Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

⁠Arti Warna dan Kode Jalur Kereta di Jepang, Kamu Wajib Tahu!

6 min read
⁠Arti Warna dan Kode Jalur Kereta di Jepang, Kamu Wajib Tahu!
Potret kereta di Jepang (unsplash.com/BREAKIFY)
  • Tokyo Metro memakai kombinasi warna, huruf, dan nomor stasiun pada sembilan jalur untuk memudahkan penumpang mengenali rute, peron, serta urutan pemberhentian.

  • Kode stasiun Tokyo Metro terdiri dari huruf identitas jalur dan angka urutan stasiun; wisatawan perlu mencocokkannya dengan nama stasiun dan warna jalur.

  • JR East memiliki kode serta warna jalur berbeda, termasuk Yamanote Line; penumpang wajib memeriksa operator, arah, jenis layanan, dan petunjuk transfer sebelum naik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sistem transportasi umum di Jepang dikenal memiliki jaringan kereta yang luas dan saling terhubung. Bagi wisatawan yang baru pertama kali berkunjung, banyaknya jalur dan pilihan kereta mungkin terasa membingungkan. Bahkan, tak jarang mereka tersesat dan merasa kelelahan untuk menemukan jalur sesuai tujuannya. Ada satu hal yang bisa membantu perjalanan menjadi lebih mudah, yakni memahami warna dan kode jalur kereta.

Di Tokyo, Jepang, operator kereta menggunakan kombinasi warna, huruf, dan nomor stasiun untuk membantu penumpang mengenali jalur serta menemukan stasiun tujuan. Informasi tersebut dapat ditemukan pada peta jaringan kereta, papan petunjuk, hingga area peron. Dengan memahami cara membacanya, wisatawan bisa menentukan jalur yang tepat dan mengurangi risiko salah naik kereta atau keliru saat berpindah jalur.

Dilansir dari laman resmi Tokyo Metro pada Senin (12/10/2026), setiap stasiun di jaringan kereta bawah tanah tersebut memiliki kode berupa huruf dan angka. Huruf menunjukkan identitas jalur, sedangkan angka menandakan urutan stasiun pada jalur tersebut. Kode ini ditampilkan dalam lingkaran berwarna sesuai identitas masing-masing jalur.

Selain Tokyo Metro, operator JR East juga menerapkan sistem kode dan warna pada sejumlah jalur keretanya. Meski memiliki fungsi serupa, sistem penomoran kedua operator tersebut berbeda. Berikut penjelasan mengenai arti warna dan kode jalur kereta di Jepang yang perlu diketahui wisatawan.

  1. 1. Mengenal warna dan kode sembilan jalur Tokyo Metro

    Tokyo Metro mengoperasikan sembilan jalur kereta bawah tanah yang masing-masing memiliki nama, kode huruf, dan warna tersendiri. Kombinasi tersebut memudahkan penumpang membedakan jalur ketika membaca peta atau mencari peron di stasiun. Berikut daftar warna dan kode jalur Tokyo Metro, beserta kawasan yang dilaluinya.

    • G (Ginza Line), oranye: menghubungkan kawasan Asakusa, Ueno, Ginza, Omotesando, hingga Shibuya. Jalur ini dapat menjadi pilihan untuk menjangkau sejumlah kawasan wisata dan perbelanjaan populer di Tokyo.
    • M (Marunouchi Line), merah: melayani perjalanan melalui Ikebukuro, Tokyo, Ginza, Shinjuku, hingga Ogikubo.
    • H (Hibiya Line), perak: melewati Ueno, Akihabara, Ginza, Roppongi, hingga Naka-Meguro.
    • T (Tozai Line), biru: menghubungkan Nakano, Takadanobaba, Iidabashi, Otemachi, hingga Nishi-Funabashi.
    • C (Chiyoda Line), hijau muda: melayani perjalanan melalui Yoyogi-Uehara, Omotesando, Akasaka, Otemachi, hingga Kita-Ayase.
    • Y (Yurakucho Line), emas: menghubungkan Wakoshi, Ikebukuro, Iidabashi, Yurakucho, hingga Shin-Kiba.
    • Z (Hanzomon Line), ungu: melewati Shibuya, Omotesando, Otemachi, Kinshicho, hingga Oshiage.
    • N (Namboku Line), hijau zamrud: menghubungkan Meguro, Azabu-Juban, Roppongi-itchome, Iidabashi, hingga Akabane-iwabuchi.
    • F (Fukutoshin Line), cokelat: menghubungkan Wakoshi, Ikebukuro, Shinjuku-sanchome, hingga Shibuya. Melalui layanan kereta yang meneruskan perjalanan ke jalur lain, penumpang juga dapat menjangkau kawasan Yokohama.

    Warna-warna tersebut menjadi penanda visual yang penting, terutama ketika wisatawan harus berpindah kereta di stasiun besar. Misalnya jika rute perjalanan mengharuskan penumpang menggunakan Ginza Line, cari huruf G dan warna oranye pada peta maupun papan petunjuk.

    Meski demikian, jangan hanya mengandalkan warna. Perhatikan pula nama jalur dan stasiun tujuan untuk memastikan kereta yang dipilih sesuai dengan rencana perjalanan!

  2. 2. Cara membaca huruf dan nomor stasiun

    Potret stasiun kereta di Tokyo, Jepang
    Potret stasiun kereta di Tokyo, Jepang (unsplash.com/HONG FENG)

    Selain warna jalur, Tokyo Metro menggunakan kode stasiun yang menggabungkan huruf dan angka. Huruf menunjukkan jalur yang dilayani, sedangkan angka menandakan urutan stasiun dalam jalur tersebut. Nama stasiun biasanya ditampilkan bersama kode, agar penumpang dapat memastikan lokasi dengan lebih mudah.

    Sebagai contoh, kode stasiun pada Ginza Line menggunakan huruf G yang diikuti nomor. Dengan mengenali kode tersebut, wisatawan dapat mencari stasiun tujuan di peta dan memperkirakan berapa banyak pemberhentian yang perlu dilewati.

    Sistem penomoran ini juga berguna ketika penumpang ingin memastikan arah perjalanan. Setelah menemukan kode stasiun tujuan, periksa posisi stasiun tersebut pada peta jalur dan bandingkan dengan stasiun keberangkatan. Cara ini membantu menentukan apakah kereta bergerak menuju ke arah yang benar.

    Ketika harus berpindah jalur, perhatikan kembali huruf dan nomor stasiun pada jalur berikutnya. Nomor yang terlihat berdekatan belum tentu menunjukkan stasiun yang sama, karena setiap jalur memiliki sistem penomorannya sendiri.

    Oleh karena itu, wisatawan sebaiknya mencocokkan tiga informasi sekaligus, yakni nama stasiun, kode jalur, dan warna yang tertera pada peta. Kombinasi ini akan lebih membantu daripada hanya mengingat salah satunya.

  3. 3. Mengenal warna dan kode jalur kereta JR East

    Selain Tokyo Metro, JR East merupakan operator yang melayani perjalanan kereta di Tokyo dan wilayah sekitarnya. Operator ini juga menggunakan kode huruf dan warna pada sejumlah jalur untuk memudahkan penumpang mengenali rute perjalanan. Mengacu pada Station Numbering Map (Metropolitan Area) di laman resmi JR East, berikut sejumlah jalur yang perlu diketahui wisatawan.

    • JT (Tokaido Line), oranye: melayani perjalanan melalui Shinagawa, Yokohama, Odawara, hingga Atami.
    • JO (Yokosuka Line), biru: menghubungkan kawasan Tokyo, Yokohama, Kamakura, hingga Kurihama.
    • JK (Keihin-Tohoku-Negishi Line), biru muda: menghubungkan Omiya, Ueno, Tokyo, Shinagawa, Yokohama, hingga Ofuna.
    • JH (Yokohama Line), hijau: menghubungkan Higashi-Kanagawa, Yokohama, Machida, hingga Hachioji.
    • JN (Nambu Line), kuning: melayani perjalanan dari Kawasaki menuju Tachikawa.
    • JI (Tsurumi Line), kuning: melayani perjalanan di kawasan Tsurumi dan sejumlah cabang menuju Ogimachi, Umi-Shibaura, serta Okawa.
    • JY (Yamanote Line), hijau: merupakan jalur melingkar yang melewati sejumlah stasiun utama, seperti Tokyo, Ueno, Ikebukuro, Shinjuku, Shibuya, dan Shinagawa.
    • JC (Chuo Line Rapid), oranye: menghubungkan Tokyo, Shinjuku, Nakano, Tachikawa, hingga Takao.
    • JB (Chuo-Sobu Line Local), kuning: melayani perjalanan lokal melalui Nakano, Shinjuku, Yoyogi, Akihabara, hingga Chiba.
    • JU (Utsunomiya-Takasaki Line), oranye: melayani perjalanan dari Tokyo menuju kawasan Omiya, Utsunomiya, dan Takasaki.
    • JA (Saikyo Line), hijau: menghubungkan Osaki, Shibuya, Shinjuku, Ikebukuro, Akabane, hingga Omiya.
    • JL (Joban Line Local), abu-abu: melayani perjalanan lokal melalui Ayase, Kameari, Matsudo, hingga Toride.
    • JE (Keiyo Line), merah: menghubungkan Tokyo, Hatchobori, Shin-Kiba, Maihama, hingga Soga.
    • JM (Musashino Line), oranye: melayani perjalanan melalui Fuchu-Hommachi, Nishi-Kokubunji, Minami-Urawa, Shin-Matsudo, hingga Nishi-Funabashi.
    • JS (Shonan-Shinjuku Line), merah: menghubungkan sejumlah stasiun, seperti Shinjuku, Shibuya, Yokohama, Ofuna, dan Omiya.

    Salah satu jalur yang cukup berguna bagi wisatawan adalah Yamanote Line (JY). Jalur berwarna hijau ini membentuk lingkaran dan melewati sejumlah kawasan utama Tokyo, termasuk Shinjuku, Shibuya, Ueno, serta Tokyo. Wisatawan dapat memanfaatkannya untuk berpindah di antara berbagai pusat aktivitas kota.

    Namun, perlu diingat bahwa warna yang sama tidak selalu berarti jalurnya sama. Pada jaringan JR East misalnya, beberapa jalur menggunakan warna oranye, hijau, atau merah. Jadi, pastikan kode huruf dan nama jalur sesuai dengan rute yang hendak dituju.

    Penumpang juga perlu memperhatikan jenis layanan kereta. Beberapa jalur menyediakan kereta lokal dan kereta cepat dengan pola pemberhentian berbeda. Kereta cepat dapat melewati stasiun tertentu, sehingga tidak semua layanan pada jalur yang sama akan berhenti di stasiun tujuan.

  4. 4. Periksa petunjuk arah dan jalur sebelum naik kereta

    Potret kereta di Jepang
    Potret kereta di Jepang (pexels.com/Yi Li)

    Memahami warna dan kode jalur akan lebih efektif jika dibarengi dengan kebiasaan memeriksa petunjuk arah di stasiun. Sebelum naik kereta, cocokkan jalur pada peta dengan informasi yang tertera di papan petunjuk dan peron.

    Pastikan pula nama stasiun tujuan serta arah perjalanan kereta. Jika tujuan berada di sebelah barat dari stasiun keberangkatan, misalnya, periksa peta untuk mengetahui arah yang sesuai. Jangan langsung naik hanya karena menemukan warna jalur yang sama.

    Saat berpindah kereta, ikuti petunjuk transfer atau perpindahan jalur. Di Tokyo Metro, rambu transfer berwarna biru, sedangkan petunjuk pintu keluar menggunakan warna kuning. Memahami perbedaan ini bisa membantu wisatawan menemukan jalur lanjutan tanpa harus keluar stasiun secara tidak sengaja.

    Hal lain yang tak kalah penting adalah memastikan operator kereta yang digunakan. Tokyo Metro dan JR East memiliki sistem kode, serta penomoran masing-masing. Jika perjalanan melibatkan kedua operator, periksa kembali nama jalur dan informasi stasiun sebelum melanjutkan perjalanan.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More