Pagoda Chureito dan Gunung Fuji, Kota Fujiyoshida, Prefektur Yamanashi (pexels.com/Rafael Hideki Tamanaha)
Kota Fujiyoshida menjadi pemenang dengan total 97 poin. Hampir semua aspek mendapatkan 20 poin, kecuali kualitas keseluruhan 19 poin dan pengalaman wisata 18 poin. Pemerintah kota tersebut punya Divisi Gunung Fuji, didirikan pada 2001, yang berfokus pada keseimbangan antara pelayanan wisatawan dari seluruh dunia dengan pelestarian lingkungan.
Taman Arakurayama Sengen menjadi ikon wisatanya, berupa pemandangan Gunung Fuji dan pagoda lima lantai (Chureito). Semakin lengkap dengan bunga sakura saat musim semi. Bukan sekadar pemandangan, tetapi juga mendapat kepuasan tertinggi karena tetap melindungi nilai budaya dan lingkungan.
Musim semi di Jepang bukan hanya soal pemandangan, tapi juga kuliner. Kota Fujiyoshida punya cita rasa musim semi seperti Yoshida udon. Sering dikatakan bahwa orang yang pertama mencicipinya akan terkejut dengan kekenyalan dan ketebalan mi udonnya, kadang dianggap kurang matang.
Kaldunya berupa campuran miso dan kecap asin, lalu disajikan dengan kol rebus sebagai topping. Biasanya tersedia biji wijen, lada Sichuan, dan cabai sebagai condiment. Kamu bisa menyantapnya dengan tingkat kepedasan sesuai selera.