanya persimpangan Shibuya, sejumlah tempat, seperti Kuil Asakusa dan Disneyland Tokyo, juga akan jadi lebih padat. Antrean mengular di mana-mana, bahkan sebelum tempat tersebut dibuka. Di jalanan, gak sedikit turis yang berperilaku buruk dengan mabuk di jalanan, membuang sampah sembarangan, hingga mengganggu kawasan sekitar tempat mereka tinggal dengan berpesta dan membuat kebisingan semalam suntuk.
Kunjungan wisatawan berlebihan memang bisa mendatangkan masalah. Bukan hanya warga lokal yang merasa terganggu, bahkan turis yang berkunjung pun merasa gak nyaman dengan suasana yang terlalu ramai. Buat kamu yang mau berkunjung ke kota-kota di atas, sebaiknya hindari high season atau musim liburan lainnya supaya momen liburan jadi lebih menyenangkan.