Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Fakta Unik Old Ship, Gereja Tertua di Amerika Serikat
Pemandangan bagian luar dari depan Gereja Old Ship. (commons.wikimedia.org/Jude1614)

Hanya sedikit bangunan umum dari masa koloni Amerika Serikat awal yang masih bertahan. Gereja Old Ship di Hingham, Massachusetts, merupakan salah satu bangunan langka yang masih ada. Bangunan ini menjadi penghubung nyata dengan sejarah awal Amerika Serikat (AS) pada masa kolonial.

Gereja Old Ship adalah bangunan gereja tertua di Amerika Serikat yang masih digunakan untuk beribadah. Dibangun pada tahun 1681, gereja ini telah menjadi tempat ibadah selama lebih dari 300 tahun. Disebut juga Old Ship Meetinghouse, sebuah nama yang didasarkan pada istilah kaum Puritan untuk gereja mereka. Yuk, simak fakta unik tentang Gereja Old Ship berikut ini!

1. Asal-usul nama Gereja Old Ship

Pemandangan pintu masuk Gereja Old Ship dari dekat. (commons.wikimedia.org/Timothy Valentine)

Nama gereja ini diambil dari struktur balok terbuka pada bagian atapnya. Desain Gotik yang dikenal sebagai "atap hammerbeam" ini juga dapat ditemukan di Westminster Abbey, Inggris. Atlas Obscura mengungkapkan bahwa rangka kayu atapnya menyerupai tulang rusuk kapal layar. Hal inilah yang membuat jemaat awal gereja menjuluki tempat pertemuan baru mereka sebagai "Old Ship" (Kapal Tua).

Gereja Old Ship dibangun sebagai tempat ibadah hari Minggu dan pertemuan warga. Masyarakat juga memanfaatkannya untuk membahas urusan kemasyarakatan dan berbagai persoalan lokal, tambah Osprey Observer. Gedung pertemuan itu menjadi ajang perdebatan hangat mengenai Revolusi Amerika dan politik. Isu-isu lokal, seperti pajak properti, juga turut dibahas di sana.

2. Banyak fiturnya berasal dari masa pembangunan awalnya

Pemandangan bagian dalam Gereja Old Ship. (commons.wikimedia.org/NateBergin)

Banyak bagian dari Gereja Old Ship yang tetap terjaga sejak awal pembangunannya. Salah satunya adalah jam pasir kayu kecil di dekat mimbar. Jam pasir ini dulunya digunakan untuk membantu menjaga agar khotbah tidak berlangsung terlalu lama. Saat ini, masih berfungsi dan menjadi bagian dari tradisi gereja yang telah lama dijalankan.

Gereja ini pertama kali menambahkan alat musik pada tahun 1807. Hampir 50 tahun kemudian, jemaat mulai menerapkan kebiasaan menghadap ke arah belakang saat menyanyikan lagu pujian terakhir. Hal ini dilakukan agar para anggota dapat menghadap pemimpin paduan suara yang berada di balkon di bagian belakang gereja. Praktik ini masih terus dilakukan hingga saat ini.

3. Mengalami renovasi berkelanjutan hingga abad ke-21

Pemandangan makam Benjamin Lincoln di dalam kompleks Gereja Old Ship. (commons.wikimedia.org/Dee E. Warenycia)

Gereja Old Ship menambahkan galeri samping pada tahun 1730 dan 1755. Pada masa-masa awal, jemaat duduk di bangku kayu sederhana tanpa sandaran, yang kemudian diganti dengan bangku gereja (pew). Selama era Victoria, gereja kembali diubah tampilannya dengan penambahan tirai dan kertas dinding. Kursi-kursi lama kemudian diganti dengan kursi baru yang memiliki sandaran melengkung.

Pada tahun 1930, Gereja Old Ship dipugar agar kembali menyerupai desain aslinya dari tahun 1681. Sejak saat itu, bangunannya sebagian besar mempertahankan tampilan dan bentuk lamanya. Pada tahun 2014, gereja ini kembali dipugar demi melestarikannya bagi generasi mendatang. Desain bersejarahnya juga pernah ditampilkan di History Channel.

Gereja Old Ship merupakan penghubung langka dengan sejarah awal Amerika Serikat. Dibangun pada tahun 1681, atap tua, kerangka kayu, serta fungsi yang telah lama sebagai gereja mencerminkan nilai sejarahnya yang abadi. Berbagai elemen bangunan yang terawat dengan baik serta tradisi lamanya turut melestarikan kisah kehidupan masyarakat AS pada masa awal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article