Fakta Unik Masjid Fittja, Masjid Bergaya Turki di Swedia

Masjid Fittja (Fittja moské dalam bahasa Swedia) merupakan tempat ibadah yang terletak di kawasan Fittja, Botkyrka, di sebelah selatan Stockholm. Masjid ini menampilkan desain bergaya Turki dan memiliki sebuah menara yang tinggi.
Masjid Fittja juga menyediakan tempat tinggal bagi imam yang memimpin kelompok Muslim setempat. Adapun pria dan wanita menggunakan area terpisah di dalam masjid. Yuk, simak fakta unik tentang Masjid Fittja berikut ini, guys!
1. Dibuka pada tahun 2007

Tampilan pengeras suara azan Masjid Fittja. (commons.wikimedia.org/Holger.Ellgaard) Pembangunan Masjid Fittja dimulai pada tahun 1998 dan rampung pada tahun 2007, info Islamic Heritage. Masjid ini dimiliki oleh Asosiasi Budaya Islam di Botkyrka. Kelompok tersebut sebagian besar terdiri dari anggota berkebangsaan Turki dan beranggotakan lebih dari 1.500 orang.
Masjid Fittja dibangun untuk melayani komunitas Muslim yang terus berkembang di wilayah itu. Menyediakan tempat tetap bagi umat Muslim setempat untuk berkumpul dan beribadah. Pembangunannya merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk menambah jumlah tempat ibadah bagi umat Muslim. Upaya ini berlangsung di seluruh wilayah Stockholm sepanjang tahun 2000-an, ungkap Around Us.
2. Arsitektur Masjid Fittja

Pemandangan lampu gantung dan mihrab di dalam Masjid Fittja. (commons.wikimedia.org/Holger.Ellgaard) Masjid Fittja memiliki desain yang didasarkan pada arsitektur Turki. Kubah utamanya dilengkapi dengan jendela-jendela dan panel kayu pohon betula. Dinding aula salat dilapisi dengan ubin yang dilukis dengan tangan. Berbagai elemen ini memberikan tampilan yang khas pada masjid.
Menara Masjid Fittja memiliki tinggi 32,5 m. Aula salat utamanya dilengkapi dengan area yang ditinggikan bagi perempuan untuk beribadah. Area ini mencakup luas 200 m persegi.
3. Mengumandangkan azan pertama di Swedia

Pemandangan bagian luar kubah dan menara Masjid Fittja. (commons.wikimedia.org/Holger.Ellgaard) Pada tahun 2013, Asosiasi Budaya Islam Botkyrka meminta izin kepada pihak kepolisian untuk menyiarkan azan dari Masjid Fittja. Kasus ini ditangani oleh kepolisian karena melibatkan pemutaran audio di ruang publik. Kelompok tersebut mengajukan permohonan untuk mengumandangkan azan singkat yang berdurasi dua hingga tiga menit. Direncanakan untuk dikumandangkan satu kali dalam seminggu, alih-alih lima kali.
Pada tahun yang sama, Swedia untuk pertama kalinya mendengar kumandang azan dari sebuah menara masjid. Imam Ergin Öcgem melantunkan azan secara langsung melalui mikrofon yang terhubung ke pengeras suara di menara tersebut. Kepolisian memberikan izin yang berlaku hingga tahun 2014. Izin tersebut menetapkan bahwa pengeras suara hanya boleh diarahkan ke tiga arah tertentu dan tingkat suaranya harus dijaga agar tetap di bawah 60 desibel.
Masjid Fittja dikenal karena kubah, ubin-ubin berhias lukisan, serta menaranya yang tinggi. Desainnya menampilkan seni dan gaya bangunan khas Turki. Masjid ini melayani umat Muslim setempat dan menjadi simbol penting budaya Islam Swedia.























