ilustrasi visa (unsplash.com/Global Residence Index)
Nepal sedang bersiap untuk menuju digitalisasi. Menurut Tikaram Dhakal, juru bicara Departemen Imigrasi Nepal, sistem e-Visa negara tersebut dijadwalkan akan beroperasi penuh pada 17 Agustus 2026. Bahkan, persiapan teknis dan administratif dilaporkan telah selesai setelah fase pengujian yang dirancang untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan potensi masalah.
Tujuan dari perubahan ini adalah untuk memungkinkan wisatawan asing mendapatkan visa mereka dari jarak jauh, tanpa harus menunggu stiker visa dicetak dan ditempelkan di paspor saat tiba di Nepal. Berdasarkan prosedur baru ini, pemohon yang memenuhi syarat dapat mengajukan permohonan dari luar Nepal melalui portal resmi Department of Immigration Nepal.
Pemohon hanya perlu memberikan data pribadi, informasi paspor, tanggal perjalanan yang direncanakan, dan alamat di Nepal, serta mengunggah salinan paspor dan foto terbaru. Setelah permohonan ditinjau dan biaya dibayar secara online, visa yang disetujui akan dikirim ke alamat e-mail pemohon yang kemudian dokumen tersebut perlu dicetak dan ditunjukkan saat berangkat ke Nepal dan di imigrasi saat kedatangan.
Selain itu, menurut Tikaram Dhakal, permohonan e-visa tersebut juga akan diproses dalam waktu 24 jam. Ia mengatakan sistem yang sepenuhnya digital ini akan mempersingkat waktu pemrosesan, mengurangi biaya administrasi, sekaligus memangkas antrean di pos pemeriksaan imigrasi negara tersebut.