Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Negara yang Asyik Dikunjungi sebagai Wisata Ramadan
Potret liburan ke Arab Saudi (unsplash.com/Haidan)

Bulan Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai waktu untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menghadirkan atmosfer yang khas dan penuh kebersamaan. Di berbagai penjuru dunia, bulan suci ini dirayakan dengan cara yang unik, mulai dari gemerlap lampu hias di jalanan, pasar Ramadan yang ramai menjelang berbuka, hingga tradisi turun-temurun yang hanya hadir setahun sekali.

Suasana spiritual berpadu dengan kekayaan budaya lokal, menciptakan pengalaman yang berbeda di setiap negara. Nah, bagi kamu yang ingin merasakan nuansa Ramadan dari perspektif yang lebih luas, bepergian ke luar negeri bisa menjadi pilihan menarik.

Selain beribadah, kamu juga dapat menikmati ragam kuliner khas, serta menyaksikan tradisi setempat secara langsung. Berikut beberapa negara yang asyik dikunjungi saat Ramadan beserta gambaran suasana dan aktivitas yang bisa kamu lakukan.

1. Turki

Turki menjadi salah satu destinasi favorit untuk merasakan Ramadan yang meriah dan tetap khusyuk. Di Istanbul, kawasan Sultanahmet selalu ramai menjelang waktu berbuka puasa. Warga lokal biasanya berkumpul di taman sekitar Masjid Biru dan Hagia Sophia sambil menggelar tikar dan menikmati iftar bersama.

Hal menarik lainnya adalah kamu bisa melihat mahya, lampu bertuliskan pesan Ramadan yang digantung di antara menara masjid. Setelah Salat Tarawih, kamu bisa berjalan-jalan menikmati jajanan khas, seperti pide Ramadan, baklava, dan teh Turki hangat.

2. Uni Emirat Arab

Potret Burj Khalifa, Dubai, UEA (pexels.com/Popoy Dev)

Ramadan di Uni Emirat Arab memadukan nuansa religius dengan sentuhan modern. Di Dubai, banyak hotel dan restoran menghadirkan tenda Ramadan dengan konsep iftar dan sahur mewah.

Selain menikmati kuliner Timur Tengah, seperti lamb ouzi dan kunafa, kamu juga bisa mengunjungi Burj Khalifa atau berbelanja di Dubai Mall yang tetap hidup hingga malam hari. Saat malam, suasana kota terasa lebih santai dan penuh lampu hias khas Ramadan.

3. Maroko

Maroko menawarkan suasana Ramadan yang kental dengan tradisi keluarga. Di Marrakesh, jalanan cenderung tenang menjelang magrib, lalu tiba-tiba ramai setelah azan berkumandang.

Menu berbuka khas seperti harira, kurma, dan roti msemen menjadi sajian utama. Setelah itu, warga biasanya keluar rumah untuk bersosialisasi atau menikmati suasana malam di alun-alun kota. Kamu juga bisa menjelajahi kota tua di Fes yang kaya arsitektur Islam klasik.

4. Malaysia

Potret liburan di Malaysia (unsplash.com/Esmonde Yong)

Jika ingin suasana yang mirip Indonesia, Malaysia bisa jadi pilihan tepat. Di Kuala Lumpur, bazar Ramadan tersebar di berbagai sudut kota dengan aneka takjil dan makanan khas Melayu.

Masjid-masjid seperti Masjid Negara juga ramai jamaah saat Salat Tarawih. Setelah berbuka, kamu bisa menikmati panorama kota dari Petronas Twin Towers atau sekadar berjalan santai di pusat perbelanjaan yang tetap buka hingga larut malam seperti Bukit Bintang.

5. Arab Saudi

Menghabiskan Ramadan di Arab Saudi menghadirkan pengalaman spiritual yang sangat kuat. Di Makkah, suasana sekitar Masjidil Haram selalu dipenuhi jamaah dari seluruh dunia. Berbuka puasa bersama di pelataran masjid menjadi momen penuh kebersamaan.

Sementara itu, di Madinah, suasananya terasa tenang dan damai di sekitar Masjid Nabawi. Sebagian besar jemaah menghabiskan waktu untuk i’tikaf dan memperbanyak ibadah di sini, terutama saat 10 hari terakhir Ramadan.

6. Mesir

Potret liburan di Mesir (pexels.com/Rachel Claire)

Mesir terkenal dengan dekorasi Ramadan berupa lampu warna-warni yang disebut fanous. Khususnya di Kota Kairo, suasana malam sangat hidup dengan pasar tradisional dan kedai kopi yang ramai setelah Salat Tarawih. Kamu bisa mengunjungi Masjid Al-Azhar atau menyusuri Khan el-Khalili yang dipenuhi pernak-pernik khas Timur Tengah.

Mengunjungi negara lain saat Ramadan bukan hanya tentang wisata, tetapi juga tentang merasakan kebersamaan lintas budaya dalam menjalankan ibadah. Tentu saja setiap destinasi memiliki warna dan tradisi yang berbeda. Jadi, destinasi mana yang ingin kamu kunjungi lebih dulu?

Editorial Team