Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemandangan laut Mediterania di Kota Kaleici, Antalya (IDN Times/Irfan Fathurohman)
  • Gerbang Hadrian menjadi pintu masuk menuju Kota Tua Kaleici dengan jejak Romawi yang masih terlihat dari marmer, pilar, dan reliefnya.

  • Kaleici menyimpan bangunan bersejarah, termasuk Masjid Sehzade Korkut yang mengalami perubahan fungsi sejak zaman Romawi hingga Utsmaniyah.

  • Perjalanan berlanjut dengan menyusuri gang, melihat kerajinan lokal, dan menikmati matahari terbenam di Laut Mediterania.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
130 masehi

Gerbang Hadrian dibuat dengan batu marmer putih. Gerbang itu memiliki tiga pilar bergaya Korintus dengan ukiran relief bunga dan kepala singa.

abad kedua masehi

Bangunan yang kini dikenal sebagai Masjid Sehzade Korkut merupakan sebuah pura pada zaman Romawi.

abad ke-13 masehi

Setelah penaklukan Antalya oleh Sultan Alaaddin Keykubad I, bangunan tersebut dikonversi menjadi masjid untuk pertama kalinya.

masa Kesultanan Utsmaniyah

Sehzade Korkut merenovasi bangunan dan menambahkan menara bergaya Ottoman. Sejak itu, masjid tersebut dinamai sesuai namanya.

Sabtu (7/11/2026)

Perjalanan menuju Kota Tua Kaleici dilakukan dengan melewati Gerbang Hadrian di Antalya, Turki.

pukul 17.00 waktu Antalya

Matahari membelah lorong Kota Kaleici dan cahayanya menembus setiap lorong sebelum matahari tenggelam di balik cakrawala dan Pegunungan Taurus.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Perjalanan menyusuri Kota Tua Kaleici, melihat Gerbang Hadrian, Masjid Sehzade Korkut, gang-gang kota, dan matahari terbenam di Laut Mediterania.
  • Who?
    Kaisar Romawi Hadrian menjadi tokoh yang berkaitan dengan pembangunan gerbang, sementara Sehzade Korkut merenovasi bangunan masjid pada masa Kesultanan Utsmaniyah.
  • Where?
    Kota Tua Kaleici, Antalya, Turki, termasuk Gerbang Hadrian, Masjid Sehzade Korkut, dan tepi tebing Kaleici.
  • When?
    Sabtu (7/11/2026), dengan matahari terbenam yang diamati pada pukul 17.00 waktu Antalya.
  • Why?
    Gerbang Hadrian dibuat untuk menyambut kunjungan Kaisar Romawi Hadrian ke Kota Attaleia, yang sekarang dikenal sebagai Antalya.
  • How?
    Perjalanan dilakukan dengan melewati gerbang, menyusuri jalan sempit beraspal batu, melihat bangunan bersejarah dan toko lokal, lalu menikmati pemandangan laut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Orang-orang masuk ke Kota Tua Kaleici lewat Gerbang Hadrian di Antalya, Turki. Di sana ada jalan kecil, rumah cantik, toko kerajinan, dan Masjid Sehzade Korkut yang punya sejarah panjang. Mereka juga melihat matahari terbenam di laut. Sekarang gerbang dan bangunan itu masih berdiri serta dirawat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kota Tua Kaleici memperlihatkan bagaimana jejak berbagai peradaban tetap hadir dalam satu kawasan. Gerbang Hadrian masih terjaga, Masjid Sehzade Korkut menyimpan perubahan sejarah panjang, sementara rumah, toko lokal, dan pemandangan laut melengkapi pengalaman menyusuri kota tersebut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Seketika deru kendaraan kota berganti dengan ketenangan ketika melangkah melewati Gerbang Hadrian (Hadrians Gate) menuju Kota Tua Kaleici, Antalya, Turki, Sabtu (7/11/2026).

Gerbang dengan batu marmer putih yang dibuat pada 130 masehi masih berdiri tegak beserta bentuk yang masih jelas dan terjaga; tiga pilar bergaya Korintus dengan ukiran relief bunga dan kepala singa.

Bangunan dengan tinggi delapan meter itu merupakan gerbang yang dibuat untuk menyambut kunjungan Kaisar Romawi, Hadrian ke Kota Attaleia yang sekarang dikenal Antalya.

1. Labirin di tengah Kota Tua

Gerbang Hadrian, Kota Tua Kaleici, Antalya Turki (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Melangkah melewati Gerbang Hadrian serasa menembus lorong waktu. Labirin jalanan sempit beraspal batu dengan rumah-rumah gaya Ottoman yang terawat cantik.

Dinding kayu dan balkon bunga warna-warni membuat setiap sudutnya sangat Instagrammable. Di sepanjang gang, toko-toko lokal menjajakan kerajinan khas Turki seperti karpet tenun, keramik hias hingga souvenir unik.

2. Masjid bersejarah di tengah Kaleici

Masjid Sehzade Korkut, Turki (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Di tengah lorong gang, Masjid Sehzade Korkut yang dikenal masyarakat lokal sebagai Kesik Minare menawarkan sisi lain Kota Kaleici. Masjid ini menjadi saksi bisu perjalanan peradaban kota dari zaman Romawi, Bizantium, Seljuk, hingga era Utsmaniyah (Ottoman).

Bangunan masjid ini memiliki sejarah transformasi selama ribuan tahun. Pada zaman Romawi abad kedua masehi, masjid ini merupakan sebuah pura. Pada zaman Bizantium, diubah menjadi gereja basilika megah yang dipersembahkan untuk Bunda Meryem (Panagia Church).

Pada abad ke-13 masehi atau setelah penaklukan Antalya oleh Sultan Alaaddin Keykubad I, bangunan ini dikonversi menjadi masjid untuk pertama kalinya.

Barulah pada masa Kesultanan Utsmaniyah, Sehzade Korkut, putra dari Sultan Bayezid II yang menjabat sebagai gubernur Antalya merenovasi bangunan ini dan menambahkan menara bergaya Ottoman. Sejak saat itu, masjid ini dinamai sesuai nama sang Sehzade.

3. Menyaksikan matahari tenggelam di laut Mediterania

Kota Tua Kaleici, Antalya, Turki (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Perjalanan tak sampai di situ. Matahari pada pukul 17.00 waktu Antalya membelah lorong. Cahayanya menembus setiap lorong Kota Kaleici.

Langit perlahan berubah warna menjadi jingga keemasan, memantul di permukaan laut Mediterania saat matahari perlahan tenggelam di balik cakrawala dan Pegunungan Taurus.

Seolah, Kota Kaleici mengantar siapa pun yang masuk ke dalam lorongnya, akan menemukan pemandangan laut nan indah. Dek berlantai kaca transparan di tepi tebing Kaleici menjulur ke laut menambah megah kota yang dijuluki Turkish Riviera ini.

Curated For You

Editorial Team

Related Article