7 Masjid Paling Cantik di Malaysia untuk Destinasi Ramadan 2026

Selain memperbanyak ibadah, bulan Ramadan selalu menjadi momen istimewa wisata ke beberapa destinasi religi. Jika kamu berencana liburan ke luar negeri saat Ramadan, Malaysia bisa jadi pilihan menarik.
Negara Jiran ini memiliki banyak masjid megah dengan arsitektur memukau yang memadukan gaya Islam klasik, modern, hingga sentuhan budaya lokal yang unik. Liburan asyik sembari meningkatkan keimanan dan spiritual selama Ramadan.
Tak hanya indah secara visual, masjid-masjid di Malaysia juga menghadirkan atmosfer khusyuk dengan berbagai kegiatan keagamaan selama Ramadan, seperti Salat Tarawih berjamaah, kajian, hingga buka puasa bersama.
Tak perlu bingung mau mengunjungi destinasi mana saja, berikut IDN Times berikan rekomendasi masjid paling cantik di Malaysia sebagai pilihan destinasi Ramadan 2026. Simak sampai habis, ya!
1. Masjid Wilayah Persekutuan, Kuala Lumpur

Masjid cantik untuk wisata Ramadan di Malaysia yang pertama adalah Masjid Wilayah Persekutuan. Masjid ini mulai dibangun pada 1998 dan resmi dibuka pada 2000. Desain eksteriornya terinspirasi dari arsitektur Ottoman di Turki dengan kubah besar utama yang dikelilingi beberapa kubah kecil. Sementara itu, desain interiornya dibangun dengan elegan dan menciptakan kenyamanan bagi siapa pun yang ke sana.
Berlokasi di Jalan Duta, Kuala Lumpur, Masjid Wilayah Persekutuan sering menjadi pilihan utama warga setempat untuk beribadah dan bisa menampung sekitar 17.000 jemaah. Fasilitasnya pun cukup lengkap, mulai dari ruang salat ber-AC, tempat wudu yang luas, hingga pusat kegiatan Islam. Selama Ramadan, berbagai program, seperti buka puasa gratis, kuliah subuh, dan Tarawih berjamaah dengan mengundang imam ternama rutin diselenggarakan di sini.
2. Masjid Putra, Putrajaya

Masjid Putra mulai dibangun pada 1997 dan resmi dibuka pada 1999, seiring dengan pengembangan Putrajaya sebagai pusat administrasi pemerintahan Malaysia. Nama "Putra" disematkan untuk nama masjid ini sebagai bentuk penghormatan kepada Perdana Menteri pertama Malaysia, yakni Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj. Lokasinya sekitar satu jam perjalanan dari Kuala Lumpur dengan kendaraan umum.
Keunikan atau ciri khas masjid ini adalah kubah dan dindingnya yang berwarna merah muda. Tak heran kalau banyak wisatawan menyebutnya sebagai "Masjid Pink." Selain itu, posisinya yang berada di tepi Danau Putrajaya memberikan pesona tersendiri. Pantulan bangunan megahnya akan terlihat di permukaan air, sehingga menciptakan suasana yang syahdu.
Dari segi fasilitas, Masjid Putra memiliki ruang salat luas dan mampu menampung sekitar 15 ribu jamaah dan area wudu yang nyaman. Selama Ramadan, masjid ini ramai dengan Salat Tarawih berjamaah, kajian Islam, dan program buka puasa bersama yang terbuka untuk publik.
Semua wisatawan yang masuk ke sini harus berpakaian sopan dan menutup aurat. Khusus untuk non-muslim atau wisatawan yang tidak menutup aurat, akan dipinjami jubah berwarna merah dan wajib dikenakan selama berada di kawasan masjid.
3. Masjid Kristal, Kuala Terengganu

Masjid Kristal diresmikan pada 2008 dan menjadi salah satu masjid paling unik di Malaysia. Keistimewaannya terletak pada material kaca dan baja yang mendominasi bangunan, sehingga memunculkan efek berkilau ketika terkena cahaya matahari pada siang hari dan lampu pada malam hari. Desainnya memadukan arsitektur modern dan sentuhan Islam kontemporer.
Masjid ini berlokasi di kawasan Taman Tamadun Islam, Kuala Terengganu, Terengganu, tepat di tepi Sungai Terengganu. Pelancong domestik hingga mancanegara kerap menjadikan taman dan masjid ini sebagai bucket list liburan saat ke Terengganu.
Fasilitasnya cukup lengkap, mulai dari ruang salat utama yang nyaman, pendingin ruangan, hingga area parkir yang luas. Saat Ramadan, Masjid Kristal menjadi pusat kegiatan keagamaan, seperti Salat Tarawih berjamaah, ceramah agama, dan program berbuka puasa bersama komunitas atau warga setempat.
4. Masjid Sri Sendayan, Seremban

Masjid cantik di Malaysia selanjutnya adalah Masjid Sri Sendayan. Berlokasi di Sri Sendayan, Seremban, Negeri Sembilan, masjid ini mulai dibangun pada 2015 sebagai wakaf dari pengusaha Malaysia, Tan Sri Abdul Rashid Hussain, dan diresmikan pada 20 September 2019. Arsitekturnya terinspirasi dari Dinasti Abbasiyah dan Mamluk, serta pengaruh Umayyah dan Usmaniyah.
Dalam perkembangannya, Masjid Sri Sendayan menjadi pusat komunitas dengan peran yang luas dalam berbagai aspek kehidupan. Selain sebagai pusat ibadah, masjid ini juga menjadi sebagai pusat ilmu dan aktivitas kemasyarakatan.
Di dalamnya terdapat tiga ruangan salat, yakni ruang salat utama yang bisa menampung 3.000 jemaah, ruang salat kedua dengan kapasitas 800 jemaah, dan ruang salat wanita dengan kapasitas 800 jemaah. Tempat wudu dan toilet yang bersih juga tersedia di sini.
Selain salat berjamaah, Masjid Sri Sendayan menyelenggarakan kuliah subuh, kuliah magrib, kajian Al-Qur'an, dan beragam kajian Islam lain setiap harinya. Selama Ramadan, kegiatannya akan semakin padat, termasuk salat Tarawih berjamaah dan buka puasa bersama.
5. Masjid Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah, Shah Alam

Masjid Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah atau juga dikenal dengan nama Blue Mosque ini selesai dibangun pada 1988 dan menjadi salah satu masjid terbesar di Asia Tenggara. Kubah biru raksasanya yang megah menjadi ciri khas utamanya, berpadu dengan empat menara tinggi yang menjulang di sekelilingnya.
Arsitekturnya memadukan unsur Melayu dan modern, terlihat dari ornamen kaligrafi dan detail interior yang indah. Masjid Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah terletak di Shah Alam, ibu kota negeri Selangor.
Areanya luas dan dikelilingi taman hijau yang asri, menciptakan suasana tenang bagi para jemaah. Dengan kapasitas lebih dari 20 ribu jamaah, fasilitas masjid ini sangat memadai. Ada ruang salat utama, aula serbaguna, perpustakaan, serta area parkir luas. Selama Ramadan, masjid ini dipenuhi jemaah untuk Tarawih, qiyamul lail, hingga kegiatan itikaf di sepuluh malam terakhir.
6. Masjid Jamek, Kuala Lumpur

Masjid Sultan Abdul Samad Jamek atau lebih dikenal dengan sebutan Masjid Jamek merupakan salah satu masjid tertua di Kuala Lumpur. Posisinya berada di pusat kota Kuala Lumpur, tepatnya di pertemuan Sungai Klang dan Sungai Gombak atau River of Life.
Masjid ini dirancang arsitek dan tentara Inggris, Arthur Benison Hubback, dengan gaya Indo-Saracen, serta perpaduan arsitektur Moor dan Mughal India. Pembangunanya dimulai pada tahun awal 1908 dan resmi dibuka pada 23 Desember 1909 oleh Sultan Selangor pada masa itu, Sultan Sir Alaeddin Sulaiman Shah.
Masjid ini memiliki dua menara utama di antara menara-menara kecil lainnya, tiga kubah, ruang salat yang luas, tempat wudu, halaman, dan tempat parkir kendaraan. Wisatawan yang hendak memasuki masjid ini wajib mengenakan pakaian sopan dan menutup aurat. Jika tidak, pengelola akan meminjamkan jubah dan sarung yang bisa dikenakan selama berada di sini.
7. Masjid Selat Melaka, Melaka

Jika masjid-masjid sebelumnya berada di pusat kota besar, maka Masjid Selat Melaka ini terletak di tepi laut lepas, yakni Selat Melaka. Masjid yang diresmikan pada 2006 dan berkapasitas 2.000 jemaah ini mengusung arsitektur perpaduan Timur Tengah dan Melayu.
Struktur bangunanya cukup unik dengan desain lengkungan ganda dan terdapat menara setinggi 30 meter di halaman depannya. Dari kejauhan, Masjid Selat Melaka terlihat seperti terapung di atas air, terutama ketika air laut pasang.
Wisatawan tak hanya beribadah, tetapi juga bisa menikmati pemandangan laut dan angin sepoi-sepoi. Menjelang sore hari, momen matahari terbenam akan menambah keindahan suasana. Bisa langsung membayangkan betapa indahnya menunggu waktu berbuka puasa dengan pemandangan laut dan senja di sini, kan?
Demikian rekomendasi masjid paling cantik di Malaysia untuk destinasi Ramadan 2026. Segera buat rencana wisata religi Ramadan kali ini, yuk!


















