Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Destinasi dengan Cuaca Nyaman Sepanjang Tahun yang Asyik buat Liburan
Potret Gran Canaria Spanyol (unsplash.com/Polina Rytova)
  • Travel Off Path merangkum tujuh destinasi beriklim nyaman sepanjang tahun, dengan suhu relatif stabil berkat faktor geografis seperti ketinggian, laut, dan lokasi pesisir.

  • Kepulauan Canaria, Medellín, Azores, Quito, dan Central Valley menawarkan udara cenderung sejuk hingga moderat, sekaligus akses ke pantai, lanskap vulkanik, kota, dan perbukitan.

  • Cape Town serta Auckland dan North Island memiliki perubahan suhu antarmusim yang tidak ekstrem; wisatawan tetap disarankan memeriksa prakiraan cuaca sebelum berangkat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menentukan waktu liburan ke luar negeri biasanya perlu disesuaikan dengan kondisi cuaca di negara tujuan. Sebab, perubahan musim bisa membuat pengalaman bepergian terasa berbeda. Ada destinasi yang lebih nyaman dikunjungi saat musim panas, ada pula negara yang justru menawarkan suasana yang lebih menyenangkan ketika musim dingin tiba.

Di sisi lain, ada beberapa wilayah yang memiliki kondisi cuaca relatif sejuk dan nyaman sepanjang tahun. Hal ini membuat wisatawan tidak harus terlalu terpaku pada pergantian musim ketika ingin merencanakan perjalanan. Beberapa di antaranya bahkan memiliki suhu yang cukup stabil, karena letak geografis, ketinggian wilayah, hingga kondisi laut di sekitarnya.

Sebuah situs berita, Travel Off Path, merangkum tujuh negara dengan destinasi yang memiliki cuaca nyaman sepanjang tahun. Daftar tersebut mencakup wilayah dengan karakter geografis yang berbeda-beda. Berikut di antaranya.

1. Kepulauan Canaria, Spanyol

Kepulauan Canaria menjadi salah satu wilayah Spanyol yang dikenal memiliki cuaca nyaman sepanjang tahun. Lokasinya yang berada di lepas pantai Afrika Barat membuat kondisi iklimnya berbeda dari sebagian wilayah daratan utama Spanyol.

Kepulauan ini bahkan kerap dijuluki “Islands of Eternal Spring” atau Kepulauan Musim Semi Abadi. Salah satu faktor yang memengaruhinya adalah keberadaan Samudra Atlantik yang membantu menjaga suhu tetap moderat. Kondisi tersebut membuat wilayah Canaria tidak terlalu panas ketika musim panas dan tidak mengalami suhu dingin yang ekstrem saat musim dingin.

Misalnya Tenerife dan Gran Canaria yang memiliki suhu rata-rata sekitar 20-25 derajat Celsius sepanjang tahun. Kondisi tersebut juga membuat kawasan ini cocok untuk berbagai aktivitas luar ruangan, termasuk menikmati pantai, menjelajahi lanskap vulkanik, hingga mendaki di kawasan alam.

2. Medellín, Kolombia

Potret Kota Medellin (pexels.com/César Gaviria)

Medellín di Kolombia memiliki julukan “City of Eternal Spring” berkat kondisi cuacanya yang relatif stabil sepanjang tahun. Kota ini berada di Lembah Aburrá dengan ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut, sehingga suhunya cenderung lebih sejuk dibandingkan wilayah tropis lainnya.

Menurut Travel Off Path, suhu rata-rata harian di Medellín berada di sekitar 22 derajat Celsius dari Januari hingga Desember. Kondisi tersebut membuat kota ini dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana perkotaan tanpa harus menghadapi cuaca yang terlalu panas.

Selain berjalan-jalan di pusat kota, wisatawan juga dapat menikmati pemandangan Medellín dari Metrocable yang menghubungkan sejumlah kawasan di kota dengan area perbukitan di sekitarnya.

3. Kepulauan Azores, Portugal

Beralih ke tengah Samudra Atlantik, ada Kepulauan Azores yang merupakan wilayah Portugal. Destinasi ini menawarkan lanskap hijau dan vulkanik dengan kondisi cuaca yang relatif sejuk sepanjang tahun.

Saat musim panas, suhu di Azores dapat mencapai sekitar 24 derajat Celsius, sedangkan pada musim dingin suhunya jarang turun hingga di bawah sekitar 13 derajat Celsius. Perbedaan suhu yang tidak terlalu ekstrem membuat wilayah ini cocok bagi wisatawan yang ingin menjelajahi alam tanpa harus menghadapi panas yang menyengat atau udara dingin yang menusuk.

Azores juga menarik bagi pencinta aktivitas luar ruangan. Wisatawan dapat menemukan kawasan pegunungan, danau kawah, hingga sumber air panas yang tersebar di sejumlah pulau.

4. Quito, Ekuador

Potret Kota Quito (unsplash.com/Mauricio Muñoz)

Ekuador mungkin identik dengan cuaca panas, karena wilayahnya berada tepat di garis khatulistiwa. Namun, kondisi tersebut tidak sepenuhnya berlaku di Quito. Ibu kota Ekuador ini berada di kawasan Pegunungan Andes dengan ketinggian sekitar 2.850 meter di atas permukaan laut.

Ketinggian wilayah tersebut membuat suhu di Quito jauh lebih sejuk dibandingkan bayangan umum mengenai kota yang berada di garis khatulistiwa. Travel Off Path menyebut kondisi geografis tersebut membantu menjaga suhu tetap relatif konsisten sepanjang tahun.

Cuacanya yang sejuk juga membuat kegiatan berjalan kaki menjadi lebih nyaman. Wisatawan dapat menjelajahi pusat kota bersejarah Quito, melihat bangunan kolonial, hingga menikmati pemandangan pegunungan di sekitarnya.

5. Central Valley, Kosta Rika

Kosta Rika memang dikenal sebagai negara dengan lanskap tropis yang indah. Namun, wisatawan yang ingin menghindari udara terlalu panas dapat mempertimbangkan kawasan Central Valley.

Wilayah yang mencakup area sekitar San José dan sejumlah kota di sekitarnya ini berada di ketinggian lebih dari 900 meter. Kondisi geografis tersebut membuat suhu di Central Valley terasa lebih sejuk dan berangin dibandingkan kawasan pesisir Kosta Rika.

Oleh karena itu, wisatawan tetap dapat menikmati suasana hijau dan pemandangan khas Kosta Rika tanpa harus selalu berhadapan dengan panas tropis yang menyengat. Kawasan ini juga memiliki perkebunan kopi dan lanskap perbukitan yang menarik untuk dijelajahi.

6. Cape Town, Afrika Selatan

Potret Kota Cape Town (pixabay.com/martinaH79)

Cape Town memiliki iklim Mediterania yang membuat perubahan suhu antarmusim cenderung tidak terlalu ekstrem. Kota ini memang tetap mengalami musim panas dan musim dingin, tetapi peralihannya relatif lembut.

Musim panas yang berlangsung sekitar Desember hingga Maret biasanya terasa hangat dan cerah. Sementara itu, musim dinginnya tetap sejuk dan tidak terlalu ekstrem. Kondisi tersebut turut dipengaruhi oleh lokasi Cape Town yang berada di kawasan pesisir, sehingga angin laut membantu menjaga udara tetap terasa segar.

Selain cuaca yang relatif bersahabat, Cape Town juga menawarkan kombinasi lanskap kota, pantai, dan pegunungan. Wisatawan dapat mengunjungi Table Mountain, menjelajahi kawasan pesisir, atau menikmati pemandangan alam di sekitar kota.

7. Auckland dan North Island, Selandia Baru

Selandia Baru juga masuk dalam daftar negara dengan destinasi yang memiliki cuaca relatif nyaman sepanjang tahun, khususnya Auckland dan North Island. Kawasan ini memiliki iklim laut yang cenderung sejuk dan tidak mengalami perubahan suhu ekstrem.

Saat musim panas, suhu rata-ratanya berada di sekitar 20 derajat Celsius, sedangkan musim dingin berada di kisaran 12 derajat Celsius. Artinya, wisatawan tidak perlu terlalu khawatir menghadapi suhu yang sangat dingin maupun gelombang panas ketika berkunjung.

Kondisi tersebut membuat Auckland dan sekitarnya cocok untuk berbagai aktivitas luar ruangan. Di antaranya seperti menjelajahi pantai berpasir hitam hingga mendaki kawasan perbukitan dan gunung berapi yang sudah tidak aktif.

Itulah tujuh negara dengan destinasi yang memiliki cuaca relatif nyaman untuk liburan sepanjang tahun versi Travel Off Path. Masing-masing destinasi memiliki kondisi geografis yang membuat cuacanya terasa lebih bersahabat.

Meski demikian, cuaca tetap dapat berubah dan setiap wilayah memiliki karakter musim yang berbeda. Jadi, sebelum berangkat, tetap cek prakiraan cuaca di destinasi yang dituju, agar rencana liburan bisa disiapkan dengan lebih nyaman, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article