Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kroasia Jadi Negara Pertama di Eropa yang Punya Robotaxi

Kroasia Jadi Negara Pertama di Eropa yang Punya Robotaxi
Bendera Kroasia (unsplash.com/Niels Bosman)
Intinya Sih
  • Zagreb menjadi kota pertama di Eropa yang menghadirkan layanan robotaxi publik, dijalankan oleh Verne dengan teknologi Pony.ai dan dukungan jaringan Uber sejak 8 April 2026.
  • Uji coba menunjukkan perjalanan robotaxi berjalan lancar tanpa intervensi pengemudi, mendapat penilaian tinggi dari pengguna, serta belum ada laporan kecelakaan meski sudah menempuh ribuan kilometer.
  • Layanan beroperasi setiap hari di area 90 km persegi Zagreb dengan tarif promosi 1,99 euro, memiliki daftar tunggu ribuan orang, dan rencana ekspansi ke berbagai kota Eropa serta Timur Tengah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Ibu kota Kroasia, Zagreb, resmi menjadi kota pertama di Eropa yang menyediakan layanan robotaxi atau taksi otonom untuk publik. Layanan komersial ini dijalankan oleh perusahaan asal Kroasia bernama Verne, dengan dukungan teknologi kemudi otomatis dari Pony.ai dan jaringan Uber, yang telah beroperasi sejak 8 April 2026.

Saat ini, layanan taksi tanpa awak tersebut masih dalam tahap awal dan hanya bisa dinikmati oleh pelanggan tertentu yang sudah mendaftar.

1. Kerja sama tiga perusahaan penyedia layanan robotaxi

Verne, perusahaan yang didirikan oleh Mate Rimac, Marko Pejković, dan Adriano Mudri pada tahun 2019, bertugas sebagai pemilik kendaraan dan pengelola layanan. Pony.ai menyediakan sistem kemudi otomatis generasi ketujuh yang sebelumnya sudah dipakai di China. Sementara itu, Uber menyambungkan layanan ini ke dalam sistem ride-hailing mereka dan berencana menanamkan modal di Verne sebagai mitra kerja.

"Untuk pertama kalinya di Eropa, ada layanan robotaxi yang bisa digunakan langsung oleh masyarakat untuk merasakan pengalaman berkendara tanpa sopir. Kami sudah berjanji akan meluncurkan layanan ini di Zagreb pada 2026, dan hari ini kami mewujudkannya," kata CEO Verne, Marko Pejković, dilansir TPV World.

Pendiri dan CEO Pony.ai, James Peng menyatakan, kehadiran layanan di Zagreb ini merupakan peluncuran robotaxi komersial pertama mereka di Eropa, sekaligus menjadi bukti teknologi kemudi otomatis generasi ketujuh milik perusahaannya dapat digunakan di pasar yang baru.

2. Pengalaman penumpang saat mencoba robotaxi

Saat wartawan AFP mencoba layanan ini, ada operator manusia bernama Deni Link yang duduk di kursi pengemudi untuk berjaga-jaga. Namun, ia sama sekali tidak perlu menyetir. Perjalanan berjalan lancar, dan mobil hanya mengerem mendadak satu kali ketika ada kendaraan dari arah depan yang masuk ke jalur yang salah.

"Sebagian besar perjalanan selesai tanpa bantuan pengemudi sama sekali," tegas Kepala Operasi Verne di Kroasia, Filip Cindrić.

Berdasarkan data perusahaan, 90 persen pengguna memberikan nilai empat atau lima bintang. Selain itu, belum ada laporan kecelakaan meski armada mobil sudah menempuh jarak hingga puluhan ribu kilometer.

Meski jalanan di Zagreb cukup padat dan punya banyak persimpangan rumit, sistem kemudi otomatis Pony.ai bisa menyesuaikan diri dengan baik. Kendaraan listrik yang dipakai adalah BAIC Arcfox Alpha T5. Mobil ini dilengkapi banyak kamera, radar, dan sensor lidar untuk membantu membaca arah jalan.

3. Wilayah operasi dan rencana perluasan layanan ke depan

Layanan robotaxi beroperasi setiap hari dari pukul 07.00 hingga 21.00 waktu setempat. Area pelayanannya mencakup wilayah seluas 90 kilometer persegi di pusat kota Zagreb, sebagian wilayah selatan, dan Bandara Zagreb. Penumpang bisa memesan dan membayar lewat aplikasi Verne, dan nantinya layanan ini juga akan masuk ke aplikasi Uber.

Saat ini, harga sekali jalan masih menggunakan tarif promosi yang terjangkau, yaitu 1,99 euro (Rp40,73 ribu). Pejković menjelaskan, harga murah ini bertujuan untuk menarik minat pelanggan dan mengumpulkan masukan dari pengguna. Tarif ini diperkirakan akan naik seiring dengan bertambahnya pengguna layanan.

Antusiasme masyarakat terlihat dari daftar tunggu pelanggan yang sudah mencapai sekitar 4.000 orang, sementara jumlah pengguna aktif saat ini baru mencapai 300 orang. Verne juga sudah mulai berdiskusi dengan 11 kota di Uni Eropa, Inggris, dan Timur Tengah untuk memperluas jangkauan layanan mereka, serta mempertimbangkan 30 kota lainnya.

Di kota Zagreb, Verne berencana untuk sepenuhnya menjalankan robotaxi tanpa pengemudi pendamping pada akhir 2026, asalkan sudah mendapat izin dari pemerintah setempat.

"Jika membuat layanan ini mudah, pasti robotaxi sudah ada di London atau kota-kota besar lainnya di Eropa," ujar Kepala Operasi Verne di Kroasia, Filip Cindrić.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Related Articles

See More